Why “Beasiswa”?

sebenarnya ini draft udah lama ngendep di blog saya tapi belom sempat saya kerjain, jadi tak apalah saya publish sekarang :mrgreen:

Oh ya, sebelum memulai tulisan ini saya ingin memberikan batasan yang jelas antara perbedaan scholarship dan financial aid yang keduanya di bahasa indonesia dipukul rata menjadi beasiswa. Scholarship adalah grant yang diberikan karena sebuah prestasi atau kemampuan. Di Amerika banyak scholarship jenis ini yang diberikan pada anak – anak yang punya IPK bagus sampai anak anak yang jago olahraga. Financial aid adalah grant yang diberikan kepada siswa yang “kurang mampu” (red : nyokap saya berkeras kalau kata “kurang mampu” sudah tidak relevan lagi untuk beasiswa ini dan sebaiknya diganti dengan kata miskin :shock: )

Dulu ada pertanyaan ke saya “Kenapa sich orang – orang mencari beasiswa?” Banyak alasan orang mencari beasiswa (versi Indonesia). Dari pengalaman dan pengamatan saya, ini adalah beberapa alasan pelajar mencari beasiswa baik itu scholarship.

1. Siapa sich yang ga suka gratisan?

Secara kasarnya beasiswa itu kan seperti rejeki nomplok. Bayangin aja mahasiswa dapet tunjangan uang 300.000 – 500.000 rupiah per-bulan. Hemm…. Siapa sich yang ga’ mau gratisan? (red : walau sebenarnya uang itu harus dipertanggung jawabkan). Bahkan di beberapa kampus ada aktivis yang sampai menggerakan masa untuk demo karena ga kebagian “beasiswa”.

2. Bentuk kebanggaan

Beberapa orang mengejar beasiswa untuk mengejar kebanggaan dan eksistensi diri. Implikasinya banyak saya dengar kalimat seperti ini “diakan udah tajir, ngapain lagi apply beasiswa?” nah lo, sekarang kamu tahu kan kenapa saya ngotot membedakan antara scholarship dan financial aid. Walau dia kaya, ga ada salahnya donk dapet scholarship. Scholarship kan diberikan karena prestasi dia. Tapi jadi rada ga tahu diri kalau dia kaya tapi apply beasiswa yang sisfatnya financial aid.

Jadi, kalau di perguruan tinggi Indonesia prakteknya mungkin gini, “beasiswa” (red : Scholarship) Pengembangan Prestasi Akademik (PPA) harusnya boleh di apply tanpa harus melampirkan surat tanda “tidak mampu” tapi harus melampirkan prestasi yang kinclong sedangkan “beasiswa” (red : Financial Aid) Bantuan Mahasiswa (BBM) hanya boleh di apply oleh mahasiswa yang “mampu” melampirkan surat keterangan “tidak mampu” (red : miskin).

3. Nambah nambah uang jajan

Ini yang sebenarnya kurang bener… Hakikatnya kalau mahasiswa dapat “beasiswa” maka uangnya bisa dipakai untuk membantu orang tua meringankan beban biaya kuliah anaknya. Tapi, ada lho yang orang tuanya ngga tahu anaknya dapet beasiswa…. Trus uangnya buat apa? Pikir aja sendiri

5 comments

  1. cheap Keflex says:

    You got fantastic nice ideas there. I made a research on the topic and got most peoples will agree with your blog.

  2. [...] Why “Beasiswa”? [...]

  3. Kojack says:

    oke,
    pasti saya mampir

  4. ay_can says:

    setuju
    hal ini yang pernah berkecamuk di dalam pikiran saya selama hampir empat tahun menjalankan masa study di perguruan tinggi..
    saya termasuk mahasiswa yang mempunyai prestasi bagus,,tapi beberapa kali saya apply beasiswa prestasi pasti saja tidak di terima..
    sebenernya orang tua saya tidak tajir amat,,tapi cukup untuk bisa menguliahkan saya dan ketiga saudara saya.

    saya pikir,,masih banyak orang yang lebih pantas dan membutuhkan dari beasiswa tersebut

    salam hangat

    • kojack says:

      sistem di indonesia memang kurang adil….

      Jika kamu pintar harusnya kamu punya hak dapat scholarship,
      tapi jika kamu mampu, kamu tidak bisa dapet financial aid.
      sistem itu yang bekerja di US dan saya rasa sistem itu jauh lebih adil

Leave a Reply

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.