CB 150 R di Mata Penunggang CBR 150

Disclaimer: 
tulisan ini bersifat opini dan blog ini menghormati hak setiap orang untuk mengemukakan pendapat sebesar hak orang lain untuk tidak mempedulikan pendapat tersebut.

 

Kakak Beradik, CB 150R dan CBR 150

Masih segar di ingatan kita di 2011 AHM meluncurkan line up motor sport premiumnya, CBR 250 dan adiknya CBR 150 yang di datangkan secara CBU dari Thailand. CBR 250 dijual di rentang harga 40 – 50 juta dan adiknya CBR 150 dirilis ke pasar indonesia dengan barendol 33 juta OTR. Harga yang cukup wow bagi kebanyakan orang karena tadinya banyak yang memprediksikan bahwa CBR 150 akan di lepas di angka 20-an juta guna bersaing dengan sang raja market share motor sport 150 cc Indonesia, Yamaha Vixion.

Apakah AHM tidak tertarik bermain di pasar sport 150cc yang terus tumbuh?
Disini prespektif ekonomi yang berbicara, ditandai dengan desas – desus dan insider news yang beredar bahwa Honda akan merilis motor sport 150 cc dengan konsep fresh berklde, Teralis, untuk membantu New Mega Pro dalam mendapatkan market share lebih besar.

Sampai tahap ini semua masih adem ayem, termasuk bagi pemilik CBR 150, sampai sebuah isu tersebar bahwa Teralis akan mengadopsi mesin CBR 150. Banyak pemilik CBR yang merasa dihianati oleh langkah AHM ini karena otomatis level premiumitas dari CBR 150 akan menurun, apalagi jika nanti teralis dirilis dengan pricing strategy untuk berhadapan langsung dengan Yamaha Vixion.

JMS 2012

 Dan pada JMS 2012, kehawatiran ini akhirnya menjadi kenyataan saat AHM mengumumkan pada publik bahwa mereka siap merilis varian baru motor sport mereka yang tak lain adalah si Teralis dengan nama CB 150 R, dan benar saja teralis ini mengadopsi mesin yang sama persis dengan All New CBR 150 dan diposisikan dengan harga 23 juta OTR guna bersaing head to head dengan Yamaha Vixion.

Ini merupakan berita baik sebenarnya bagi konsumen motor sport Indonesia, karena dengan harga yang lebih terjangkau mereka mendapatkan sebuah opsi tunggangan yang memiliki semua kebaikan dari mesin CBR 150. Sebuah mesin DOHC, berpendingin air dengan tenaga mencapai 17 hp.

Disisi lain, ini adalah berita buruk bagi sebagian pengguna CBR 150 karena sisi premium dari motornya akan berkurang. Rasanya pasti gondok kalau jadi melihat banyak alay di jalanan ugal – ugalan dengan motor yang bermesin sama dengan tunggangan premium kesayangan. Apalagi ditambah mendengar dan menbaca ledekan dari anak – anak fan boy brand lain yang ngeledekin. Makin panas rasanya hati.

CB 150R saat JMS

Pertanyaan berikutnya yang berkembang adalah: “Apa sih yang beda? Apa sih yang lebih sehingga konsumen membayar 10 juta lebih mahal untuk sebuah CBR 150?”

Apakah layak membuat konsumen membayar 10 juta lebih mahal untuk sebuah konsep motor fairing (bodi dan fairing itu sendiri berikut spedo meter, tutup tangki, jok bertingkat dan spatbor kolong),  chassis deltabox, velg yang lebih lebar dan sensor O2?  Jangan – jangan kita bayar 10 juta lebih hanya untuk mindahin angka “R” dari belakang ke depan?

Nah disinilah opini mulai bermain karena sekali lagi, memilih motor sangat dipengaruhi oleh selera (selain faktor ekonomi). Dan inilah opini saya:

Motivasi saya dalam meminang janda CBR 150 (Liberty) sebagai penunjang transportasi saya jelas. Saya suka motor berkonsep fairing (impian sejak ABG) tetapi tetap reliable yang artinya enak dipakai dalam berbagai medan baik saat membelah kemacetan atau saat ingin merasakan kebebasan bersama hembusan angin tanpa meninggalkan faktor safety. (saya ngga bilang CB 150 ngga safety ya, cuma saya lebih suka konsep fairing)

di JMS juga saya mantap akan meminang CBR mesti tahu kalau adiknya si CB akan segera lahir

Soal kencang? Toh saya jarang ngebut, walau saya tetap membutuhkan motor yang bisa diajak ngebut saat dibutuhkan. Definisi ngebut saya berbeda dengan agresive riding yang gampang panas kalau di salip dan merasa jalan adalah sirkuit umum itu.

