Archive for Prolog

Persiapan Kojack Untuk CCIP(1)

Intro »

Intro

Aku ingat benar hari itu, hari itu aku sedang stuck dan BT karena gagal ikut Pekan Ilmiah Nasional ke Malang. Rasanya hari itu semua orang diangkut ke kapal pesiar lima lantai milik nabi nuh yang dilengkapi kolam renang, bar, pub dan free lunch tapi cuma aku saja yang tidak diajak.

Untuk membuang waktu, aku membenamkan diri di depan komputer ayahku. Tapi entah kenapa, waktu itu facebook sepi seperti kuburan, kaskus isinya junk semua dan blogku sepi pengunjung. Pokoknya BT, mana hari itu udara panasnya minta ampun :twisted: .

Saking bosennya di depan komputer akhirnya aku nyasar ke forum para pencari beasiswa. awalnya sich baca artikel itu dengan malas – malasan, tapi setelah dibaca lebih seksama gairahku mulai muncul. Aku merasa ini tantangan baru dengan level lebih tinggi setelah bosan dengan PKM dan tidak berjodoh dengan PIMNAS. :sad:

Waktu itu aku ingat sekali, 4 Agustus 2009 siang hari. Aku datang kepada ayahku untuk berkonsultasi.

“Pa, kalau aku daftar beasiswa sekolah keluar negeri lagi gimana?” aku bertanya.

“Ya terserah sich. Emang pengen kemana?” Ayah menjawab sekaligus bertanya

“Kalau Amerika gimana Pa?” Aku menjawab asal saja karena waktu itu beasiswa yang aku tahu cuma dari AMINEF doank.

“Ya terserah, nanti papa bantu semampunya. Emang beasiswanya gimana?” Ayahku meyakinkanku dan kembali bertanya.

“Belum tahu Pa. Ntar ya, tak browsing dulu.” Aku menjawab dan ngeloyor pergi.

Mungkin waktu itu ayahku memilai anaknya ini mimpi di siang bolong. pengen kuliah keluar negeri tapi bahkan ga ngerti pengen daftar program apaan. :oops: tapi karena percakapan itu, aku aku habiskan sore itu sampai malam untuk browsing internet mencari beasiswa yang sesuai dengan kondisiku.

Pada post sebelumnya saya sudah menjelaskan panjang lebar tentang Tips Mencari Beasiswa Ala Kojack . Nah, setelah belajar teorinya. maka sekarang saya akan bahas prakteknya berdasar cerita pengalaman pribadi saya.

**********

Mencari Beasiswa yang Cocok

Memang susah mencari beasiswa untuk anak yang belum lulus S1 tanpa pengalaman kerja formal angkatan akhir pula. Waupun ada, rata – rata di peruntukan bagi anak semester tiga, sedangkan saya sudah semester tujuh. Itulah kenapa mencari beasiswa yang cocok aku masukan sebagai pilihan pertama padahal teorinya pilihan kedua karena memang pilihan buat saya sedikit sekali. Ditambah lagi syarat tambahan yaitu negara tujuan harus keren, masa study lebih dari 6 bulan dan tentu saja “gratis” :mrgreen: :mrgreen:

Singkat cerita dengan perjuangan keras semalaman, akhirnya aku menemukan dua program yang seperti cocok untuk aku. Namanya CCIP dan URGAD. Selidik punya selidik, paginya aku baru sadar kalau ternyata URGAD itu diperuntukan untuk anak smester tiga. Jadi sekarang harapanku tinggal CCIP. Dengan mengumpulkan keberanian akhirnya pada tanggal 5 Agustus 2009 pagi hari meluncurlah email saya dengan mulus ke kantor AMINEF. Email itu sendiri berisi pertanyaan apakah saya memenuhi kualifikasi minimum untuk mendaftar program ini.

