Steve Jobs by Walter Isaacson

Untuk pertama kali saya pengen coba mereview buku, dan korbannya adalah buku biografi Steve Jobs yang di tulis oleh Walter Isaacson.

Saya bukan seorang Apple Fan Boy karena saya orangnya fungsionalis yang mengutamakan fungsionalitas, performance dan kantong saya yang pas – pasan mendorong saya untuk menjalankan kebijakan evaluasi cost opportunity yang ketat sebelum membeli gadget atau komputer. Oh ya, saya juga seorang “perentas” yang kurang sreg dengan lingkungan platform tertutup dengan kendali penuh ala Apple. Seingat saya, gadget Apple yang pernah saya beli/punya adalah iPod Touch 3rd gen (yang udah di tuker BB); iPod Shuffle (yang udah di hadiahin ke orang) dan iPod Touch 4th gen (menang door prise yang udah di warisin ke adek).

Tapi ini tidak menyurutkan minat saya untuk membaca biorafi Steve ini walau harganya tidak begitu ramah (sekirar 120.000 rupiah). Saya orangnya suka mengamati dan mendalami motivasi orang dalam mengambil keputusan atau bertindak dan saya sangat penasaran ingin mengetahui seperti apa hidup yang mampu membentuk seorang Steve Jobs. Seorang manusia karismatik yang mampu mengubah gaya hidup manusia di seluruh dunia.

Saya tidak mau membahas cerita karena nanti malah jadi spoiler buat yang belum baca tetapi bagi saya, hebatnya buku ini adalah pendekatan  sang penulis, Isaacson, yang mampu menjelaskan suatu kejadian dalam hidup Jobs dilengkapi dengan data primer hasil interview dia ke berbagai orang (mulai Bill Gates sampai mantan – mantan pacar Jobs) yang selanjutnya dia cross cek ke Jobs langsung, sehingga pembaca disajikan dua sudut pandang yang berbeda terhadap suatu kasus. Soal siapa tokoh yang brengsek dan mana yang baik, penilaian sepenuhnya di serahkan ke pembaca.

Tetapi buku ini bukan berarti sempurna dan mudah untuk dibaca. Saya memang belum baca terbitan bahasa inggrisnya (ada yang mau beliin?) tapi saya kurang sreg dengan penerjemahannya ke bahasa Indonesia. Jika kamu cermati, ada beberapa bagian yang seperti di translate menggunakan mesin translator, kata per kata.
Saya curiga entah si translatornya betul betul ngerti maksud bab yang dia translate. Mungkin juga translatornya di kejar – kejar deadline sebelum hype meninggalnya Jobs hilang dan pembeli buku impulsif seperti saya tidak tertarik lagi membaca biografi tersebut.

 

Oh ya, Satu lagi….
Objectivitas yang mampu dijaga oleh Isaacson melalui biografi ini mampu membawa kita mengenal Steve Jobs sebagai seorang manusia.Yes, He’s just a human with a big dream (or I’ll prefer to call it obsession).

Leave a Reply Cancel reply

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.