Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (1)

Seperti yang sudah kita tahu bersama, bahwa kita ini sudah belajar bahasa inggris semenjak SMP sampai SMA dan ditambah lagi dengan tiga sks wajib saat kuliah. Dengan menghabiskan waktu tujuh tahun lebih, kenapa masih saja bahasa inggris menjadi momok bagi saya saat mendaftar sebuah beasiswa?

:mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Sebuah pertanyaan yang menggelitik untuk membuka posting saya selanjutnya tentang proses mempersiapkan diri melamar beasiswa CCIP. Posting ini akan bercerita tentang pengalaman saya “kejar setoran” belajar bahasa inggris untuk mendongkrak nilai TOEFL saya dalam dua bulan. Oh ya, supaya anda tidak bingung dalam mengikuti post ini silahkan baca juga artikel saya yang lain di blog ini, terutama artikel “Bahasa Inggis + Beasiswa + Kojack” dan “Kojack Mempersiapkan Syarat Administrasi”

Seperti yang saya bilang, petualangan mengejar beasiswa saya dimulai dengan sebuah “keisengan” untuk mengikuti test TOEFL prediction murah yang di bundle dengan seminar AMINEF di IPB. Waktu itu saya sendiri kurang nggeh apa itu AMINEF, jadi niat saya ikut seminar itu hanyalah ikut tes TOEFL prediction (red : tiketnya Rp. 20.000,-, murah kan?) untuk mengetahui kemampuan bahasa inggris saya tanpa belajar.

Saya masih ingat try out itu dibuka dengan berapi – api dan hangat oleh dua pembawa acara yang sepertinya masih mahasiswa juga. Semangat yang cukup kontras dengan dinginnya suhu ruangan yang gila – gilaan dan  satu jam molornya waktu mulainya acara dari jadwal aslinya. Mahasiswa dan mahasiswi itu tampak klimis dengan setelan formal yang serba matching, ditambah dengan gaya dandanan yang tampaknya sangat “terurus”, potongan rambut yang rapi dan gaya, serta senyum khas tuntutan pekerjaan tanpa dibayarnya itu yang selalu terkembang pada semua orang. :mrgreen:

Acara dilanjutkan dengan sesi membosankan oleh seorang bapak gendut yang menjelaskan tentang TOEFL dengan gaya sales peralatan rumah tangga. Suhu yang dingin akibat AC yang terlalu kencang, ceramah membosankan yang didramatisir layaknya dongeng anak – anak ditambah posisi duduk saya yang kebetulan ada di belakang engan sukses mengantarkan saya pada sebuah kondisi yang sering disebut sebagai ngantuk yang tak tertangguhkan. Satu hal yang sempat menarik minat saya adalah bagaimana bapak itu mampu mengkonversi nilai TOEFL Prediction jualannya dan nilai TOEIC menjadi kemungkinan nilai TOEFL-ITP dengan persamaan matematika canggih yang namanya “persamaan saya rasa…”. Benar – benar presentasi yang canggih luar biasa di depan para mahasiswa yang katanya adalah “intelektual muda berotak encer”. Hebat bukan buatan bapak itu.

Dengan terkantuk – kantuk, sayup – sayup saya mendengar bapak itu menyudahi gaya presentasi sales peralatan rumah tangganya dan mulai berubah gaya menjadi sales produk Multi Level Marketing yang mulai menawarkan mimpi – mimpi yang bisa diraih oleh prospeknya jika “join” (red : kenapa ga “bergabung” aja? Karena “join” terdengar lebih renyah dan import. Bukannya bisnis ini adalah bisnis pencitraan?) dengan “waralaba”-nya. Bagi saya sich, perubahan gaya ini berarti menandakan bahwa presentasi ini akan segera selesai dan waktunya pindah ke sesi berikutnya.

Sesi berikutnya adalah presentasi tentang AMINEF. Seorang wanita setengah baya maju untuk berpresentasi. Perbedaan dari presentasi sebelumnya adalah ibu ini terlihat sangat terdidik dari cara dia menyampaikan presentasi yang mirip dengan cara dosen mengajar di kelas. Persamaan dari presentasi sebelumnya adalah saya tetap ngantuk.

Ibu ini menjelaskan secara garis besar bagaimana berkuliah di US dengan biaya sendiri (red : saya tidak tertarik dengan bab ini karena saya tidak punya uang yang cukup) serta beasiswa Fulbright yang tersedia untuk indonesia (red : yang ini saya tertarik). Kali ini dengan mata lebih segar saya bisa menyimak ibu ini mengakhiri presentasinya dan ini berarti acara berpindah ke sesi yang ditunggu yaitu tes TOEFL prediction.

Bersambung…..

Lanjutan Artikel ini hanya bisa di dibaca oleh kamu yang telah meninggalkan komentar dan bergabung pada Kojack’s Fan di Facebook

12 comments

  1. agnes says:

    salam kenal kak
    saya baru tau tentang CCIP ini dan berencana apply tahun ini.
    keren banget blognya kak, jadi udah mulai punya gambaran ttg CCIP dan persiapannya..:D

  2. adhy says:

    lanjutannya mana nih bang kojak he..
    penasaran

  3. rizal says:

    thanx bang tulisannya lumayan menginspirasi… cuma mau baca sambungan harus kasih komment dulu.. hehehe

  4. Bunga Ayu says:

    postingan yang menarik..
    kalau saya malah engga tau ada yang namanya AMINEF setelah mendengarnya sendiri dari anda.
    oh ya,,saya menyadari sesuatu dari tulisan anda. sepertinya saya mengenal gaya tulisan dan gaya bercerita anda. mungkin tidak perlu di bahas disini. tapi menurut saya “TOP MARKOTOP” deh blog ini.
    kalau bisa saya kasih cendol banyak-banyak…hehehe..kebiasaan ngaskus…

  5. kojack says:

    I want to edit this post…

  6. Wilda says:

    saya suka gaya tulisan yg seperti ini kak.

    menarik! gk ngebosenin.. :-D

    (still waiting for next story)

    • kojack says:

      bagian ini sepertinya bakal panjang da.
      aku rencananya mau menuliskan banyak detail dan mulai mengembangkan sedikit jokes biar ga pada bosen bacanya,
      mungkin sesi berikutnya terbit besok siang waktu bagian chicago.
      trims ya jadi pengunjung setia blogku.
      gabung ke Kojack’s Fan dunk….

Leave a Reply

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.