Pelajaran Fotografi 10: Metering

Horay!

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, kompensasi berpindahnya “agama” dari Olympus menuju ke Sony adalah saya harus mengulang semua yang telah saya pelajari selama sebulan dengan kamera lama saya. Pertama, saya harus membaca lagi buku manual baru setebal 203 halaman. Kedua, saya harus belajar dan membiasakan diri lagi dengan layout kamera baru karena banyak pengaturan di kamera baru ini yang beda atau bahkan tidak ada di kamera lama saya :(. Ketiga, saya harus mengenal lagi karakteristik kamera saya ini, dan tentu saja ini perlu waktu yang tidak sebentar.

Salah satu fitur yang membuat saya bingung di kamera baru ini adalah fitur metering-nya. Karena itu dalam posting kali ini mari kita belajar bersama tentang metering.

Apa itu metering?

Setelah membaca berbagai artikel, secara simple saya mengartikan metering adalah metode yang digunakan untuk mengukur intensitas cahaya.

Seperti apa alat untuk metering?

Kamu bisa menggunakan light meter external atau menggunakan fitur metering yang sudah ada di kamera. Kalau saya, karena tidak ada budget untuk membeli light meter external maka saya percayakan saja dengan fitur metering yang sudah dibenamkan dalam kamera saya. Pendapat pribadi sich, daripada buang buang duit untuk beli light meter, lebih baik uangnya buat beli aksesoris yang lain.

Kenapa kamera dilengkapi fitur metering?

Saat ini semua kamera tentu saja dilengkapi mode auto, baik itu full auto atau semi auto. Nah, jika kamera tidak dilengkapi metode pengukuran cahaya, bagaimana kamera mengambil data untuk mode auto?

Bagaimana menggunakan fitur Metering?

Kembali, silahkan baca manual masing – masing. Kamera saya menyediakan tiga pilihan metering Multi Segment, Center Weighted dan Spot. Cara mengakses mode itu adalah dengan menekan tombol Fn. Nah, untuk kamera dengan merk lain atau jenis lain silahkan baca buku manual masing – masing.

Apa persamaan dari ketiga metode itu?

Ketiganya sama – sama metode sampling untuk mengukur intensitas cahaya.

Apa perbedaan dari ketiga metode itu?

Metode sampling yang digunakan untuk mengukur cahaya berbeda. Mari dibahas satu persatu

  • Multi segment, atau yang biasa juga dikenal sebagai metode matrix. Metodenya adalah kamera akan membagi layang pandang mejadi empat bagian, kemudian mengukur intesitas cahaya dari masing – masing matrik. Rata – rata yang diperoleh dari hasil pengukuran itulah yang nantinya menjadi nilai akhir.
  • Center weighted, menggunakan rata – rata jumlah cahaya di daerah tengah layang pandang sebagai patokan dalam mengukur intensitas cahaya.
  • Spot, menggunakan satu titik yang terletak di tengah – tengah layang pandang sebagai patokan dalam mengukur intensitas cahaya. Perbedaan dari center weighted bisa dilihat pada gambar dibawah.

Mana yang paling sering Kojack gunakan?

Untuk sehari hari saya biasanya membiarkan fungsi metering kamera saya dalam mode Multi Segment.

Saat saya memotret menggunakan flash kok gambarnya jadi kebiruan? Apakah metode Metering saya salah?

Metering adalah metode untuk mengukur intensitas (jumlah) cahaya. Metering tidak ada hubungannya dengan jenis pengukuran cahaya. Penyesuaian terhadap jenis cahaya dilakukan oleh fitur white balance. Nah, fotomu berwarna kebiruan itu karena pengaturan white balance yang salah.

Sepertinya sekian dulu pembahasan metering dari saya. Jangan lupa follow twitter saya atau fan’s page saya di facebook untuk update berita – berita terbaru.

3 comments

  1. Yohanes Sanjaya says:

    no offense bro……

    kayanya lebih bagus kalo dikasih contoh foto utk tiap2 jenis metering.
    jadi bisa terlihat beda-nya :D

  2. Asop says:

    Nah, white balance dan metering, kalo dipadukan bisa membuat hasil jepretan keren. :D
    My recent post Menikmati Hidup dengan Tubuh yang Sehat dan Bugar

  3. Irwan says:

    Makasih seringnya sangat berguna…

Leave a Reply

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.