Archive for December 2010

Refleksi Tahun Baru

Selamat tahun Baru!

Tahun Baru

Di tahun baru ini mari kita merenung. Apakah kita telah membuat perubahan dan kemajuan dalam hidup kita sejauh ini?

Bagi saya? jawabannya iya.

Paling tidak jika itu di ukur dari munculnya nama saya saat di ketik dalam mesin pencari google.

Yang pertama muncul dalam list itu tentu saja blog ini, kedua adalah akun facebook saya, menyusul blog lama saya di wordpress yang belum sempat saya disable dan tidak ketinggalan sebuah website amatir yang saya buat saat masih duduk di bangku SMA. Web yang sangat lucu dan menggelikan sebenarnya. Sungguh, saya tertawa sendiri saat melihat website itu mucul dalam daftar pencarian pada mesin pencari google. Sebagai bahan refleksi mari kita simak bersama karir perjalanan saya di dunia maya.

WEBSITE PERTAMA

Dibuat dengan bermodalkan applikasi Microsoft Word dipadukan dengan kenaifan seorang ABG yang baru saja lulus SMA. Jika dipikir – pikir lagi saya jadi takjup sendiri melihat seorang anak SMA dari sebuah kota kecil, tanpa akses internet memadahi, tanpa guru dengan kepedean tinggi membuat dan mengupload sebuah website bermodalkan applikasi MS word. Hahaha…. walau hasilnya sungguh – sungguh culun tapi saya bangga!

WEBSITE KEDUA

Website kedua saya ini adalah sebuah blog yang yang memanfaatkan alamat wordpress.com .Sebenarnya ini bukan benar – benar blog kedua saya sich. Saya ingat sekali dulu sempat beberapa kali membuat blog di blogspot.com tetapi selalu mandek di tengah jalan. rasanya saya ga’ pernah sreg aja bekerja dibawah platform blogspot. Atau mungkin karena dulu niatnya yang salah buat ngejar AdSense dari google? Who knows…

Yang jelas dari blog ini saya banyak belajar tentang cara menulis. Saya mulai mengenali gaya menulis saya Saya mulai mencoba berbagi pengetahuan – pengetahuan saya, walau lebih banyak sebagai bentuk copas dari laporan praktikum saya sich. Saya membuat banyak kesalahan dalam memelihara blog itu tetapi saya juga belajar banyak sekali dari blog ini.

WEBSITE KETIGA

Website ketiga saya buat dengan menggunakan domain sendiri, ini berarti saya harus mengeluarkan uang untuk membuat blog ini. Pengalaman yang saya tarik dari berbagai kesalahan dalam mengelola blog kedua sebelumnya membuat saya cukup percaya diri untuk menggunakan layanan blog berbayar wordpress.org.

Dalam blog ini saya tidak menjadi spesifik dalam sebuah topik, Saya ingin membagi sebanyak – banyaknya ilmu kepada para pembaca blog saya. Di lain sisi saya tidak ingin menjadikan blog ini sebuah media curhat online, walau tidak saya pungkiri kalau saya terkadang menambahkan opini saya di sela – sela artikel – artikel tutorial.

Saya mencoba mengkategorikan opini saya dalam kategori OOT atau mempublish gambar hasil jepretan saya dalam picture of the day. Alasan saya melakukan itu adalah karena saya ingin blog ini menjadi lebih “kojack”. sejauh ini saya cukup puas bisa membatasi opini diluar kehidupan pribadi saya dan tidak merubah blog ini menjadi sebuah diary online tentang saya sedang sebel sama seseorang, saya sedang jatuh cinta atau saya sedang ngomel – ngomel.

Saya menyadari blog ketiga ini masih jauh dari kata sempurna, masih banyak kesalahan disana – sini tetapi saat saya melihat lagi website pertama saya dulu, saya bangga dengan progress yang saya peroleh. Tanpa guru, hanya bermodalkan buku dan ditemani temen setia bernama google…. wow….

