Pelajaran Fotografi: 4 Tips Mulai Belajar Fotografi

Saya ingat hari – hari pertama saya memiliki kamera DSLR 6 bulan lalu. Saat itu saya bingung darimana sayaMy "First DSLR" harus mulai belajar menguasai kamera saya ini, maklum saya tidak punya guru atau teman yang bisa mengajari saya tentang dunia fotografi. Sedangkan pengaturan di kamera DSLR lebih komplek dibanding point and shoot camera yang sering saya gunakan. :p

Jadi untuk kamu yang kebetulan menghadapi kondisi yang mirip seperti yang pernah saya alami atau kamu yang baru membeli kamera DSLR dan ingin belajar tentang fotografi maka inilah empat tips yang dapat saya share untuk membantu kamu memulai mempelajari dunia fotografi:

  1. Baca Manual

    Sebagian besar barang elektronik yang kita beli pasti disertai manual pemakaian dalam setiap kemasannya, begitu juga dengan kamera DSLR. Masalahnya, sebagian besar orang, termasuk saya :D, malas membaca manual yang biasanya tebal dan membosankan. Tapi percayalah kawan, dalam kasus ini, jangan ikuti kemalasanmu itu. Baca buku manual yang datang bersama kameramu itu karena itu akan mengajarkanmu bagaimana cara mengoperasikan kameru. Kenapa? Karena setiap kamera, bahkan dari produsen yang sama, memiliki cara mengoperasian yang berbeda – beda dan tanpa mengerti cara mengoperasikan kameramu maka kamu tidak akan bisa mengoptimalkan potensi kameramu.

     

  2. Pahami basic Shutter Speed, Aperture dan ISO dan Gunakan Manual Mode

    Apa kelebihan utama kamera DSLR dibanding kamera Point and Shoot? Jawabannya adalah kendali manual yang lebih luas. Tetapi kelebihan utama ini di sisi lain bisa menjadi percuma jika sang fotografernya tidak mau mengalokasikan waktu dan pikiran untuk belajar. Karena itulah pemahaman tentang Shutter Speed, Aperture dan ISO menjadi element yang sangat krusial. Saya sendiri sudah pernah membahas secara panjang lebar mengenai masing – masing element tersebut di dalam artikel sebelumnya.

     

  3. Rajin Rajin Memotret Berbagai Objek

    Banyak pemilik kamera DSLR baru merasa ragu untuk memotret kamera merisaukan shutter count. Saya sendiri tidak begitu peduli tentang shutter count karena dalam bidang apapun cara paling efektif dalam belajar adalah dengan menambah jam terbang. Toh, kamera DSLR itu dibeli mahal – mahal untuk digunakan tho? Bukan untuk disimpan dalam dry box J.

    Memotret berbagai macam objek juga sangat disarankan. Cobalah memotret berbagai objek mulai dari pemandangan, portrait, kegiatan olah raga, hewan sampai street photography untuk menemukan minat fotografi kamu.

     

  4. Mulailah dari Lensa Kit


    Mulailah dari lensa Kit terlebih dahulu. Lensa kit yang datang bersama kamera

    sudah sangat cukup untuk belajar. Jika kamu kebetulan punya dana lebih yang bisa diinvestas

    ikan maka lensa prime entry level adalah pilihan yang bijak untuk belajar cara mengendalikan Deep of Field dan teknik memotret dengan cahaya minim. Tetapi ingat, Belilah peralatan sesuai dengan kebutuhan dan meningkatnya kemampuan J bukan karena nafsu ingin memiliki peralatan yang mahal agar terlihat hebat.

     

Initinya nikmati kameramu, jangan terburu – buru. Cetak hasil foto yang menurutmu bagus dan tunjukan ke orang – orang yang kamu sayangin lalu lihat reaksi mereka, nikmati ekspresi yang mereka tunjukan juga terima kritik dan saran yang membangun dari mereka. Nikmati hobby barumu ini karena fotografi sebenarnya bukan hanya sekedar menekan tombol shutter J

Kojack,

Selesai

12 comments

  1. contohcompanyprofileperusahaan says:

    terima kasih artikelnya,
    bermanfaat banget buat newbie seperti saya ini….
    Sekolah Fotografi

  2. pandu says:

    bisa mitak..
    alamat.buat download.aplikasi photo graphy cs5

  3. Heru Sigit Sugiyanto says:

    Pengalaman memang guru yang paling hebat..
    keep ceprat – cepret untuk mengasah kemampuan..
    nice shere gan.. :D, ane suka arikel ente..

    Heru Sigit Sugiyanto http://beprofessionalphotographers.blogspot.com/
    My recent post Ebook Review: Trick Photography and Special Effects by Evan Sharboneau

  4. alvita rd says:

    thanks god, akhirnya saya nemu blog yang membahas tentang fotografi :D
    My recent post HOW TO LIFE YOUR LIFE TO THE ABSOLUTE FULLEST

  5. Asop says:

    Oh ya Mas Kojack, mau tanya nih.
    Saya lupa, kalo lensa berformat FX (full frame) dipasang ke kamera DX ada pengaruh gak ya? MIsal lensa 50mm FX dipasang di kamera DX, apa ada yang berubah, mungkin seperti panjang fokal menjadi 75mm?
    My recent post Anime Ookami-san- Meski Waktu Memisahkan Kita…

    • Kojack says:

      Saya bukan nikon shooter jadi ga tahu spesifik tentang nikon ya. Cuma aku coba jawab secara general.
      ini ngomongin crop factor kan? Teori yang saya baca sich 50mm yang kamu lihat di APS-C sesor+DX lensa akan sama lebarnya dengan 75mm FX lens di camera full frame. Kebetulan saya ada lensa 50mm untuk full frame dan aku juga punya lensa 18-55 dan 55-200mm untuk APS-C sensor.
      nanti saya bikin percobaan langsung saja untuk bandingin di posting selanjutnya.

      • Asop says:

        Ooooh, gitu… Jadi apa yang saya lihat di kamera DX saya akan sama seperti panjang fokal 75mm di kamera FX. :)

        Nah, asik, saya tunggu posting-annya. :D
        My recent post Anime Ookami-san- Meski Waktu Memisahkan Kita…

        • Kojack says:

          harusnya sih begitu. lebar layang pandang di 50mm camera dengan format APS-C akan sama lebar dengan lebar layang pandang 75mm di camera full frame. Belom ada kesempatan nyobain full frame juga soalnya.

          • Asop says:

            Hehehe, apalagi saya, nyentuh kamera full-frame yang kotak n gedhe belom pernah. :D
            My recent post Foto Tulisan Bersambung

  6. Asop says:

    Bener banget, jangan takut dikritik orang. :D
    Menurut kita bisa aja bagus, tapi menurut orang lain bisa beda. :) *saya tunggu kritik Mas Kojack di photoblog saya*

    Saya mauuuu lensa primeeee! :(
    My recent post Film Due Date- Dua Orang Pria Menyeberangi Daratan Amerika

Leave a Reply

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.