Archive for Road to America

Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (3)

Empat Ratus Enam Puluh Tujuh, yaps 467.”

Itu merupakan nilai yang saya peroleh dari Test TOEFL Prediction Ajaib yang saya ikuti. Sebenarnya bukanlah nilai yang buruk, paling tidak jika dibandingkan dengan teman – teman saya lang lain. Terlebih, memang saya mengikuti test itu tanpa persiapan apapun dan tujuan saya memang “hanya” untuk mengukur dimana posisi bahasa inggris saya.

Nah, mungkin kamu bertanya,”Dengan nilai segitu kok kamu bisa daftar CCIP?”. Seperti yang kita tahu bahwa salah satu syarat CCIP itu harus punya nilai TOEFL>500.”kok bisa?”

Begini teman, setelah saya niatkan mendaftar CCIP tentu saja saya mengambil prediction TOEFL test lain yang tentu saja tidak seajaib test sebelumnya sebagai alat ukur kemampuan diri saya.Saya mengambil prediction TOEFL test di UPT Bahasa IPB  yang mereka sebut  sebagai Placement test. Awalnya sich saya ikut itu karena ini merupakan syarat ikutan les buat mendongkrak TOEFL saya, tapi karena beberapa alasan maka saya batalkan keinginan ikutan les itu. Untuk metode belajar TOEFL, akan saya bahas di posting berikutnya.

Oh ya, Prediction TOEFL Test yang kedua ini lebih menyenangkan dan menurut saya nilai yang diperoleh lebih bonafit dan akurat dibanding yang pertama. Ya, secara biaya yang saya keluarkan juga lebih banyak (Red : Rp.50.000,- tanpa makan siang) sehingga nilai yang saya peroleh juga lebih bisa dipercaya. nah, mungkin kamu penasaran, berapa nilai yang saya cetak di test ini? nantikan posting saya selanjutnya tiga hari dari sekarang. :mrgreen:

Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (2)

Overview »

Posting ini merupakan bagian dari artikel “Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris”Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (1) – Introduksi

Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (2) – Try out Ajaib <<<< Anda Disini

Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (3) – Hasil Try out

Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (4) – Cara Belajar Saya

Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (5) – Hasil yang saya peroleh

Seperti layaknya TOEFL sebenarnya, test ini dibagi menjadi tiga sesi yaitu listening, structure dan reading. Sesi pertama dimulai dengan dikeluarkannya sebuah tape compo dari sarangnya. Selanjutnya bapak yang memberikan presentasi sebelumnya memberikan pengumuman tentang petunjuk pengerjaan dan pengisian jawaban pada kertas computer dengan cara dilingkari dan dihitamkan.

Setelah semua peserta siap, bapak tersebut menekan tombol “play” pada tape compo-nya kemudian menempelkan microphone-nya di depan speaker tape compo sehingga suara renyah seorang instruktur berbahasa inggris membahana di dalam ruangan.

Belum khatam intruktur itu membacakan instruksi,  tiba – tiba suaranya melemah, timbul- tenggelam, lalu menjadi menjadi aneh seperti suara kokok ayam jago dipagi hari yang keselek biji semangka.

Selidik punya selidik ternyata kaset yang sudah digunakan berpuluh – puluh kali itu kali ini ngadat sehingga pitanya melesat dari relnya, istilah keren dari fenomena ini adalah nglokor. Kombinasi menakjubkan antara teknologi purba tape analog di abad milineum ditambah fenomena nglokor yang sekarang sudah sangat langka benar – benar membuat sesi listening itu menjadi “nostalgia masa muda” dan “sebuah pengalaman yang tak terlupakan”.