Kualifikasi Minimum yang mereka butuhkan adalah sebagai berikut :

Persyaratan CCIP »

Biro Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan adanya program Community College Initiative. Program baru pertukaran pendidikan bertaraf international ini memberikan kesempatan kepada warga Brazil, Mesir, Indonesia, Pakistan, Turki dan Afrika Selatan untuk belajar di suatu Community College di Amerika untuk mengembangkan keahlian profesi mereka.Bidang yang ditawarkan: Business Management and Administration; Tourism and Hospitality Management; Health Professions, including Nursing; Media; Information Technology; Agriculture; dan Engineering Science.

PERSYARATAN

Untuk mendaftarkan diri, peserta harus:

  • Telah lulus SMA; D1, D2, D3 dan S1
  • Prioritas diberikan kepada lulusan SMA
  • Pelamar yang lulus dengan S1 boleh mendaftar asalkan bidang studi S1 mereka berbeda dengan program CCIP yang akan mereka daftar dan relevan dengan pekerjaan mereka sekarang.
  • Pelamar yang mempunya ijasah S2 dan S3 tidak boleh mengikuti program ini
  • Mempunyai pengalaman kerja di bidang yang relevan dengan program yang mereka inginkan;
  • Memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang cukup untuk mengikuti program yang merupakan mata kuliah di tingkat akademis dengan program Bahasa Inggris intensif selama 6 bulan di Amerika;
  • Menyerahkan formulir pendaftaran yang sudah diisi; dan
  • Minimum Institutional TOEFL score 500 atauTOEIC score 650 atau IELTS 5.0 (score yang berlaku harus kurang dari 2 tahun).

PROGRAM DI AMERIKA

Program Community College Initiative menyediakan tiket pesawat pulang pergi ke Amerika, biaya hidup selama mengikuti pendidikan bahasa, pendidikan akademis dan profesi serta training yang ditawarkan, biaya mengikuti program, asuransi kesehatan dan biaya mengikuti kegiatan kebudayaan. Peserta akan mengikuti program bersama dalam satu kelompok yang di suatu community college pilihan. Program bervariasi jangka waktunya antara 6 bulan sampai 1 tahun dan peserta akan mendapatkan sertifikat atau ijasah Diploma. Peserta diharuskan untuk kembali ke negara asal setelah program berakhir dan tidak diperbolehkan untuk langsung meneruskan ke jenjang pendidikan S1 di universitas di Amerika.

PENYERAHAN FORMULIR PENDAFTARAN

AMINEF melakukan pendaftaran program ini atas nama Biro Pendidikan dan Kebudayaan Amerika Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Silahkan mengirimkan formulir pendaftaran(formulir asli dan dua fotokopi) ke AMINEF dengan melampirkan dokumen dibawah ini:

  • Formulir aplikasi yang sudah diisi.
  • Fotokopi hasil tes TOEFL/TOEIC/IELTS yang paling baru, masih berlaku dan kurang dari 2 tahun.
  • Fotokopi ijasah SMA dan atau SKHUN (terjemahan bahasa Inggris).
  • Fotokopi kartu identitas (KTP atau paspor).

Didalam mulut ada lidah

Jika sakit membawa nestapa

dunia terasa indah

jika kabar baik yang menyapa


satu hari setelah email itu aku kirimkan datanglah email dari AMINEF yang menyatakan aku memenuhi kualifikasi minimum dan dipersilahkan untuk mendaftar :o . Akhirnya hari itu juga langsung aku download formuli pendaftaran di sini.

Tips Beasiswa ala Kojack

Kalau kamu arahkan cursormu ke para mesin pencari dan mengetikan kata kunci “tips mencari beasiswa” maka akan banyak sekali tips yang kamu peroleh. Pertanyaannya, kenapa saya masih menulis tentang tips mencari beasiswa?

