Archive for May 2011

Break and ngopi

It’s been a while since the last time I wrote a post or share one of my shot on this blog. I’m so sorry for that. I have a lot of works to do after I arrived at home. Therefore, during I finish my work at home, please enjoy one of my video blogging about coffee and Americans.

Layanan Blogger Non-aktif

Hari ini saat sedang searching  tentang cara membuat story board saya mampir ke salah satu blog yang menggunakan service dari Blogger.com, seperti biasa, sebagai pengunjung yang baik, setelah saya selesai membaca artikel yang ditambilkan oleh nara blog maka saya mencoba meninggalkan komentar tetapi saya kaget saat membaca tulisan

“Blogger is currently unavailable”

langsung deh saya meluncur ke blogger.com dan disana ternyata terpampang tulisan besar:

Hemm… sebagai seorang wordpress fan boy, saya jadi penasaran. ada apa dengan layanan blog yang disediakan oleh google ini?

Status terakhir dari google pada tanggal 13 mei 2011 adalah mereka sedang berusaha mengembalikan posting yang sementara dihapus untuk mengembalikan kesetabilan sistem,

“We’ve started restoring the posts that were temporarily removed and expect Blogger to be back to normal soon.”

Kalau dirunut dari awal sepertinya masalah sistem komentar di blogspot mulai timbul semenjak July 2010.

Blogger, oh blogger….

Tips Memulai Video Blogging

Pada postingan ini, dan mungkin pada postingan – postingan kedepan saya masih akan membahas tentang Video blogging. Video blogging memang belum banyak berkembang di Indonesia, dan karena saya sangat mendukung perkembangan video blog maka inilah tips yang bisa saya bagikan.

Tips video blogging ini saya peroleh dari berbagai wesite yang pernah saya kunjungi dan dari pengalaman saya sendiri. Sebagai catatan, saya menulis ini bukan berarti saya adalah expert di bidang ini ya? Saya juga masih belajar.

  1. Seringin Nonton Video, rajin – rajin nonton video di youtube, terutama video blog, lalu catat kelebihan dan kekurangan dari masing – masing video yang sudah kamu tonton. Ini adalah salah satu cara paling ampuh untuk mencari inspirasi bagi pemula seperti saya. Karena itu jangan lupa like kojack.net di kanan atas, follow twitternya dan subscribe youtube channelnya *promosi colongan  :mrgreen:
  2. Jangan terjebak pada faktor teknis, sebagai pemula yang belajar secara autodidak, jangan terlalu berfokus pada hal – hal teknik seperti kamera apa yang harus dibeli, format kompresi Video yang harus dipakai, resolusi video, microphone dan lain – lain. Daripada buang waktu dan tenaga untuk terlalu fokus pada hal – hal teknik seperti itu, gunakan saja alat seadanya lalu investasikan tenaga untuk berfokus pada konten yang ingin di tampilkan.
  3. Berlatih di depan kamera, kalau kamu termasuk orang yang ga punya pengalaman untuk ngomong di depan kamera maka latih skill ini terus menerus! Coba sendiri maka kamu akan mengerti betapa mengerikannya kamera itu.
  4. Cari Teman Gila, percaya dech, ini akan sangat membantu kamu untuk lebih tenang di depan kamera karena kalian berdua bisa saling back up satu sama lain. Sebagai contoh, karena saya masih kurang PD di depan kamera maka saya mengajak teman gila saya Ali Mustafa di Seri Video blog saya di Hancock tower.

Sepertinya itu dulu. nanti kalau dapet lagi saya update tipsnya.

Selesai

Berkemas

Seorang dosen favorit saya bilang :

Aria, It’s not the destination in life that matters, it’s the trip itself.”

Well, saya jadi merenung dan benar juga kata dia. Hidup yang sudah dilewati ternyata bukan tentang saya pernah pergi kemana dan apa yang telah saya capai tetapi tentang bagaimana perjalanan saya mencapai tempat itu. Begitu juga kehidupan yang menanti di depan, bukan tentang kembali ke Indonesia untuk menyombong kesemua orang bahwa saya pernah dapet beasiswa ke Amerika karena, dengan segala kerendahan hati, di Indonesia pasti lebih banyak orang yang punya kualifikasi lebih dibanding saya untuk mendapat beasiswa ini. Ya, benar kembali ke Indonesia bukan lagi untuk menunjukan ke dunia apa yang bisa saya lakukan. Bukan lagi tentang pembuktian diri, bukan lagi tentang me against the world.