Bapak itu terlihat gelisah karena penghianatan salah satu sahabat setia yang selama ini diandalkannya dalam mencari sesuap nasi, panitia gelisah karena takut acara gagal, peserta di garis depan gelisah karena takut mereka tidak jadi ikut try out, peserta di garis tengah gelisah karena mereka bakal telat datang kencan, sedangkan orang – orang iseng seperti saya yang berserakan di garis belakang gelisah karena takut penyiksaan ini akan berlangsung lebih lama dari waktu yang ditentukan dan jatah konsumsi baru akan keluar setelah jam makan siang lewat. :mrgreen:

Setelah berjuang 15 menit mengurai pita yang tersangkut di dalam tape akhirnya sesi listening dimulai lagi, tapi apa daya mau dikata, baru saja sang intruktor dalam kaset membacakan soal nomor sepuluh tiba – tiba dia pamit “kebelakang” dan kasetnya ngelokor lagi. 8-O

Akhirnya sesi listening dihentikan untuk sementara dan peserta dipersilahkan mengerjakan sesi structure dan reading untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiswa malang yang menjadi panitian pontang panting mencari tape rekorder lain yang bisa digunakan.

Semua terdiam dalam senyap semua fokus tenggelam pada lembar jawabannya. Beberapa orang di barisan depan terlihat berkeluh kesah dan keningnya berkerut tanda berusaha mem-flash back aturan – aturan grammar yang dulu pernah di ingat. Beberapa di tengah – tengah terlihat memasang senyuman yang menandakan it just a piece of cake (red : ini gampang). Beberapa yang lain memasang senyuman khas orang yang memasrahkan seluruh nilai TOEFL-nya kepada tuhan yang bersemayam jauh di langit ketujuh sana. Esok, jika nilanya jelek dia bisa berkata “toh ini hanya prediction dan saya ikut test itu tanpa persipan.”, tapi kalau nilai hasil menghitung kancing baju itu bagus maka dia bisa berkoar – koar sepuasnya di depan temannya yang jumlah kancingnya berbeda dengan dia.

Kelompok dibelakang didominasi oleh para pemuda yang punya kecenderungan untuk melongok jawaban temannya saat mentok. Seolah – olah nilai TOEFL prediction ini akan mempengaruhi hidup mereka secara signifikan, seolah – olah nilai ini akan dicantumkan ke ijazah mereka, seolah – olah hidup ini lebih mudah kalau tidak jujur dan di negara ini segala sesuatu bisa di negosiasikan jika duduk di “belakang”.

Teman, ternyata tuntutan memperoleh nilai bagus dengan berbagai cara ditengah persaingan yang ketat, secara konstan telah membentuk mentalitas mengkeret di belakang lalu diam – diam melongok pada lumbung padi tetangga untuk merampok. :|

Setelah sesi structure dan reading itu selanjutnya kamu “kembali” ke sesi listening. Kali ini sesi itu dilengkapi dengan tape compo yang lebih bonafit dan telah dipastikan panitia tidak akan ngelokor. Tetapi apa mau dikata, entah karena ruangan yang terlalu besar dengan tata suara yang amburadul dikombinasikan dengan sound system sekelas hajatan sunatan di kampung saya maka yang terdengar di telinga saya tak ubahnya orang bule yang berbicara sambil sibuk mengunyah hamburger.

Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (1)

Seperti yang sudah kita tahu bersama, bahwa kita ini sudah belajar bahasa inggris semenjak SMP sampai SMA dan ditambah lagi dengan tiga sks wajib saat kuliah. Dengan menghabiskan waktu tujuh tahun lebih, kenapa masih saja bahasa inggris menjadi momok bagi saya saat mendaftar sebuah beasiswa?

:mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Sebuah pertanyaan yang menggelitik untuk membuka posting saya selanjutnya tentang proses mempersiapkan diri melamar beasiswa CCIP. Posting ini akan bercerita tentang pengalaman saya “kejar setoran” belajar bahasa inggris untuk mendongkrak nilai TOEFL saya dalam dua bulan. Oh ya, supaya anda tidak bingung dalam mengikuti post ini silahkan baca juga artikel saya yang lain di blog ini, terutama artikel “Bahasa Inggis + Beasiswa + Kojack” dan “Kojack Mempersiapkan Syarat Administrasi”

Seperti yang saya bilang, petualangan mengejar beasiswa saya dimulai dengan sebuah “keisengan” untuk mengikuti test TOEFL prediction murah yang di bundle dengan seminar AMINEF di IPB. Waktu itu saya sendiri kurang nggeh apa itu AMINEF, jadi niat saya ikut seminar itu hanyalah ikut tes TOEFL prediction (red : tiketnya Rp. 20.000,-, murah kan?) untuk mengetahui kemampuan bahasa inggris saya tanpa belajar.

