Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (2)

Overview »

Posting ini merupakan bagian dari artikel “Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris”Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (1) – Introduksi

Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (2) – Try out Ajaib <<<< Anda Disini

Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (3) – Hasil Try out

Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (4) – Cara Belajar Saya

Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (5) – Hasil yang saya peroleh

Seperti layaknya TOEFL sebenarnya, test ini dibagi menjadi tiga sesi yaitu listening, structure dan reading. Sesi pertama dimulai dengan dikeluarkannya sebuah tape compo dari sarangnya. Selanjutnya bapak yang memberikan presentasi sebelumnya memberikan pengumuman tentang petunjuk pengerjaan dan pengisian jawaban pada kertas computer dengan cara dilingkari dan dihitamkan.

Setelah semua peserta siap, bapak tersebut menekan tombol “play” pada tape compo-nya kemudian menempelkan microphone-nya di depan speaker tape compo sehingga suara renyah seorang instruktur berbahasa inggris membahana di dalam ruangan.

Belum khatam intruktur itu membacakan instruksi,  tiba – tiba suaranya melemah, timbul- tenggelam, lalu menjadi menjadi aneh seperti suara kokok ayam jago dipagi hari yang keselek biji semangka.

Selidik punya selidik ternyata kaset yang sudah digunakan berpuluh – puluh kali itu kali ini ngadat sehingga pitanya melesat dari relnya, istilah keren dari fenomena ini adalah nglokor. Kombinasi menakjubkan antara teknologi purba tape analog di abad milineum ditambah fenomena nglokor yang sekarang sudah sangat langka benar – benar membuat sesi listening itu menjadi “nostalgia masa muda” dan “sebuah pengalaman yang tak terlupakan”.

Bapak itu terlihat gelisah karena penghianatan salah satu sahabat setia yang selama ini diandalkannya dalam mencari sesuap nasi, panitia gelisah karena takut acara gagal, peserta di garis depan gelisah karena takut mereka tidak jadi ikut try out, peserta di garis tengah gelisah karena mereka bakal telat datang kencan, sedangkan orang – orang iseng seperti saya yang berserakan di garis belakang gelisah karena takut penyiksaan ini akan berlangsung lebih lama dari waktu yang ditentukan dan jatah konsumsi baru akan keluar setelah jam makan siang lewat. :mrgreen:

Setelah berjuang 15 menit mengurai pita yang tersangkut di dalam tape akhirnya sesi listening dimulai lagi, tapi apa daya mau dikata, baru saja sang intruktor dalam kaset membacakan soal nomor sepuluh tiba – tiba dia pamit “kebelakang” dan kasetnya ngelokor lagi. 8-O

Akhirnya sesi listening dihentikan untuk sementara dan peserta dipersilahkan mengerjakan sesi structure dan reading untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiswa malang yang menjadi panitian pontang panting mencari tape rekorder lain yang bisa digunakan.

Semua terdiam dalam senyap semua fokus tenggelam pada lembar jawabannya. Beberapa orang di barisan depan terlihat berkeluh kesah dan keningnya berkerut tanda berusaha mem-flash back aturan – aturan grammar yang dulu pernah di ingat. Beberapa di tengah – tengah terlihat memasang senyuman yang menandakan it just a piece of cake (red : ini gampang). Beberapa yang lain memasang senyuman khas orang yang memasrahkan seluruh nilai TOEFL-nya kepada tuhan yang bersemayam jauh di langit ketujuh sana. Esok, jika nilanya jelek dia bisa berkata “toh ini hanya prediction dan saya ikut test itu tanpa persipan.”, tapi kalau nilai hasil menghitung kancing baju itu bagus maka dia bisa berkoar – koar sepuasnya di depan temannya yang jumlah kancingnya berbeda dengan dia.

Kelompok dibelakang didominasi oleh para pemuda yang punya kecenderungan untuk melongok jawaban temannya saat mentok. Seolah – olah nilai TOEFL prediction ini akan mempengaruhi hidup mereka secara signifikan, seolah – olah nilai ini akan dicantumkan ke ijazah mereka, seolah – olah hidup ini lebih mudah kalau tidak jujur dan di negara ini segala sesuatu bisa di negosiasikan jika duduk di “belakang”.

Teman, ternyata tuntutan memperoleh nilai bagus dengan berbagai cara ditengah persaingan yang ketat, secara konstan telah membentuk mentalitas mengkeret di belakang lalu diam – diam melongok pada lumbung padi tetangga untuk merampok. :|

Setelah sesi structure dan reading itu selanjutnya kamu “kembali” ke sesi listening. Kali ini sesi itu dilengkapi dengan tape compo yang lebih bonafit dan telah dipastikan panitia tidak akan ngelokor. Tetapi apa mau dikata, entah karena ruangan yang terlalu besar dengan tata suara yang amburadul dikombinasikan dengan sound system sekelas hajatan sunatan di kampung saya maka yang terdengar di telinga saya tak ubahnya orang bule yang berbicara sambil sibuk mengunyah hamburger.

6 comments

  1. [...] merupakan nilai yang saya peroleh dari Test TOEFL Prediction Ajaib yang saya ikuti. Sebenarnya bukanlah nilai yang buruk, paling tidak jika dibandingkan dengan teman – teman saya [...]

  2. [...] ini sedikit menyela rangkaian post maraton saya tentang Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris tapi saya rasa ini info yang penting untuk di share bagi para perantau seperti saya. Seperti yang [...]

  3. Kojack says:

    yups,
    yang ini cuma buat iseng doank kok kak….

  4. Kojack says:

    akan diusahakan…
    makasih udah mampir

  5. Bunga Ayu says:

    mungkin bapak itu cuma melakukan prosedur formal,,atau mungkin bapak itu mengira para mahasiswa sudah kebanyakan pikiran jadi lupa cara mengisi lembar kerja komputer… hehehehe….

    judulnya juga murah,,ya jangan di samain ama tes TOEFL yang mahal lah..
    resiko murah ya gitu,,dapet kaset “nglokor”..

    secara over all cukup bagus juga usaha bapak itu…

  6. kojack says:

    masih berlanjut!

    silahkan tinggalkan tinggalkan komentar dan pendapat anda.

    Trims

Leave a Reply

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.