Teman, mungkin jika dulu saya tidak nekat membuat website pertamaku dengan bermodalkan applikasi MS word, dan dengan urat malu yang hampir putus mengupload website saya itu ke Internet, maka blog saya yang sekarang ini tidak akan pernah ada. Teman sekarang makin jelas sekarang, ternyata hidup ini adalah sebuah proses untuk belajar.

Kawan, tak lupa saya tambahkan salah satu foto favorit saya untuk menutup posting ini,

picture

Nah kawan, mana refleksi tahun barumu?

Pelajaran Fotografi Ke Tiga : Mengenal ISO

Yup, dalam artikel ini mari mengenal ISO secara singkat dengan sistem Question – Answer.

Apa itu ISO?

ISO adalah satuan tingkat sensitifitas sensor kamera yang dilambangkan dengan deret kepekaan kali dua (100, 200, 400, 800, …). Makin tinggi angka ISO maka sensor makin sensitif sehingga waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan cahaya menjadi semakin singkat. Ini berarti membuka kemungkinan untuk menggunakan shutter speed yang lebih cepat atau bukaan aperture yang lebih kecil. Sebagai trade of, semakin tinggi ISO maka semakin banyak noise yang muncul dalam gambar yang di hasilkan. Sedangkan semakin rendah ISO maka gambar yang di hasilkan semakin halus.

Kapan Menggunakan ISO tinggi?

ISO tinggi digunakan untuk menangkap obyek yang bergerak cepat sehingga shutter speed tidak bisa dibuat lebih pelan tanpa mengakibatkan blur. ISO tinggi juga digunakan saat memotret dalam kegiatan atau ruangan yang memiliki cahaya rendah tetapi tidak memperbolehkan penggunakan sumber cayaha tambahan seperti lampu flash.

Seberapa tinggi ISO yang sebaiknya di pakai?

Ini bergantung pada kemampuan masing – masing kamera. Saya pribadi membatasi penggunaan sampai ISO 800 pada E-450 saya karena noise yang dihasilkan oleh ISO 1600 sudah sangat mengganggu bagi saya. Jadi, saya mencoba menggunakan ISO 100 atau 200 sebisa mungkin. Saya akan berpikir 2x untuk menaikan ke ISO 400 dan akan berpikir 4X untuk menaikan ke ISO 800. Sebagai tambahan, saya hanya menggunakan ISO 1600 dalam keadaan yang sangat memaksa.

Bagaimana menurunkan angka ISO?

Turunkan shutter speed. tetapi sebagai kompensasi foto menjadi blur, apalagi jika memotret obyek yang bergerak. Jika obyek yang di potret tidak bergerak, Tripod dan fitur Image stabilizer akan sangat membantu dalam mengurangi blur akibat getaran tangan.

Perbesar bukaan diagragma. Tetapi sebagai kompensasinya, kedalaman gambar akan banyak berkurang.

Gunakan sumber cayaha penolong seperti lampu Flash.

Bagaimana ISO dalam modus auto?

Dalam modus auto maka kamera akan mencoba mengeset ISO ke angka terendah yang dimungkinkan.

Yups, sekian dulu pengenalan tentang ISO dari saya. Semoga membantu kita untuk sama – sama belajar.

Quote,

ISO is an important aspect of digital photography to have an understanding of if you want to gain more control of your digital camera. Experiment with different settings and how they impact your images today.” – Darren Rowse

Pelajaran Fotografi Kedua : Dasar Fotografi

“Inti dari fotografi adalah bermain – main dengan cahaya” itu kata fotografer kampus yang sempat saya ajak ngobrol. Nah, setelah mengerti inti dari fotografi, tantangannya adalah bagaimana cara mendapatkan cahaya yang pas.