Sekarang adalah waktunya untuk berbagi. Berbagi ilmu yang diperoleh serta berbagi pengalaman yang dimiliki untuk memotivasi orang lain bergerak maju. Karena pada akhirnya pemenang sejati bukanlah orang yang paling kaya atau punya posisi tertinggi, tetapi pemenang sejati adalah orang yang maju kedepan dan bahagia bersama orang lain.

Indonesia, I got enough from you. It’s time to share; it’s time to back to a small place called home.

 

Aria

Sepotong Cerita yang terlewatkan dari Kedai Kopi Menara Hancock


Jika kamu pernah membaca bukunya Andrea Hirata yang judulnya Cinta Dalam Gelas maka kamu pastinya tahu bahwa bagi orang Indonesia, khususnya orang melayu, kopi itu adalah minuman sosial. Rasa dan aromanya bisa berubah – ubah sesuai mood orang yang meminumnya. Teori itu mungkin berlaku bagi orang Indonesia yang suka menghabiskan waktunya berjam – jam di warung kopi untuk menggosip, merenung, meratap atau sekedar berbagi kesulitan hidup dengan sesama. Bagaimana dengan di Amerika?

Read more

Video Blog Talk Show: Chicago, The Windy City

Pada bulan terakhir saya tinggal di Amerika, saya menyempatkan diri mendatangi objek – objek terkenal di pusat kota Chicago. Salah satu objek yang saya kunjungi adalah Hancock Tower yang berada di Michigan Avenue.

Dalam rangka menyempatkan diri belajar video blogging saya dan tamu blogging saya, Ali Musthafa, ditemani oleh seorang cameramen amatir yang setia membantu dengan peralatan seadanya, Rina Meiyanti membuat talk show singkat berdurasi kurang lebih lima menit dengan tema Chicago, The Windy City.

Aspek Teknis:

Dari sisi teknis video ini diambil menggunakan kamera pocket Canon Point & Shoot kamera. Kamera ini hanya mampu mengambil video dengan resolusi 640×480 dengan aspect ratio 4:3. Karena saya adalah penyuka video dengan format wide maka video tersebut selanjutnya saya olah menggunakan software dan saya crop menjadi video berformat 640×360 dengan aspect ratio 16:9.

Jelas sangat tidak adil jika membandingkan video yang dihasilkan oleh kamera ini dengan video yang dihasilkan kamera DSLR yang sering saya pakai. Warna yang dihasilkan oleh video ini tidak terlalu istimewa, baik dari segi kontras atau ketajaman. Hal ini bisa diterima mengingat kecilnya sensor dan lensa yang dimiliki kamera point & shoot. Memang, harga tidak bohong. Tetapi secara keseluruhan, kualitas gambar video ini ada di level “acceptable” atau masih bisa di terima dan video ini masih menarik untuk dilihat.

Note:

Sebenarnya saat video ini diambil ada dua kamera DSLR yang memiliki kemampuan video prima di kolong meja, Sony SLT-33 & Canon 60D, tetapi sayangnya tidak ada cameraman yang memiliki kemampuan mengoperasikan peralatan tersebut L.

Untuk urusan suara sendiri saya percayakan kepada microphone standar yang tertanam di kamera yang saya pakai. Kualitas yang dihasilkan memang tidak prima, banyak sekali noise yang terekam, tetapi dengan segala keterbatasan peralatan, kualitas ini masih bisa ditolerir karena suara kedua pembawa acarapun masih bisa di dengar dengan jelas. Untuk microphone ini sendiri sepertinya jika saya sudah pulang ke Indonesia, saya akan mencoba membuat microphone sendiri untuk meningkatkan kualitas suara video saya.

Oke, selamat menikmati video amatir dari kami, semoga bisa menghibur.

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.