Pelajaran Fotografi Ke Lima : Mengenal Aperture

Menintak sesi berikutnya, mari mengenal Aperture. Aperture dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai bukaan diafragma. Masih dalam Question and Answer style, mari belajar!

Apa itu Aperture?

Dalam bahasa saya yang paling bebas saya menerjemahkan aperture sebagai bukaan lensa yang merupakan tempat lewatnya cahaya yang besarnya diatur oleh diafragma. Dalam bahasa bodohnya aperture ini bisa diibaratkan sebagai pipa air sedangkan diafragma adalah keran yang mengatur besarnya debit air yang bisa lewat.

Untuk  contoh, silahkan lihat video dari ulufilm berikut :


Bagaimana mengatur Aperture?

Kamera digital sekarang telah dilengkapi setting Aperture dalam menunya. Untuk lebih jelasnya silahkan baca manual kamera kamu.

Adakah satuan untuk aperture?

Besaran Aperture dideretkan dengan satuan F/xx. Semakin kecil angkanya maka aperturenya semakin besar. Jika di deretkan maka :

F/1.2>F/1.4>F/1.8>F/2 > F/2.8 > F/4 > F/5.6 > F/8 > F/11 > F/16

Jadi perlu di ingat bahwa contoh menurunkan aperture adalah merubah setting dari F/2 ke F/2.8 sedangkan jika merubah setting dari F/2.8 ke F/2 disebut sebagai menaikan aperture. perlu dimengerti pula jika menurunkan aperture satu satuan berarti mengurangi setengah jumlah cahaya, jadi jika di saat yang sama kamu juga memperlambat shutter speed satu satuan maka kemungkinan sensor akan menangkap jumlah cahaya yang sama sebelum setting di rubah.

Lalu kenapa kita masih perlu mengatur aperture?

Ini berhubungan dengan Deep of Field (DOF) atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai kedalaman gambar. Aperture kecil akan menghasilkan kedalaman gambar yang tinggi dan kamu akan memerlukannya saat mengambil potret yang mementingkan detail seperti potret pemandangan, sedangkan aperture besar digunakan saat mengambil potret yang berfokus pada obyek dan latar belakang blur (bokeh)

PC290852 copyDiambil dengan aperture f/5.6 (aperture paling kecil di lensa kit saya)


Penutup :

Saya masih mencoba mengenyempurnakan artikel – artikel di blog ini. Jika ada yang mau memberikan saran kritik dan masukan maka saya akan sangat berterimakasih

14 comments

  1. alfaber says:

    Lama2 gw kecanduan bacablog kojack nie… banyak ilmunya, becandanya juga ada, jadi gak membosankan.. bahasanya juga bahasa pasar,jadi gak bingung,lengkap deh..
    coba blog lain, istilahnya segudang, yang bikin blog juga gak tau tuh ngerti apa kagak sama yg dia tulis. wkwkwkwkw
    lanjutkan mas brow…

  2. echa says:

    makasih banyak,ini sangat membantu saya

  3. Imanuel says:

    makasi utk pembahasannya, utk mas danu saya mau tanya….saya baru beli kamera Olympus XZ1 dengan bukaan terbesar f/1.8 saya membeli kamera ini dengan tujuan untuk menghasilkan gambar bokeh yang bagus (di background). udah saya seting sebesar mungkin, kalau saya motret orang, kok hasilnya masih tetap biasa saja yah (backgroundnya masih sama sekali tidak blur). tujuan saya membeli kamera ini utk belajar foto2 model (yg mampu menghasilkan bokeh yang bagus). soalnya belum mampu membeli kamera DSLR apalagi lensa2nya yg suangatt mahal hehehe….saya mohon pencerahannya dong….saya tunggu jawabannya, terima kasih.

    • kojack says:

      Kok mas danu?
      Kalau dari baca2 d internet ukuran sensor kameramu ga sebesar camera SLR karena itu walau aperturenya sama2 1,8 menghasilkan bokeh di kameramu ngga semudah menghasilkan bokeh di DSLR+Lensa bukaan besar.
      Tapi itu bisa bukan berarti kameramu g bs menghasilkan gambar bokeh lho.
      Triknya potret objek dengan modus zoom maksimum dan bukaan aperture max (2.5) di kameramu.
      Terus jangan lupa bikin latar belalang sejauh mungkin dr objek.

      Semoga membantu

  4. Danu says:

    lebih gampangnya untuk menghasilkan gambar bokeh maka nilai F nya diset kecil seperti 2,3,5 yang berarti secara fisik bukaan apperturenya besar
    sedangkan untuk landscape nilai F nya diset besar seperti 18,22 yang berarti secara fisik bukaan aperturenya kecil

    tiap lensa bisa dinaik turunkan dengan batas tertentu yang dimiliki tiap lensa

  5. achoey says:

    blog yg tepat buat mereka yg hobi jeprat jebret indah :)
    My recent post Harga Cabe Rawit Melangit- Sambal Mie Janda Tetap Khas Pedasnya

  6. merry go round says:

    Masih agak bingung euy, berarti aperture f/22 itu paling baik untuk menghasilkan gambar bokeh? dan aperture yang lebih besar, misalnya f/2 lebih bagus untuk pemandangan?

    dan setiap lensa punya range aperture yg bisa dinaik turunkan juga ya?

Leave a Reply

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.