Untuk mendapatkan cahaya yang artistik diperlukan pengetahuan mengenai bagaimana mengeset kamera, bagaimana mengambil gambar dan bagaimana mengolah gambar. Terdengar simpel tapi ternyata saat saya pelajari, dunia potret memotret ini ternyata kompleks
Untuk itu, dalam artikel tentang fotografi saya akan berusaha menuliskannya sebagai sebuah catatan belajar yang ingin saya sharing, bukan sebagai sebuah artikel yang sifatnya mengurui atau memberikan saran. Semoga saya dan pembaca bisa belajar bersama ;-) .

Exposure

Seperti yang disebutkan diatas, fotografi adalah tentang exposure control. Terminologi explosure control dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai kontrol cahaya yang berarti jumlah cahaya yang ditangkap oleh lensa dan kemudian diteruskan menuju sensor untuk di proyeksikan dalam bentuk gambar. Dalam blog ini, saya akan lebih sering menggunakan istilah exposure alih-alih menggunakan istilah kontrol cahaya karena instilah exposure lebih familiar di telinga kita.

Rumus dasar exposure :

Dari penjabaran rumus di atas, maka kualitas gambar yang mampu di proyeksikan oleh sebuah kamera di pengaruhi oleh tiga faktor utama, ISO, Aperture (bukaan diafragma) dan kecepatan shutter. ketiga parameter itu  juga sering di sebut sebagai segitiga utama fotografi.

Untuk penjelasan mengenai masing masing terminologi, akan di bahas di tulisan selanjutnya ya. Selamat memotret :idea:

picture

Demam Piala AFF

Saat saya membuka buka portfolio blog saya, saya baru menyadari ternyata tidak ada satupun posting tentang Timnas Indonesia yang sedang berlaga di piala AFF 2010. Padahal, saya tidak pernah absen menonton timnas berlaga dari streaming internet.

Seperti yang kita tahu bersama selama putaran final piala AFF, timnas menampilkan performa yang ciamik. Malaysia di libas 5-1, Laos di gulung 6-0 dan Thailand dibuat tersingkir dari kompetisi dengan skor 2-1.

Penampilan timnas yang ciamik ini dibarengi dengan meroketnya popularitas para punggawa Timnas. Para kaum hawa mengelu – elukan Irfan Bachdim yang ganteng dan setengah bule, para penggila bola di warung kopi tak putus – putusnya membicarakan insting predator dari Cristian Gonzales dalam mencetak gol, kelincahan M. Ridwan di sayap kanan, explosifitas Okto Maniani dan M. Nasuha di sayap kiri,  umpan – umpan mematikan dari sang playmaker Firman Utina serta tak ketinggalan sang supersub Arif Suyono yang kerap merubah jalannya pertandingan.

Saya akui para punggawa diatas memang menunjukan penampilan yang sangat memuaskan. Mereka semua telah mengemas gol untuk timnas dan memberikan sumbangsih yang luar biasa. Salut untuk mereka! empat jempol untuk mereka!

Tapi jika secara subjektif di tanya, “siapa pemain favorit saya?

jawabannya adalah:

Yup, dia adalah Ahmad bustomi. Si gelandang pekerja keras yang bekerja di belakang Firman utina. Entah kenapa saya suka dengan gelandang tipe pekerja keras seperti dia. Gelandang seperti ini mampu memotong serangan lawan dan memberi rasa aman bagi para pemain belakang. Ditambah lagi dengan fisi permainan yang mampu mengalirkan bola dari kaki ke kaki  sehingga mereduksi penyakit lama pemain belakang timnas yang kerap menerapkan umpan langsung ke penyerang yang telah terbukti tidak efektif di berbagai ajang.

Memang, selama ini dia kurang populer dikalangan para penggila bola. Mungkin penyebabnya karena dia belum mencetak gol dalam kompetisi ini, tetapi kerja kerasnya dalam menggalang lini tengah pastinya patut diberi apresisasi tinggi.

Sebagai penutup, good luck Bustomi! Bermain yang baik besok, jangan dapet kartu kuning lagi supaya bisa main di leg ke dua di GBK.