Saya masih ingat try out itu dibuka dengan berapi – api dan hangat oleh dua pembawa acara yang sepertinya masih mahasiswa juga. Semangat yang cukup kontras dengan dinginnya suhu ruangan yang gila – gilaan dan  satu jam molornya waktu mulainya acara dari jadwal aslinya. Mahasiswa dan mahasiswi itu tampak klimis dengan setelan formal yang serba matching, ditambah dengan gaya dandanan yang tampaknya sangat “terurus”, potongan rambut yang rapi dan gaya, serta senyum khas tuntutan pekerjaan tanpa dibayarnya itu yang selalu terkembang pada semua orang. :mrgreen:

Acara dilanjutkan dengan sesi membosankan oleh seorang bapak gendut yang menjelaskan tentang TOEFL dengan gaya sales peralatan rumah tangga. Suhu yang dingin akibat AC yang terlalu kencang, ceramah membosankan yang didramatisir layaknya dongeng anak – anak ditambah posisi duduk saya yang kebetulan ada di belakang engan sukses mengantarkan saya pada sebuah kondisi yang sering disebut sebagai ngantuk yang tak tertangguhkan. Satu hal yang sempat menarik minat saya adalah bagaimana bapak itu mampu mengkonversi nilai TOEFL Prediction jualannya dan nilai TOEIC menjadi kemungkinan nilai TOEFL-ITP dengan persamaan matematika canggih yang namanya “persamaan saya rasa…”. Benar – benar presentasi yang canggih luar biasa di depan para mahasiswa yang katanya adalah “intelektual muda berotak encer”. Hebat bukan buatan bapak itu.

Dengan terkantuk – kantuk, sayup – sayup saya mendengar bapak itu menyudahi gaya presentasi sales peralatan rumah tangganya dan mulai berubah gaya menjadi sales produk Multi Level Marketing yang mulai menawarkan mimpi – mimpi yang bisa diraih oleh prospeknya jika “join” (red : kenapa ga “bergabung” aja? Karena “join” terdengar lebih renyah dan import. Bukannya bisnis ini adalah bisnis pencitraan?) dengan “waralaba”-nya. Bagi saya sich, perubahan gaya ini berarti menandakan bahwa presentasi ini akan segera selesai dan waktunya pindah ke sesi berikutnya.

Sesi berikutnya adalah presentasi tentang AMINEF. Seorang wanita setengah baya maju untuk berpresentasi. Perbedaan dari presentasi sebelumnya adalah ibu ini terlihat sangat terdidik dari cara dia menyampaikan presentasi yang mirip dengan cara dosen mengajar di kelas. Persamaan dari presentasi sebelumnya adalah saya tetap ngantuk.

Ibu ini menjelaskan secara garis besar bagaimana berkuliah di US dengan biaya sendiri (red : saya tidak tertarik dengan bab ini karena saya tidak punya uang yang cukup) serta beasiswa Fulbright yang tersedia untuk indonesia (red : yang ini saya tertarik). Kali ini dengan mata lebih segar saya bisa menyimak ibu ini mengakhiri presentasinya dan ini berarti acara berpindah ke sesi yang ditunggu yaitu tes TOEFL prediction.

Bersambung…..

Lanjutan Artikel ini hanya bisa di dibaca oleh kamu yang telah meninggalkan komentar dan bergabung pada Kojack’s Fan di Facebook

Kojack Mengisi Formulir CCIP dan Membuat Essay

Untuk kamu yang memutuskan/tertarik apply beasiswa CCIP, langkah pertama tentu saja membaca syarat ketentuan ini :

Syarat Ketentuan »

The Bureau of Educational and Cultural Affairs of the United States Department of State is pleased to announce the Community College Initiative Program.  This new international educational exchange program enables individuals from Brazil, Egypt, Indonesia, Pakistan, Turkey and South Africa to study at a community college in the United States to develop professional skills.

