Archive for September 2010

Mantan – Mantan Istri (1)

Huss, jangan berprasangka buruk dulu, saat tulisan ini di release status saya masih bujang ya!

Yang saya maksud dengan mantan Istri disini adalah laptop – laptop yang pernah menjadi pendamping hidup saya.

Selama hidup saya ada tiga laptop yang pernah menemani saya berjuang. Berikut profile mereka dan apa saja yang pernah mereka ciptakan bersama saya.

Acer Aspire 5052

Ini adalah laptop pertama saya. Laptop pertama yang saya sebut sebagai “istri”. Berikut penampilannya saat masih baru :


History :

Laptop ini dibeli di pertengahan kuliah saya di Bogor. Kalau tidak salah dibeli pada tahun ke dua saya di IPB. Laptop ini dibeli dalam keadaan second tapi baru karena baru di pake 2 minggu ama saudara Zentrad di forum chip. Kita ketemuan beli di Harco Mangga Dua lantai paling atas. Saya beli dengan harga lima juta rupiah padahal dia beli enam juga juta.

Spesifikasi

? AMD Turion-64 bit, Processor MK38 (2.2GHz, (512KB Cache)

? 512MB DDR2 (udah di upgrade jadi 1 gb dan saya upgrade lagi jadi 2 gb)

? 120 GB HDD

? Super DVD-RW

? 14.1-inch WXGA

? 802.11 b/g Wireless

? 5 in 1 card reader

Review :

Istri pertama saya ini cukup bisa diandalkan. Dia diotaki oleh AMD Turion-64 bit, Processor MK38 (2.2GHz, (512KB Cache). MK-38 adalah processor mobile single core AMD tercepat sampai sekarang. Kenapa bisa begitu? Karena sekarang AMD sudah tidak membuat processor single core lagi.

Secara performa sebenarnya notebook ini cukup mumpuni. Dia memiliki fitur untuk meningkatkan atau menurunkan kecepatan processornya mulai 800 mhz sampai 2.2 ghz. Pada kecepatan tertinggi processor ini sangat responsif pada jamannya. Masalah utama dari notebook ini adalah panas saat beroprasi pada clock tinggi. Sepertinya panas dan AMD berkawan dekat.

Oh ya, saya pernah mengupgrade memorynya menjadi 2 gb dan sepertinya itu tak lebih dari sekedar buang – buang duit karena tidak dirasakan perbedaan yang signifikan.

Fitur Favorit :

Webcam yang bisa di putar – putar

Kenangan :

Laptop ini termasuk yang punya banyak kenangan dengan saya. Pernah mengantarkan saya memenangkan beberapa penghargaan sekaligus menjadi saksi saat saya tersungkur saat kalah dalam persaingan.

Prestasi terakhir yang laptop ini buat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya adalah mengantarkan saya menuju seleksi beasiswa ke Amerika.

Dalam masa dinasnya, laptop ini pernah kembali dari kematian dua kali. Pertama saat garansinya tinggal bersisa 2 hari. Beruntung sekali saya, karena saat itu kerusakan yang terjadi menyangkut LCD, Motherboard dan DVD player yang harus di ganti. Itu berarti harus mengganti hampir 50% isi laptop. Beruntungnya garansinya masih bersisa dua kali.

Kebangkitannya yang kedua adalah sebelum saya berangkat ke Amerika. Teryata power supply nya konslet, tapi masih bisa diperbaiki.

Keadaan terakhir

Sudah tua, kalau di sentuh sudah tidak sensitif lagi, baterainya cuma kuat bertahan 30 menit. Diduga telah memasuki masa menaupause, tetapi masih digunakan keluarga untuk menghubungi kojack via skype.

Another Review :



HP TM2T Tablet Notebook

Berhubung belum sempat ngerjain ini saya kasih videonya dulu :mrgreen:

TERKAPAR

dihantam dengan aktivitas perkuliahan yang bertubi – tubi, kemudian ngangin – ngangin di Chicago ampe tengah malem buta buat nonton konsernya Ricardo Muti. Pulang – pulang saya sakit flu.

Setelah sakit dan belum sembuh benar badan rapuh ini diterjang minggu ujian, akhirnya flu saya makin parah. Derivat dari penyakit ini adalah homesick, entah kenapa setelah 4 bulan akhirnya kangen juga ama Indonesia. Hasilnya makin parah dech…. T+E+R+K+A+P+A+R

Idul Fitri di Amerika

Merayakan Idul Fitri di Amerika jelas tidak sama dengan di Indonesia. Pertama adalah karena saya termasuk golongan minoritas jadi perayaan hari besar disini tidak semeriah perayaan natal atau thanks giving. Dari situ saja bisa dirasain bahwa atmosfirnya beda banget.

