Archive for January 2011

Pelajaran Fotografi 10: Metering

Horay!

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, kompensasi berpindahnya “agama” dari Olympus menuju ke Sony adalah saya harus mengulang semua yang telah saya pelajari selama sebulan dengan kamera lama saya. Pertama, saya harus membaca lagi buku manual baru setebal 203 halaman. Kedua, saya harus belajar dan membiasakan diri lagi dengan layout kamera baru karena banyak pengaturan di kamera baru ini yang beda atau bahkan tidak ada di kamera lama saya :(. Ketiga, saya harus mengenal lagi karakteristik kamera saya ini, dan tentu saja ini perlu waktu yang tidak sebentar.

Salah satu fitur yang membuat saya bingung di kamera baru ini adalah fitur metering-nya. Karena itu dalam posting kali ini mari kita belajar bersama tentang metering.

Apa itu metering?

Setelah membaca berbagai artikel, secara simple saya mengartikan metering adalah Read more

Pelajaran Fotografi 9: Kenapa DSLR?

Artikel ini harusnya saya bahas di awal tetapi karena baru inget maka tak apalah saya bahas di bagian ke sembilan dari pelajaran fotografi. Seperti kata pepatah, terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali. ;-)

Dengan semakin “murah”nya harga kamera DSLR, saat ini semakin banyak yang latah ramai – ramai beli DSLR. Salah satu dari orang latah itu adalah saya :p ;

Kalau ditanya: “Jack kenapa sich elo beli DSLR?

Ini beberapa alasannya:

  1. Kualitas gambar yang lebih baik. Tanpa dipungkiri, ini adalah alasan utama saya, dengan ukuran sensor yang lebih besar, kualitas lensa yang lebih baik dan processor yang lebih cepat maka kulitas gambar yang dihasilkan oleh sebuah kamera DSLR memang lebih baik (tetapi dikompensasi dengan harga yang lebih mahal di banding pocket kamera).
  2. Kontrol yang lebih luas. Daya tarik utama dari DSLR adalah tawaran atas kontrol yang lebih luas. Sistem DSLR menawarkan berbagai pengaturan yang ga’ ada matinya.

Nah, ditunjang dengan budget yang kebetulan mencukupi, itu dua alasan saya menginvestasikan daya dan tenaga saya pada sebuah sistem DSLR DSLR. Bagaimana dengan anda?

5 Aksesoris dibawah $10 yang “Harus Dimiliki” Para Pengguna DSLR

Memilih aksesoris bagi pengguna DSLR bergudget cekak seperti saya bukanlah hal yang gampang. Seperti yang kita tahu bersama, hobby fotografi bukanlah hobby yang murah. Uang yang harus dikeluarkan untuk sebuah kamera DSLR saja sudah mencekik kantong, itu belum lagi ditambah dengan berbagai aksesoris yang harganya mahal – mahal. Untuk itulah diperlukan kejelian dalam memilih aksesoris apa saja yang benar – benar perlu untuk dibeli dan mana yang merupakan aksesoris yang sifatnya kebutuhan sekunder.

Sebagai sesama pemula, maka berikut adalah lima aksesoris yang saya sarankan untuk dimiliki bagi para penghobi fotografi. Read more

Picture of The Day : Long Exposure

After spend half month for the photography articles, this time to post my Picture of the day picture. . This is a picture from my first experience to use long exposure from the last year :mrgreen:

long explosure+tag

I use slow shutter speed for this picture (3″). You can check this to see the meta data for this picture if you want to try make similar shot. In addition, I use two additional tools, like you can see at the following picure, to take this shot.

alat bantu tambahan

small tripod + digital key chain

Picture of The Day: Street Photography

Yesterday I went to the downtown of Chicago to taste a little bit about street photography. According to the wiki, street photography is a type of documentary photography that features subjects in candid situations within public places such as streets, parks, beaches, malls, political conventions and other settings. And in my opinion, wiki tell us the basic of street photography perfectly.

By the way, slow but sure, candid shots becomes one of my favorite shooting style. It’s because with this style I can get natural expression from my objects. Candid shots help me to capture their natural smile, their feeling and their thoughts. It’s a wonderful experience to capture their moments, so please enjoy my favorite shots from the last trip.

Honey, I'm waiting

Where are you?

Caution

Pelajaran Fotografi Ke Delapan : Mengenal Mode Dial

Mode Dial adalah sebuah fitur pengaturan yang jamak di kamera DSLR atau kamera pin point high end. Mode Dial membantu kita untuk menyesuaikan setting kamera sesuai model yang ingin di potret. Bagi yang bingung seperti apa bentuk mode dial, inilah dia penampakannya :

Dalam memahami fungsi – fungsi kamera digital, saya membagi mode pemotretan menjadi tiga kelompok yaitu mode auto, semi manual dan full manual. Yok, kita pelajari satu satu :

Mode Auto

Saya rasa ini adalah mode yang paling banyak digunakan oleh para pemilik kamera SLR pemula. Mode ini juga jamak terdapat pada kamera saku. Dalam mode ini kita sepenuhnya menyerahkan pengaturan ISO, Aperture, Shutter speed, white balance, flash dan parameter yang lain kepada kamera.

Menimbang kepraktisannya, saya rasa ini mode ini adalah mode yang paling sering digunakan oleh para pengguna kamera DSLR for fun dan orang yang baru mulai.

Mode auto dibagi menjadi beberapa mode lain guna menyesuaikan obyek yang ingin di potret. Untuk lebih jelasnya mungkin kita bisa simak bersama tabel berikut :

Logo

Mode

Penjelasan

AUTO Mode full auto dimana fotofrafer menyerahkan seluruh kendali pada kamera.

