Pelajaran Fotografi Ke Tujuh : Mengenali Kamera

Setelah mengenal segitiga dasar fotografi pada posting sebelumnya maka kita beranjak ke tahap belajar yang berikutnya. Kata para suhu dan senior di jagat internet tahap berikutnya adalah mengenal lebih dekat kamera kita karena setiap kamera tidaklah sama. Tiap kamera memiliki sistem menu dan karakteristik yang berbeda – beda. Dengan memahami cara mengoprasikan dan karakteristik kamera kita, maka kita mengeksploitasi kemampuan kamera itu sampai ke batas maksimal. Jadi, jika tahap ini diterjemahkan dalam secara kasar maka:  this is the time to reading that damn manual book!

By the way, karena kamera yang sama miliki adalah Olympus E-450 maka pada posting selanjutnya saya akan membahas sesuai preparat yang saya miliki. Jika kamu ingin saya membahas kamera kamu maka kamu boleh menghadiahkan kamera kamu kepada saya. hihihi… *ngarep.

File diatas adalah sampul manual dari kamera yang saya miliki. Saya rasa buku manual setebal 139 halaman ini menyediakan hampir semua informasi yang diperlukan untuk mengoprasikan kamera yang saat ini saya miliki. Jika kamu merasa sudah PD saat mengoperasikan pocket camera tanpa membaca manual, maka sebaiknya kamu rubah kebiasaan itu.

Manual yang hadir dalam paket pembelian kamera DSLR memberikan informasi yang jauh lebih detail dan banyak dibanding dengan buku buku manual pocket camera karena penggunaannya yang juga jauh lebih kompleks (kecuali kamu ingin memperlakukan DSLR-mu dalam modus auto di setiap waktu seperti pocket camera :evil: ). Jadi itulah mengapa  para suhu dan expert dengan kompak meneriakan : read that damn manual!

Sebagai tambahan kita juga bisa mencari informasi di internet tentang kamera kita baik itu di forum atau milis. Kebetulan produsen kamera saya menyediakan informasi FAQ E-450 yang bisa saya akses untuk membantu saya dalam memahami kamera saya.

Nah, Selamat berbulan madu dengan kamera dan buku manual kamu! ;-)

*) saat tulisan ini di turunkan, penulis sedang berbulan madu dengan Sony SLT-A33  karena E-450 nya minta pensiun dini. Dan saya harus mengulang membaca buku manual SLT-A33 itu

17 comments

  1. Kho Davids says:

    Salam Hangat Bang Kojak,

    ane pemula banget bang di dunia fotografi, kemaren ane searching2 nyari info seputar fotografi trus nemu istilah shutter count pada kamera level dasar. itu cuma sampe 50.000x jepretan aja.. untuk yang level atas sampe 100.000 jepretan. apakah bener tuh Bang Kojak soalnya ane tanya temen2 ane yang lagi pada hunting info juga pada baru tau semua.. jujur ane kaget sekaligus bingung sama nasib si kamera ane yang baru ane beli, nanti kl ud sampe di jepretan ke 50.000 itu harus di apain??

    Q : apakah benar infonya
    Q : solusinya kalau sudah sampai di limit shutter count?
    Q : untuk canon 1100D itu masuk yang level dasar ya bang?

    thank you maap ne Bang Kojak banyak nanyanya,. soalnya ane seneng juga neh baca article Bang Kojak Dari Pelajaran pertamanya.. makasih ya bang :D

    • Kojack says:

      Tenang…
      kita kan beli kamera untuk di pake kan?
      jadi ngga usah terlalu mikirin shutter count lah…

      Shutter count itu cuma buat peganggan aja. Ntar kalau dah nembus angka segitu siap – siap cadangan dana buat ganti per shutter aja.
      Namanya barang elektronik, pasti ada ausnya, perlu di service.

  2. benny says:

    bro maaf ,petanya saya di batalkan…udeh dapat pelajaran ! thanks banyak banyak bro………

  3. benny says:

    bro saya baru ini,aku mau baca dari pertama,gimana saya dapat itu ? 1 sd 6….thanks

  4. Iva Budiyanto says:

    Good boos, membantu saya buat artikel di blog saya http://www.topkamera.com

  5. Yanti says:

    saya ingin belajar fotografi dengan kamera DSLR .

  6. Asop says:

    Hahaha, saya gak terlalu suka baca dari layar PC. :D
    Pasti ujung2nya saya print.
    LOL

    Perihal harga kamera segitu, udah saya duga, harga di sono kalo dihitung-hitung lebih murah. :(
    My recent post Foto Indahnya Bunga 1

  7. koeshariatmo says:

    saya ga punya kamera.. tapi mau belajar

  8. robby says:

    Wah nemu blog fotografi keren disini… bookmark dulu ya :)

  9. Asop says:

    Nah, yang saya sesali dari bundel kamera Nikon saya, adalah buku manualnya BERBAHASA INDONESIA!! *mad*
    …jujur, saya lebih suka membaca manual dalam bahasa inggris. Entah kenapa, terjemahan bahasa indonesia yang saya baca ini bahasanya sukar dimengerti, berasa seperti baca hasil terjemahan google translate. :(
    My recent post Foto Indahnya Bunga 1

Leave a Reply to benny Cancel reply

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.