Mungkin karena saya meminang motor janda ,maka kalau di hitung2 biaya memodifikasi CB 150 R ke konsep fairing akan lebih mahal dari selisih harga Libery waktu saya pinang dikurangi harga CB 150  Jadi saya tidak merasa menyesal.

Harapan saya, dengan adanya sang adik yang mirip, maka variasi modifikasi jadi lebih beragam serta sparepartnya akan lebih murah dan distribusinya lebih merata.

Sebagai penutup, ini kesimpulan saya:
(+) semoga common sparepartnya makin murah dan distribusinya lebih merata.
(+) semoga variasi part modifikasinya makin beragam dan harganya makin ramah di kantong.

(-) ngga kebayang kalau jadi banyak alay ugal – ugalan di jalan pake motor yang mesinnya seperti yang sering terlihat di kompetitor.

Jakarta
Kojack

post script »

sepertinya ini akan jadi tulisan terakhir di tengah maraton blogging saya minggu ini.

17 comments

  1. prorider says:

    Mewakili CBR Club Balikpapan no 16 gan, salam satu hati ONE HEART!

  2. Ade Rezeki says:

    mas bro,, lau honda cb250 R bakal keluar ngak ? hehe

  3. dwi says:

    Wah, Kalo ane tetep milih CBR 150 gan.. Hmmm
    walaupun bedanya sampe 10 jeti…
    yang pasti walaupun mesin sama kualitas beda pastinya. harga tetep berbicara.. tidak mungkin perusahaan mengeluarkan motor dengan harga yang beda sampe 10 jeti tidak ada perbedaanya.. :)

  4. Hermawan says:

    hehehe maaf saya berpendapat ya bero..
    dari tulisan penulis, saya buat kesimpulan bahwa selera orang berbeda-beda.
    Nah, masalah pilihan cb atao cbr tergantung orang suka yang mana, saya cuman mau bilang, yah buat apa di banding2in, kan orang yang make pasti beda pasti ada parameter untuk kepuasannya sendiri..
    saya disini pengguna cb150r juga puas dengan pemakaian.. walaupun mesin yang sama, namun torsi dan ada sensor yang membedakan cb150r dan cbr150… saya juga dapat informasi bahwa mereka sama” dari thailand namun di rakit disini..
    em juga mau berpendapat yah bero, kalo cb150r di modif pake fairing, yang saya yaken, bakal susah karena diliat dari rangkanya. Dan juga konsep cb150r sport fighter (rasanya sich, diliat dari rangka).
    Maaf ya kakak, saya ikut nimbrung ^_^

  5. apriantoblog says:

    cb150 r mah ga ada mirip miripnya sama cbr 150, walau suru nambah sekitar gap 10 juta mending pilih cbr lah, jauh kemana mana

  6. fitready says:

    gan lihat kan bedanya sonic dengan cs 1, tetep gagahan sonic imho loh ya,
    itulah yg ane rasain sepanjang pake cbr 150 ane hehehe… btw build quality global beda dgn lokal benar kan, tapi kalo ada part substitusi lokal yg murah pun tak ambil, soalnya yg ori indent nya gan gak ketulungan, ane inden tuas kopling yg patah udah hampir 2 bln blm dtg juga heh…
    salam dari cirebon gan

    • Kojack says:

      Salam juga bro fitready,

      Kalau buat saya CS1 itu desainnya emang masih belum bisa saya temukan dimana kerennya. Kalau buritan belakang masih okelah…
      begitu ngelihat bagian depannya kok ilfeel. hehehe…

      Kalau soal built quality sendiri saya belum bisa ngasih komentar banyak soalnya belum pernah nyobain si CB Street Fire bro.
      Soal part dengan adanya CB 150 ini, saya juga berharap lebih banyak dan lebih terjangkau :)

  7. syhrain says:

    wahahah justru kalo ane punya cbr malah bangga :mrgreen:
    soalnya impian punya motor fairing.. mana CBU lagian ya.. demi kepuasan insya Allah 33jutaan worthed utk dipakai sehari2 :D

  8. Setuju berat ma agan. salam CBR Club Bandung!

Leave a Reply

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.