PORTRAIT Mode yang disesuaikan untuk memotret wajah. Aperture akan membesar untuk memperoleh kedalaman gambar yang dangkal

LANDSCAPE Mode yang disesuaikan untuk memotret pemandangan. Aperture akan mengecil untuk memperoleh kedalaman gambar dan lebih banyak detail.

MACRO Mode yang disesuaikan untuk memotret dalam benda – benda kecil secara close up

SPORT Mode yang disesuaikan untuk memotret benda yang bergerak. Shutter speed secara otomatis akan di setting dalam kecepatan tinggi

NIGHT + PORTRAIT Mode yang disesuaikan untuk memotret dalam cahaya yang terbatas. Aperture akan membersar, ISO akan naik dan shutter speed akan melambat dalam mode ini.

saya banyak menggunakan mode auto pada minggu pertama saya memegang kamera SLR saya. Saya cukup puas dengan hasil yang saya peroleh ,tetapi tidak berapa lama saya merasa jika tetap menggunakan mode auto terus – menerus maka tidak ada bedanya dengan menggunakan kamera pocket. Karena itulah saya mulai mencoba mengeksplorasi pengetahuan saya ke mode semi manual dan manual yang menawarkan pengaturan yang lebih kompleks dari sebuah kamera DSLR.

Mode Semi Manual

Logo

Mode

Penjelasan

P

PROGRAM SHOOTING Mirip dengan fitur auto tetapi kamu bisa merubah ISO dan shutter speed dan aperture

A

APERTURE PRIORITY SHOOTING Aperture bisa diatur secara manual. Kamera akan mengatur parameter lain secara otomatis.

S

SHUTTER PRIORITY SHOOTING Shutter speed bisa diatur secara manual. Kamera akan mengatur parameter lain secara otomatis.

pada mode semi manual kamu bisa mengontrol paling tidak satu parameter. Sebenarnya pada mode ini kamu masih bisa mengatur parameter yang lain. Sebagai contoh pada mode aperture priority shooting kamera saya masih memperbolehkan saya mengatur ISO dan white balance secara manual selanjutnya kamera akan membantu saya mengatur shutter speed secara otomatis.

Mode Semi Manual

Logo

Mode

Penjelasan

M

MANUAL SHOOTING Semua pengaturan bisa diatur secara manual

pada mode manual kita dibebaskan mengatur semua pengaturan di kamera kita. Mode ini menawarkan kompleksitas dan tantangan yang sangat tinggi bagi kamu yang benar – benar ingin menekuni dunia fotografi. Sejauh ini saya belum terlalu sering menggunakan mode manual karena keterbatasan pengetahuan saya tetapi dengan seiringnya waktu maka saya pasti akan melangkah kesana.

Semoga membantu, ditunggu sepiring kripik pedasnya untuk terus memperbaiki tulisan ini :)

Picture of The Day: I Know What You Did Last Winter

happily ever after colour

People ask me “what are you doing during the winter break?”

Okay, I’m not travelling to a fancy big city. I just explored my third hometown; Chicago is big enough for me. :mrgreen: So, rather than spending my money for a travelling, I chose to spending my money for camera, lenses and accessories. If you ask me “Do you happy with your choice?” my answer is “Come on dude, you should see my picture there, did I look unhappy?” :idea:

Pelajaran Fotografi Ke Tujuh : Mengenali Kamera

Setelah mengenal segitiga dasar fotografi pada posting sebelumnya maka kita beranjak ke tahap belajar yang berikutnya. Kata para suhu dan senior di jagat internet tahap berikutnya adalah mengenal lebih dekat kamera kita karena setiap kamera tidaklah sama. Tiap kamera memiliki sistem menu dan karakteristik yang berbeda – beda. Dengan memahami cara mengoprasikan dan karakteristik kamera kita, maka kita mengeksploitasi kemampuan kamera itu sampai ke batas maksimal. Jadi, jika tahap ini diterjemahkan dalam secara kasar maka:  this is the time to reading that damn manual book!

By the way, karena kamera yang sama miliki adalah Olympus E-450 maka pada posting selanjutnya saya akan membahas sesuai preparat yang saya miliki. Jika kamu ingin saya membahas kamera kamu maka kamu boleh menghadiahkan kamera kamu kepada saya. hihihi… *ngarep.

File diatas adalah sampul manual dari kamera yang saya miliki. Saya rasa buku manual setebal 139 halaman ini menyediakan hampir semua informasi yang diperlukan untuk mengoprasikan kamera yang saat ini saya miliki. Jika kamu merasa sudah PD saat mengoperasikan pocket camera tanpa membaca manual, maka sebaiknya kamu rubah kebiasaan itu.

Manual yang hadir dalam paket pembelian kamera DSLR memberikan informasi yang jauh lebih detail dan banyak dibanding dengan buku buku manual pocket camera karena penggunaannya yang juga jauh lebih kompleks (kecuali kamu ingin memperlakukan DSLR-mu dalam modus auto di setiap waktu seperti pocket camera :evil: ). Jadi itulah mengapa  para suhu dan expert dengan kompak meneriakan : read that damn manual!

Sebagai tambahan kita juga bisa mencari informasi di internet tentang kamera kita baik itu di forum atau milis. Kebetulan produsen kamera saya menyediakan informasi FAQ E-450 yang bisa saya akses untuk membantu saya dalam memahami kamera saya.

Nah, Selamat berbulan madu dengan kamera dan buku manual kamu! ;-)

*) saat tulisan ini di turunkan, penulis sedang berbulan madu dengan Sony SLT-A33  karena E-450 nya minta pensiun dini. Dan saya harus mengulang membaca buku manual SLT-A33 itu

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.