Tantangan dari merayakan idul fitri di tanah rantau itu sepertinya hampir sama dengan di tanah rantau lain. Ya, semua kembali pada hati sich. Banyak temen-temen dari berbagai negara yang merasa kehilangan banget tidak bisa ngerayain idul fitri di negaranya.

berikut cara cara saya menghibur diri :

Kangen ama makanan? ah sabar, toh tahun depan juga bakal ketemu opor ama ketupat. malah kalau emang niat sich, ga usah nunggu tahun depan. Begitu sampai ke indonesia, langsung makan juga bisa ;-) .

well, sebenarnya yang paling berat itu adalah menangani kangen dengan keluarga. Semua orang di perantauan pasti kangen ama keluarganya di kampung, tapi inilah seninya. Teknologi sudah jauh lebih maju dan mampu mendekatkan yang jauh ;-)

Yang sangat saya syukuri dari perayaan idul fitri di tempat disini adalah tanggal jatuhnya berdekatan dengan hari ulang tahun saya. Mayoritas orang orang disini mungkin tidak akan merayakan idul fitri bersama saya tapi mereka merayakan ulang tahun saya. Mulai dari anak anak Green Bay yang bernyanyi di telpon jam 12 malam :oops: , staff kampus yang memberikan saya kue tart dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama seluruh siswa CCI + International Student, ditambah lagi mentor family yang sangat baik mengundang saya ke kerumahnya untuk makan bersama dan mendekorasi rumahnya membuat saya berada di tengah kehangatan keluarga.

yups,saya tidak merayakan lebaran tahun ini bersama keluarga di rumah, saya merasa ada sesuatu yang hilang, tapi saya merayakan kebahagiaan ini bersama keluarga baru yang saya temukan disini. ;-) mempelajari kebudayaan yang berbeda dan sudut pandang yang berbeda.

Terimakasih tuhan atas semua yang engkau berikan, semoga teman teman dan saudara saudara di indonesia bisa berkumpul dengan orang orang yang mereka sayangi, mereka juga bisa bersantap makanan lebaran yang enak – enak. Untuk saya, saya akan bersyukur dengan apa yang telah engkau berikan. Sekarang saya ada di Amerika, maka saya akan menikmati setiap detik dan setiap momen lebaran saya di Amerika beserta teman teman Amerika saya. :mrgreen:

Another Old Post Tentang Impian

Ini adalah salah satu posting lama saya di note FB tentang impian. Posting ini tertanggal 5 november 2009,yang berarti 3 hari semenjak saya mengambil nilai TOEFL saya untuk melengkapi syarat program CCIP.

Memang sich, tulisan ini agak terkesan sedikit arogan, maklumlah saat itu saya sedang sangat emosional dan dalam posisi kejar setoran membuktikan sesuatu pada seseorang. :oops:

well, silahkan disimak dan dikomentari.

*****

Thursday, 05 November 2009 at 10:02

Ah, sekarang saya hanyalah seorang pemimpi. Yang saya miliki hanyalah impian. Impian untuk membuat perbedaan yg saya perjuangkan dengan kerja keras sekuat tenaga.

Sobat, mungkin engkau mengira aku sombong?
Ah, tak apalah jika kau merasa begitu. Tak apalah jika kau sakit hati, tapi aku turut senang jika kesombongan itu memacumu berprestasi dan terus maju. Jika kau sakit hati dan malah menenggelamkan diri dalam keburukan maka ijinkanlah aku beranggapan bahwa kau hanyalah sampah. Dan taukah kau sobat? Dengan mentalitas seperti itu mungkin dunia lebih baik jika tanpa dirimu.

Sobat, mungkin engkau bertanya ‘apakah kau pernah gagal?’
percayalah sobat, banyak kegagalan dalam hidupku. Aku pernah ada di titik yg lebih rendah darimu. Banyak kegagalan dalam hidupku dan mungkin kau adalah salahsatu orang yg tertawa dengan kegagalanku. Tak apa sobat, tak ada masalah. Semakin kencang kau tertawa semakin cepat langkahku tuk menyumpal mulutmu dengan rasa malu saat kau berkaca.

*****

note ini tidak dimaksudkan untuk menyerang seseorang. note ini dulu saya tulis untuk menyemangati diri saya karena tidak seperti dirimu sobat. saya ini memang orang yang tidak terlalu di hitung di pergaulan :sad: . Saya ini bukan orang kota, saya ini cuma orang udik dari kecamatan Salaman, Magelang. Tapi walau saya udik, saya menolak diremehkan oleh orang – orang kota yang katanya lebih gaul itu, karena itu saya menulis note ini :idea:

Kojack Diwawancara AMINEF (2)

