Aku adalah seorang pemimpi. Secara otomatis aku adalah seorang penantang. Aku menantang jerat dan belenggu yang menghalangiku.
Aku menantang untuk mengalahkan kebodohanku dan kemalasanku hingga penatku otaku. Hingga merah mataku. hingga habis tenagaku.
Ah puisi picisan lagi. Tidak ada yg menghargai karya buatan mahasiswa dengan nilai bahasa Indonesia D. Ha3x lucu kan? Tertawalah. Aku suka membuat orang tertawa. Tapi sobat, cobalah kau lihat CV ku dan kau sendiri yang akan menelan tawamu.
Kenapa lagi sobat? Merasa tak bisa mengalahkanku? Ah sobat, ingatkah 10 detik lalu kau menertawakanku sebagai manusia yg lebih rendah darimu. Apakah dalam 10 detik kau tiba2 lebih rendah dari orang yg kau tertawakan? Sobat, tanpa mentalitas penantang maka rasa sebalmu itu akan selalu menghantuimu seumur hidupmu. Kau akan menemui para penantang lain yg siap berjuang untuk maju dan kau akan selalu menjadi sampah yg tertinggal di belakang.
Itu tulisan yang aku buat setahun yang lalu untuk menyemangati diriku mengejar beasiswa. Kalau dibaca sekarang rada naif sich, tapi tak apalah. Katanya kan masa muda masa yang berapi api.
Tapi lihalah sobat, betapa optimisnya aku waktu itu. Pasti waktu itu dulu lagu favoritku adalah :
Sekarang, tanpa terasa aku sudah di Amerika dan malunya aku saat mendengar lagunya yang kak Rhoma yang berjudul :
sekarang ini aku kebanyakan begadang untuk hal remeh – temeh seperti ribut – ribut ber jam – jam ngurusin facebook dan social network sejenisnya…
Beneran dech, malu ndengerin lagunya opa Rhoma itu kalau homework setumpuk itu belum diselesaikan atau kalau belum belajar.
Jadi sobat, jika kamu masih muda (serasa udah tua aja
) gapailah seluruh kemungkinan yang bisa kamu peroleh. Gantungkanlah cita – citamu setinggi mungkin. Beranilah bermimpi.! Bersemangatlah untuk menggapai impianmu! Karena masa masa penuh tekanan itu kelak akan engkau rindukan. Seperti sekarang, aku merindukan masa – masa penuh tekanan dalam mengejar beasiswa ini.
Ayo sobat, terus maju!