Eligible fields are Business Management and Administration; Tourism and Hospitality Management; Health Professions, including Nursing; Media; Information Technology; Agriculture; and Engineering Science.

ELIGIBILITY

To apply to the program, candidates must:

  • Have completed a secondary school education; D1, D2, D3 and S1
  • Preference will be given to High School Diploma
  • Applicants with a Bachelor’s degree are eligible if they are applying in a field different from the field of their degree and have relevant work experience in the field for which they are applying.
  • Applicants with MA or PhD degrees are not eligible to participate.
  • Have relevant work experience in the field in which they are applying;
  • Have English language skills that provide a basis for enrolling in academic coursework following approximately 6 months of intensive English language study in the U.S.;
  • Submit a complete application; and
  • Minimum Institutional TOEFL score 500 or TOEIC score 650 atau IELTS 5.0 (only scores less than 2 years old are valid).

U.S. PROGRAM

The Community College Summit Initiative Program will provide funding for round-trip airfare to the U.S.; a living allowance during English language, academic, and practical training program components; tuition costs; health insurance; and cultural enhancement activities.  Students will be hosted in groups by community colleges competitively selected to participate in the program.  Programs may range from six months to two years in duration and may result in either a certificate or an Associate Degree.  Students are required to return home at the end of their program and may not transfer to a four-year U.S. academic institution.

SUBMISSION OF APPLICATIONS

AMINEF is administering this program on behalf of the Bureau of Educational and Cultural Affairs of the United States Department of State.  Please return to AMINEF your complete application package (original application and two copies) by the application deadline that includes:

  • Completed application form.
  • Copy of your most recent, less than two years old, TOEFL/TOEIC/IELTS score report.
  • Copy of high school diploma (English translation).
  • Copy of identity document (KTP or passport).

Please send the application package to AMINEF Office, Gedung Balai Pustaka, 6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720 NO LATER November 1, 2010.

For additional information, contact infofulbright_ind@aminef.or.id.

We do not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to American Indonesian Exchange Foundation.

syarat ketentuan ini dikutip dari sini

Setelah membaca syarat dan ketentuan tersebut dengan seksama, maka langkah berikutnya yang harus diambil adalah mengunduh formulir aplikasi di sini. Formulir tersebut tersedia dalam format MS Office 2003. Ini merupakan formulir pendaftaran resmi dari AMINEF untuk program CCIP, jadi jangan sampai tertukar dengan formulir dari program lain, tampilan aplikasi itu adalah sebagai berikut :

Lanjut ke pembahasan konten, disana bisa kamu lihat bahwa formulir ini dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu formulir identitas diri, formulir essay dan formulir application certification statment (ACS). Sekarang mari kita bahas masing – masing bagian tersebut sesuai dengan pengalaman saya.

1. Identitas diri

Menurut saya ini bagian yang relatif mudah untuk diisi. disitu kamu hanya disuruh untuk mengisikan identitasmu. Informasi yang harus diinformasikan disini antara lain, nama, alamat, jenis kelamin, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, dll. Oh ya, disini kamu ditanya apakah kamu pernah pergi ke luar negeri?Jika memang belum pernah (red : seperti penulis) maka jangan ragu untuk menuliskan none. oh ya, sebelum mengisi, baca petunjuk dengan seksama dan tolong diingat bahwa kamu tidak boleh mengkosongkan kolom dari aplikasi ini karena aplikasimu akan dianggap belum lengkap. Jika memang tidak ada informasi yang bisa kamu tuliskan di kolom tersebut maka tulis saja : none.