Jika kamu menerima email seperti pada posting sebelumnya, maka hal yang saya sangat sarankan (red : yang dulu sudah juga saya lakukan) untuk dilakukan adalah bersyukur. Bersyukurlah dulu. ;-)

kamu akan merasa sangat excited dengan pencapaianmu. kamu ingin segera menyiapkan segalanya untuk wawancara, tapi bersabarlah. Bersabarlah karena untuk itu akan datang. yang perlu kamu lakukan sekarang adalah nikmati dan resapi semua kebanggaan itu dulu, lalu bersyukurlah bahwa tulisanmumu telah berhasil membuat pihak AMINEF terkesan. Bersyukurlah karena do’amu dan do’a orang  – orang yang menyayangimu dikabulkan tuhan. Bersykurlah dan berbagilah kebahagiaan dengan orang – orang yang kamu sayangi, tunjukan surat undangan wawancara itu ke orang tuamu lihat ekspresi senang diwajah mereka dan kebanggaan dimata mereka, rasakan antusiasme mereka, maka momen itu akan sangat berkesan untukmu.

*****

Saya ingat, sore itu saya sedang menghabiskan waktu di depan komputer untuk mencari tantangan baru. Saya ingat betul bahwa saat itu telpon rumah saya bordering. Ibu saya mengangkatnya.

Seorang wanita bertanya, “apa bapak Perwira ada?”

Ibu menjawab, “iya, ada. Ini dengan siapa?”

Wanita itu menjawab, “ini dari AMINEF bu.”

Ibu menjawab “Oh ya, ini dengan ibunya. Mohon tunggu sebentar. Saya panggilkan anaknya.”

Ibu berteriak “wirrrr, cepetan kedepan. Ada telp dari MINEF ini.”(red : saya ga salah ketik lho, ampe sekarang juga mama masih sering keliru saat menyebut AMINEF)

Aku yang lagi terbengong di kamar menyahut tak percaya, “hah? Siapa mah?”

Ibu menjawab, “itu lho, beasiswa America mu.”

Aku secara sepontan berdiri, seperti pelari olimpiade jarak pendek aku spontan sprint dari kamarku ke ruang keuarga untuk meraih telpon itu.

“hallo” saya menyapa sambil ngos ngosan.

“hallo, bapak perwira?” sahut suara renyah di seberang sana

“iya, ada apa ya?” pertanyaan bodoh dari orang yang over excited

“telpon genggam bapak kok ga bisa dihubungi?” suara diseberang bertanya.

“wah sedang di charge” saya menjawab seadanya padahal aslinya ga sadar kalau HP nya mati.

“bapak sudah buka email?” kali ini dengan dia bertanya dengan nada menahan senyum

“belum. Ada apa ya?” saya menjawab dengan polos

“Oh, ya sudah. Begini, bapak dinominasikan untuk program CCIP. Untuk keterangan selanjutnya tentang wawancara silahkan cek email anda” kali ini dia menurunkan tempo dan intonasinya. Elegan sekali.

“beneran bu?” saya menjawab dengan nada polos.

“iya” dia menjawab seperlunya.

“oh ya, bapak harus datang saat wawancara.” dia menambahkan.

“kapan wawancaranya?” pertanyaan bodoh dari orang yang nervous

“cek email pak, semua info ada di email pak.” Jawaban yang bijak dari pertanyaan bodoh saya

“oh ya, terimakasih bu.” Berlagak cool.

“kembali pak, kalau ada apa apa silahkan email kami atau telp ya.”

“siap bu.” Saya menjawab dengan gaya hansip setelah pelatihan militer.

Well, sebuah percakapan yang canggung tapi mampu meledakan rumah kami sore itu. Oh, bahagianya saya saat itu. Saya tertawa, tertawa sangat lepas. Ibu saya bingung. Takut anaknya mendadak gila.

Saya bilang ke mama : “ma, aku diundang wawancara.” Dan aku kembali tertawa, tertawa bersama ibu dan adikku. :lol: :lol: :lol:

Iowa Trip Photo Gallery

Foto – Foto Masih di Update

Kojack diwawancara (1)

Weee….

Saya nich harusnya belajar buat night class tapi kok hawanya masih pengen nulis. Mungkin gara gara kopi yang saya minum kali ya… jadi bersemangat! (red : ga bisa tidur tepatnya)

Well, maraton postingan saya akan dimulai lagi. Kali ini dengan topik “wawancara di AMINEF untuk program CCI”.

untuk yang belum baca postingan terdahulu dalam menyiapkan diri mendaftar beasiswa maka silahkan buka ini

Sebagai pembukaan posting pertamax. Setelah mengirimkan semua aplikasi lengkap, jika kamu beruntung maka sekitar bulan desember maka kamu akan memperoleh email seperti ini :

Surat serupa juga akan datang buat kamu di rumahmu via jasa kurir tiki. Jadi, buat kamu yang sedang apply program ini, selamat dag dig dug der dech.

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.