Untuk timnas, menang lagi ya!

*Word after final Match (29 Des 2010):
Dude, you showed us excellent play at the final. Well done!

Picture of The Day : Milwaukee Museum

Milwaukee museum

One of my shot at Milwaukee art Museum. I took this picture during my winter break’s trip.  If you have advice or comment please let me know by leave me a comment.

Picture of The Day – My 40-150mm Lens

My 40-150mm Lens

After take a lot of shot with my new Olympus. I started to study about basic image editing. I’m a newbie on this field, so if you can give me advices or critique I will be very happy. Also, you can check my galleries here.

Surat Menyurat

Ih, kak Kojack ini sombong sekali. Di tanya – tanya ga mau jawab, terus sekalinya jawab kok ketus.

Mungkin ini beberapa kesan yang ada di dalam benak teman – teman yang pernah mencoba mengkontak saya dengan berbagai alasan mulai dari yang tanya – tanya tentang beasiswa, tentang wawancara, tentang sharing pengalaman sampai dengan tentang nyari kerja (Lha, orang saya sendiri statusnya belum kerja ama orang kok…)

Sebentar – sebentar, bagi yang merasa seperti itu mohon di buka dulu history pas ngontak saya dulu. Coba di periksa, apakah dalam menulis surat itu adat istiadatnya udah bener? Apa kamu menggunakan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar? Jangan – jangan pake bahasa ABG yang di singkat – singkat itu? Nah kalau udah baca suratnya aja bikin pusing makan jangan salahkan saya donk kalau saya membalas seadanya.

Trus dalam memperkenalkan diri nih. Harap dimaklumi ya, bagaimanapun cara kamu memperkenalkan diri itu akan menimpulkan pencitraan saya terhadap dirimu. Kalau kamu bikin suratnya asal – asalan dan memperkenalkan diri seenak udelnya apa ya perlu jawab pertanyaan – pertanyaan kamu secara serius? Feedback dari saya itu sebenarnya mencerminkan bagaimana citra kamu di dalam otak saya.

“Tapi kan saya orangnya ga kayak gitu Jack!”

Iya, saya tahu. Sebenarnya kamu bukan orang yang serperti itu. Orang – orang terdekatmu di sekelilingmu pasti tahu kalau kamu itu anaknya penuh sopan santun. Sayangnya, saya bukan orang deket kamu, jadi citra yang terproyeksi di otak saya tentang dirimu itu tentunya berdasar kepada informasi yang bisa saya akses tentang kamu. Nah, manakah sumber yang paling bisa di percaya? Tentunya apa yang kamu tulis untuk menggambarkan dirimu. Lalu, apakah itu? Tentu saja isi suratmu itu.

Saya engga marah kok. Saya juga kalau pas ngantuk atau stress suka ga sadar nulis email ke orang dengan bahasa ngaco, tetapi begitu saya sadar saya langsung minta maaf ama orang itu.

Jadi untuk pelajaran bersama, besok – besok kalau menulis surat harap hati – hati ya. Lihat siapa pembacanya, atur tata bahasa dan pemilihan kalimatnya agar enak di baca tak lupa sadari siapa yang menbutuhkan siapa.

Terimakasih,

Picture Of The Day – I Love Ayu

Dear Ayu

These picture dedicated to my girlfriend, Bunga Ayu. I took these picture using my E-450+12-42mm lens.

I took the first picture in Dedi’s apartment during my trip to Champaign – Urbana. I wrote her name using red pen on my left hand then took a picture. I hope she like this picture, and I’m sure she will like it. :mrgreen: .

Special for Ayu

I took the second picture in front of Hawthorn Mall when I was waiting for the bus to Liberty Ville Metra Station. I wrote her name on the chair which covered by snow. I loved this picture  because the morning light make this picture looks dramatic.

By the way, you can copy my idea to praise your girl friend and show her how much your love. Believe me, she will happy.

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.