2. Formulir Essay

Nah, inilah bagian yang paling tricky dan membingungkan bagi banyak orang. Kamu harus mampu membuat essay yang mampu meyakinkan pemberi beasiswa. Pertanyaan yang diajukan antara lain adalah : “kenapa anda merasa diri anda akan menjadi kandidat yang baik?” sampai dengan “apa yang akan anda bagikan pada amerika?” dll. Mayoritas penanya yang menghubungi saya baik via internet, email atau facebook bertanya tentang bagian ini, dan beberapa dari mereka meminta saya mengirimkan aplikasi saya kepada mereka. Tetapi, jawaban saya selalu sama. “maaf saya tidak bisa mengirimkan aplikasi saya pada anda. ;-) , tapi silahkan anda buat essay anda dan saya akan dengan senang hati memberi masukan pada essay anda ” jadi jika anda ingin saya mengirimkan aplikasi saya maka jawaban yang serupa akan saya berikan pada anda :idea: .

Saran saya untuk kamu adalah, belajarlah menulis. Kita sudah belajar menulis sejak SD tapi menuangkan apa yang ada dalam otakmu pada sebuah keyboard secara terorganisir akan sangat berbeda tantangannya dengan sekedar memindahkan kalimat “ini ibu budi” di papan tulis ke bukumu seperti waktu SD dulu :mrgreen: . Saran kedua adalah, pahami posisimu. Tempatkan mindset-mu bahwa kamu menulis untuk membuat pemberi beasiswa percaya pada kapasitasmu, bukan untuk kepuasan batinmu :idea: . Saran ketiga, open mind. Pelajari hal – hal baru, mintalah testimonial pada para alumni atau grantee sebelumnya, karena dari situlah kamu akan memahami “medan perang” yang akan kamu hadapi. (red : ini filosofi tentara yang sangat berguna. Maju perang tanpa persiapan = setor nyawa)

3. Application Certification Statment (ACS)

Aplikasi ketiga adalah Application Certification Statment (ACS). Ini adalah aplikasi yang paling mudah diisi. Kamu cukup mengisi tanggal dan membubuhkan tanda tangan maka, ta da! aplikasimu selesai.

Selamat sekarang kamu sudah sedikit banyak mengerti tentang cara mengisi formulir beasiswa CCIP. Jika kamu suka dengan artikel ini maka tolong tinggalkan komentar di blog ini, karena komentar bagi blogger seprti saya tak ubahnya adrenaline yang akan menyemangati saya untuk lebih produktif :idea:   .

Cheapest Way to Call Indonesia Kojack Version

Hello Readers,

On my last post, I explained you about how to prepare the documents to apply a scholarship, especially for CCIP scholarship, so my next post must explain about the next step about applying a scholarship. However, because I want to share some tips with my other friends from Indonesia who comes to US in same program with me, so I choose to skip to the next topic and write about live in America for an Indonesian. In this post I want to write about easiest and cheapest way I know to call friend’s or family’s cell phone/fixed phone in indonesia.

Indonesian Version »

Hello pembaca,

di post terakhir saya menulis tentang cara menyiapkan dokumentasi dalam mendaftar beasiswa, maka seharusnya post ini bercerita tentang kisah selanjutnya tapi masih dalam topik mendaftar Beasiswa, tapi karena keinginan saya untuk berbagi dengan teman – teman Indonesia yang ada di US maka topiknya terpaksa meloncat dulu tentang beberapa tips untuk survive di US.

Karena segmen pembaca adalah orang indo yang di US maka saya gunakan bahasa inggris untuk post saya ini.

Let’s break a leg!

Are you ready? here we go!

First, do you know VoIP (Voice over Internet Protocol)? It is a new method for you to call your friend’s or family’s cell phone/fixed using internet. The benefit from this method is cheap. For you who want to know more about VoIP, I think wiki will give you a long describtion about it, and you can check that here

Out there you can find a lot of VoIP provider. They have of plans and packages for you, you can chose what you want and what you like, but I choose and this post will tell you about how to make a call using this provider.

I have three main reason why I chose this provider. First, this provider is cheap. This provider only costs you two cent/minute to call fixed phone in Jabodetabek (+62 21) and eight cent/minute to call cell phone and another fixed phone out site the Jabodetabek area. Second, I can use my paypal account top up my credit. That feature really helpful for student like me who did not have a credit card. Third, I read a lot of good review about this provider in internet. ;-)

oke, now is time to talk about how to use it.