Jawabannya sederhana saja, karena saya ingin berbagi trik yang saya gunakan dulu. Minimal tips dari saya ini bekerja untuk saya. Oh ya, untuk pengalaman pribadi saya dalam menerapkan tips yang saya tulis disini bisa kamu baca di tulisan saya selanjutnya ;-) .

secara garis besar, menurut saya ada tiga tahapan dalam mencari beasiswa

  • Kemampuan Mengenali Kemampuan Diri

Pembahasan »

Kemampuan Mengenali Diri

Secara sederhana kemampuan ini berarti kemampuan mendeskripsikan diri anda. Misalnya begini :

  • Saya adalah seorang yang moody
  • Saya memiliki IPK >3.5 (red : Pacar penulis, Bukan penulis :!: )
  • Kemampuan terhebat saya bukan dalam matematika (red : ini baru penulis)
  • Saya orangnya pendiam dan introvert
  • Saya tidak merasa tertekan dalam wawancara
  • Saya menyukai public speaking
  • Saya suka kerja di laboratorium
  • Saya suka donat manis
  • saya suka donat asin ( :?: )
  • dan lain – lain

Secara lebih komplek, konsep mengenali diri disini adalah mengetahui kelemahan dan kelebihan yang kamu miliki sehingga keduanya bisa kamu “mainkan”. Ibaratnya dalam sebuah permainan kartu maka kamu mengerti benar mana kartu yang merupakan kelemahanmu  dan mana kartu terkuatmu. kalau kamu tahu kartumu maka ada peluang kamu bisa mainkan untuk memenangkan permainan (red : walau belum tentu menang juga). Betul kan? By the way, Percaya tidak bahwa ada orang yang tidak kenal dirinya sendiri?

  • Kemampuan Mencari Beasiswa

Pembahasan »

Kemampuan Mencari Beasiswa

Saat ini dunia benar benar berada di ujung jari anda. Tinggal masukan kata kunci yang tepat lalu klik maka beratus – ratus informasi beasiswa akan muncul di depan anda. Tapi kadang sulit bagi pemula untuk memilih dan memilah informasi mana yang akan berguna dan cocok bagi kamu karena masing masing beasiswa memiliki skema yang unik.

Untuk itu tidak ada salahnya meluangkan waktu browsing di internet mengunjungi blog – blog para penerima beasiswa untuk mengetahui seluk beluk beasiswa tersebut dari keyboard pertama. ;-) . siapa tahu kalau kamu beruntung bisa dapet kontak email, Facebook atau YM untuk konsultasi secara lebih intensif ;-)

Nongkrong di tempat tongkrongan para grantees (red : penerima beasiswa) seperti milis atau grup facebook juga akan memberikan banyak informasi berharga buat kamu. Saya sendiri sekarang jadi moderator di grup Penerima/Calon Penerima Beasiswa Dalam & Luar Negeri dan saya akan dengan senang hati menshare informasi tentang beasiswa dan membantu kamu disana.

Nah, setelah kamu bisa mengenali dirimu dan mendapatkan berbagai info tentang beasiswa maka kamu sekarang seharusnya bisa memilah dan memilih mana beasiswa yang cocok untuk kamu :mrgreen:

  • Kemampuan Mengemas Diri

Pembahasan »

Kemampuan Mengemas Diri

Nah, diantara ketiga kemampuan dasar yang saya sebutkan maka inilah yang paling tricky. Disini kamu harus mengkombinasikan antara kreativitas dan logika. Kreativitas itu layaknya make up untuk perempuan, kalau kurang ga kelihatan peningkatan kecantikannya, kalau kelebihan maka menor, kalau pas baru kelihatan cantik. Masalahnya adalah tidak ada aturan baku seberapa banyak kreativitas bisa ditambahkan, untuk itulah diperlukan logika agar semua yang kamu kemas dan kamu make over itu tetap logis dan tidak “muluk – muluk”.

Trik dalam mengemas diri adalah subjektifitas. Seperti yang saya bilang bahwa tidak ada ukuran pasti berapa jumlah perbandingan antara logika dan  kreativitas yang harus ditambahkan :mrgreen: .  jadi banyak banyaklah belajar dan mencoba. Triknya seperti orang masak resep yang baru pertama dicoba,

  • pertama baca teorinya,
  • lalu coba dibuat,
  • kemudian dirasain,
  • kalau ga enak ya coba di kurangi atau ditambahin bumbunya. :mrgreen:

sebagai tambahan, skill yang wajib kamu miliki adalah skill menulis baek menulis essay atau Letter of Recommendation. Untuk tips menulis ini akan penulis bahas di tulisan selanjutnya :grin:

Kesimpulan dari semua tips ini adalah :

“Kemampuan memasarkan diri sendiri adalah syarat yang harus dimiliki jika ingin mendapat scholarship!”

  1. Mengenali Beasiswa

Kenapa Kojack Memilih CCIP?

Banyak dari teman temen saya di kampus atau teman yang berkenalan dengan saya dunia maya (red : Blog+FB) bertanya :

“Kenapa saya memilih CCIP?”

jawaban saya sich simple sekali,

“Karena program itulah yang paling cocok untuk saya.” ;-)

Tapi, jika ditelaah lebih lanjut maka sebenarnya proses untuk memantapkan diri mengucapkan delapan kata yang saya rangkai dalam satu kalimat itu sangatlah rumit. 8-)

Dulu saat saya sedang getol mencari beasiswa di pertengahan awal Agustus 2009 status saya adalah mahasiswa aktif di IPB. Beasiswa yang paling akrab di telinga saya ya beasiswa ke amerika dari AMINEF karena dulu saya pernah dateng ke seminarnya di IPB (red : yang dibundle dengan pre-TOEFL dengan tiket Rp.20.000,-). Saat itu saya tidak tahu tentang beasiswa lain sehingga cursor saya langsung saya arahkan ke website AMINEF.

Sebenarnya AMINEF menyediakan beasiswa khusus untuk mahasiswa aktif S1 seperti saya yaitu UGRAD. Masalah buat saya adalah persyaratan program ini adalah merupakan mahasiswa semester tiga. Padahal saya sudah semester tujuh dan sedang dalam proses menyelesaikan tugas akhir (red : tahap mencari inspirasi).

nah setelah menimbang – nimbang dan mengira ira, akhirnya saya merasa program CCIPlah yang cocok untuk saya. Karena itu saya langsung kirim email ke AMINEF tertanggal 04 Agustus 2009  jam 07.30 pagi ke infoeas[at]aminef.or.id untuk menanyakan lebih jauh, emailnya seperti ini :

Surat ke AMINEF »

lalu dibalas oleh Officer AMINEF sehari berselang pada tanggal 5 agustus 2009 lengkap dengan formulir pendaftaran sebagai lampiran.

emailnya seperti ini :

Balasan Dari Aminef »

maaf kalau gambarnya kekecilan sehingga susah dibaca (red : sebenernya sengaja). Intinya adalah, saya memiliki kualifikasi minimal untuk mendaftar program ini dan dipersilahkan melengkapi administrasi dengan mengambil test TOEFL-ITP.

Nah, inilah titik awal saya mantap memilih CCIP dan ini juga titik awal perjuanang memperoleh beasiswa ini.

Kenapa Kojack Memilih Amerika?

Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan di Amerika Serikat sudah terkenal dengan kualitasnya. Amerika Serikat adalah negara tujuan utama pelajar internasional dengan sekitar 30% pelajar internasional dunia :shock: . Jadi secara point per point, inilah alasan utama kenapa saya memilih amerika sebagai negara tujuan untuk belajar :

  • Kualitas Pendidikan

Tidak dipungkiri bahwa ada stereotipe bahwa kualitas pendidikan disini memang lebih baik dari negara kita. Kualitas pendidikan di Amerika sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia. Jadi dulu main set saya adalah sistem pendidikan disini pasti OKE.

setelah saya sampai disini, ternyata sistem pendidikan disini memang OKE! Pengajarnya tahu apa yang mereka ajarkan dan sangat profesional. setelah dua bulan summer class, saya mulai bertanya tanya : “Apakah bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, Pernah menjadi konsultan pendidikan di Amerika ya?”