1. Register to

  • Click “Create a Free Account”
  • Chose your country as “United State”
  • Put your phone number in America. you can use cell phone number or fixed phone number
  • Input the number you want to call in Indonesia
  • Fill  ID like when your register email of facebook
  • Congratulation! You did it!

2. Add funds

  • add fund to make your first call. like I said before, you can use paypal. for FAQ you can see here

3. Install the client

  • you can find full guide here

4. Let’s make a call

let’s make a cheap call to indonesia.


if you like my post and you think this post is useful, I will happy if you add some donation for this website by leaving a comment, and I’m sorry for this very simple post. I’m a little busy right now, maybe if a have more spare times I will re edit this post and add some picture and video.

Tips Mendapatkan Beasiswa Keluar Negeri Ala Kojack

Well, setelah menulis 3 artikel dengan bahasa inggris maka sekarang waktunya menulis artikel dengan bahasa ibu, Bahasa Indonesia. ;-) berhubung blog ini adalah lanjutan dari blog saya terdahulu yang saya fokuskan untuk men-share petualangan saya, jadi saya putuskan untuk memindahkan beberapa konten dari blog terdahulu yang masih relevan dengan kondisi terakhir. ;-)

oh ya, dulu tulisan ini saya buat saat sedang mengumpulkan info mencari beasiswa ke US, tulisan aslinya sendiri bisa kamu lihat DISINI ada sedikit perubahan dan penambahan yang saya lakukan pada tulisan ini mengingat bertambahnya pengalaman yang saya dapat. oke, silahkan disimak!

okelah, sekarang kita membahas mulai dari apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengejar beasiswa keluar negeri :

  • Prestasi Akademik; biasanya beasiswa keluar negeri tidak meminta syarat yang terlalu tinggi. Ada beberapa bahkan hanya meminta IP (indeks prestasi) >2.50 atau bahkan tidak meminta IP sama sekali, tapi banyak juga yang meminta IP > 3.00 (terutama untuk master degree). Jadi kesimpulannya adalah, jika terlanjur IP kamu “kurang kinclong” (red : kayak saya) kamu masih punya peluang untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri, dengan trik memfokuskan diri pada kelebihanmu yang lain. Tapi, sebaiknya jika memang masih bisa diusahakan dapatkanlah IP sebaik mungkin. Minimal kejarlah IP anda > 3.00 sebagai batas aman. ;-)
  • Prestasi Non Akademik, selain prestasi akademik maka prestasi non akademik sebenarnya juga dapat menjadi nilai plus yang sangat membantu jika anda bisa mengeksploitasinya. prestasi non akademik bisa macam – macam, mulai dari bidang akademik atau non akademik. Akademik misalnya kamu mejadi aktivis (red : bukan gaya penulis) di suatu lembaga kampus atau mengikuti dan memenangkan sebuah kompetisi (red : ini baru gaya penulis). Di dunia kerja, prestasi non-akademik ini bisa macam macam, misalnya kamu mampu menjadi tenaga pemasar terbaik, kamu bisa bertahan jadi orang jujur (red : bertahan ga korupsi) di sarang penyamun atau jadi employee of the month satu tahun berturut – turut :mrgreen: .
  • Penguasaan Bahasa Asing, tak bisa dipungkiri bahwa ini merupakan syarat mutlak yang diperlukan mendapatkan beasiswa keluar negeri. Penguasaan bahasa asing yang “sangat buruk” akan menyusahkan kamu sendiri nantinya jika dengan ajaib kamu bisa lolos dari seleksi. Yang saya maksud disini bukan berarti kamu harus cas-cis-cus berbahasa asing. Paling tidak jika anda sudah bisa menguasai dasarnya dengan mampu mengerti apa yang orang sampaikan dalam bahasa asing dan dapat menyampaikan apa yang anda inginkan. jika standar minimal itu sudah terpenuhi maka majulah! ambil kesempatan beasiswa itu! bahasa bukan lagi penghalang buat kamu. Info lebih detail tentang bahasa bisa kamu lihat di tulisan saya selanjutnya ;-)
Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.