Ironis memang untuk dituliskan, tetapi berdasarkan pengalamanku sistem pendidikan Amerika lebih mampu menerapkan konsep “Ing ngarso sung tulodo, ing madya mbangun karso, tut wuri handayani” dibanding negara asal konsep itu sendiri :cry:   .

oh ya, satu hal yang aku salut dari para pengajar disini adalah mereka mengajar karena itu impian mereka. Mereka berkomitmen pada apa yang mereka ajarkan dan berusaha sebaik mungkin dan turut mengembangkan diri untuk membuat murid – muridnya semakin pintar. Paradoks yang lain saya temukan di kehidupan saya sebelumnya, dimana saya menemukan pengajar yang menjadi guru karena tidak diterima di berbagai pekerjaan lain. Sehingga mereka tidak profesional, mereka bukan mengajar untuk membuat muridnya pintar, mereka datang ke kelas sekedar untuk menggugurkan kewajiban. :cry:

  • Sarana Pendukung Berteknologi Tinggi

Dari pada saya bicara panjang lebar soal ini sepertinya kecepatan internet di kampus saya sekarang bisa bercerita dengan lebih jujur dan objektif.

Dua hal itulah yang membuat saya sekarang bersekolah di Amerika. Alasan itu yang membuat saya berkeinginan sekolah ke Amerika. Sebenarnya masih ada alasan lain ; alasan yang tidak berhungan dengan akademik. Tapi itu akan saya bahas di tulisan lain saja. Untuk tulisan ini saya membahas dari sudut akademik saja dulu.
untuk para pembaca, See you at US!!! ;-)
Please Leave a comment for me ;-)

Bahasa Inggris+Beasiswa+ Kojack

Biasanya semua negara pemberi beasiswa meminta TOEFL/IELTS score  sebagai syarat mutlak. TOEFL dan IELTS sendiri merupakan satuan alat ukur yang membantu pemberi beasiswa untuk mengukur kemampuanmu dalam menggunakan bahasa asing khususnya Bahasa Inggris.

Soal bahasa Inggris ini, teman saya yang kebetulan rada bermasalah dengan bahasa inggris ada yang sempat bertanya, kenapa sich bahasa Inggris melulu yang diminta? jawaban saya waktu itu, “Mending kali bahasa inggris, coba yang diminta bahasa Hindi atau Urdu. Makin puyeng dah elo!” :grin: :grin: :grin: tetapi jawaban yang benar adalah karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional.

Permintaan TOEFL score dari masing masing beasiswa bervariatif, mulai dari 450 – 600 sedangkan untuk . Jika anda masih punya banyak waktu maka saran saya, siapkan TOEFL score anda dengan mengikuti bimbingan belajar dan persiapan TOEFL secara serius. Jika memang anda tidak memiliki waktu lagi untuk ikut bimbingan (red : seperti kasus penulis) maka gunakan setiap sisa waktu yang anda miliki untuk belajar sendiri menggunakan buku latihan TOEFL yang dapat diperoleh di banyak toko buku. Kemudian cobalah mengambil Test TOEFL tersebut sambil banyak banyak berdo’a.

TOEFL untuk yang baru berkenalan dengan TOEFL maka di bawah ini ada contoh sertifikat TOEFL-ITP.

Contoh Sertifikat TOEFL-ITP »

contoh Nilai TOEFL

Untuk IELTS saya tidak tampilkan karena saya sendiri belum pernah berurusan dengan IELTS. IELTS ini biasanya dipakai untuk negara negara Common Wealth (Persemakmuran Inggris)

Why Kojack Pursue A Scholarhip?

beasiswa

First time when I decided to pursue a scholarship to study abroad is to make my parents (especially my father) proud of me :oops: .  Therefore, when I was in my third year in Bogor Agricultural University I tried to apply a scholarship  to Japan, but I failed :cry: . I failed because a stupid reason and sorry because I cannot tell you :sad: . However, that bad experiences make me realize if my parent will proud of me if I got a scholarship to study aboard. :mrgreen:

Therefore, when I applied for this scholarship, my motivation was very simple : “I want to make my parents proud.”

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.