Archive for America

Yang Muda yang Nguber Beasiswa

Pagi Dunia,

Yang muda yang bergaya , karena itu untuk kamu yang masih muda (ex: Dibawah semester 7 termasuk SMA) tetapi punya impian bisa sekolah ke luar negeri ada beberapa tips dari saya. (red:hehehe… beberapa hari ini demen banget ngasih tips)

Read more

Apa itu SOPA & PIPA?

SOPA dan PIPA. Okay, what is that? Kenapa sich kok rame banget?

Kalau mau tahu secara panjang lebar dan detail kamu bisa baca disini. Saya akan menjelaskan garis besarnya aja ya.
SOPA dan PIPA adalah usulan undang – undang yang sedang diusulkan oleh seorang senator di Amerika dengan tujuan utama untuk mengurangi pembajakan kekayaan intelektual. Read more

Tips Berkunjung ke Amerika

Untuk pembaca yang ingin berkunjung ke Amerika baik waktu yang singkat ataupun untuk waktu yang lama, saya punya beberapa tips yang sebaiknya kamu perhatikan.

#Surat – surat

Pastikan semua surat – surat penting seperti izin tinggal dan passport tertata dalam satu tempat sehingga jika ditanyakan kamu tidak gelagapan. Ini sangat penting di keimigrasian yang terkenal super – duper ketat itu.

Read more

Reverse Culture Shock

Let’s make a fast post!

Pastinya kamu pernah denger tentang culture shock atau gegar budaya, tetapi pernahkah kamu mendengar tentang reverse culture shock?

Jika culture shock adalah stress yang terjadi saat kita pindah ke daerah atau kebudayaan baru maka reverse culture shock adalah stress yang terjadi saat kembali ke daerah asal. Dalam kasus saya, culture shock terjadi tahun lalu saat saya datang ke Amerika sedangkan reverse culture shock terjadi minggu – minggu ini dimana saya harus menyesuaikan diri lagi dengan kehidupan di Indonesia.

Bentuk reverse culture shock sendiri bisa macam – macam, mulai dari gejala susah tidur, susah makan, tampak tidak bahagia sampai depresi berat. Sama seperti pada culture shock, parah tidaknya gejala yang muncul bergantung pada tingkat stress yang terjadi. Berdasarkan pengamatan saya, orang – orang yang sulit beradaptasi, tertutup atau pembual cenderung mengalami gejala yang lebih parah dibanding orang yang berpikiran terbuka dan iklas.

 

Show »

Note:

Q: Reverse culture shock yang paling berat buat Kojack apa sich?

A: Menyesuaikan dengan smoking habits. Well, untuk yang satu ini saya berani bilang bahwa orang indonesia bukanlah bangsa yang punya tenggang rasa tinggi. untuk yang satu ini, bangsa indonesia ada bangsa Bar – Bar

FAQ CCSIP dari Kojack

Seorang adek kelas di IPB, Gito Gunawan, beberapa hari yang lalu mengajukan pertanyaan – pertanyaan seputar program CCSIP dari AMINEF kepada saya. Karena saya pikir artikel ini akan berguna bagi orang – orang yang juga ingin mendaftar program CCSIP maka saya putuskan untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan itu dengan sebuah artikel di blog ini. Spesial untuk Gito dan untuk semua yang ingin mendaftar program CCSIP, inilah FAQ seputar CCSIP versi Kojack.

  1. Ada brapa kali seleksi? dan brapa lama keputusan diumumkan dari seleksi terakir?

    Proses seleksi program CCSIP cukup singkat. Hanya ada seleksi berkas kemudian dilanjutkan dengan seleksi wawancara dan test TOEFL. Berdasar pengalaman dan pengamatan saya, tingkat keberhasilan lolos ke Amerika lebih ditentukan dari hasil wawancaramu.

     

  2. Per batchnya diambil brapa kandidat untuk dibrangkatkan?

    Ini bergantung dana yang dimiliki CCID. Pada angkatan saya (2010) dan junior saya (2011) Indonesia mendapat jatah sekitar 50 orang.

     

  3. Di persayaratannya kan disebutkan: “Programs may range from six months to two years in duration and may result in either a certificate or an Associate Degree.” berdasarkan apa varietas programnya?

    Setahu saya, sekarang CCID hanya menawarkan program satu tahun.

     

  4. Juga dibilang :”Applicants with a Bachelor’s degree are eligible if they are applying in a field different from the field of their degree and have relevant work experience in the field for which they are applying.” apa ini keharusan? yg lolos program emang background kerjanya beda dari study s1 nya kah?

    Untuk pelamar yang sudah punya degree S1 emang diharuskan melamar ke program yang berbeda dengan majornya dulu. Contoh, misalnya adalah seorang lulusan jurusan teknik nuklir :p tetapi bekerja di bidang jurnalistik maka saya bisa mendaftar ke jurusan media untuk program CCSIP ini.

     

  5. Yg dicover program apa aja? allowance nya kalau bisa tahu brapa per bulan?

    Semua kebutuhan hidup kita di cover program, mulai dari buku kuliah sampai tempat tinggal. Sedangkan untuk makan dan hiburan kita mendapat jatah uang saku antara $450-700 bergantung konsorsium dan lokasi tempat kita tinggal (2010).

     

  6. Mungkin ada tips yg bisa kojack bagikan?

    Rajin – rajin baca blog ini dan tanya – tanya ke para alumni program ini. Kalau tanyanya baek – baek dan mereka sedang dalam mood yang baek pasti mereka mau bantu. Terus juga, persiapkan diri dan applikasi dari jauh – jauh hari.

Terimakasih banyak. Semoga 6 jawaban saya ini bisa membantu kesuksesan para pembaca dalam mendaftar program CCSIP selanjutnya. Oh ya, sambil promosi, untuk kamu yang suka artikel ini jangan lupa klik tombol facebook share di kiri atas sehingga teman – teman yang lain juga bisa tahu.

Kojack

Selesai

The Unforgettable Summer

Well, finally, I’m home…

Itu adalah kalimat saya yang saya ucapkan di hati, saat saya membuka pintu gerbang rumah. Hemm, petualangan satu tahun di negeri antah berantah itu akhirnya secara resmi berakhir. Setelah dua minggu di rumah, sekarang waktunya membuat log apa saja yang berkesan selama di Amerika, mulai dari summer alias musim panas.

Di satu sisi summer 2010 akan saya kenang sebagai masa – masa berat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, kebudayaan dan cara hidup baru. Tetapi, di sisi lain summer 2010 akan saya kenang akan kebahagian dan keceriaan dari teman – teman baru yang baek – baek dan asik – asik(red: walau beberapa nyebelin sich)

Pertama, saya datang ke Amerika dengan disambut oleh prosedur NSEERS yang bikin pegel karena disuruh duduk doank dua jam setelah penerbangan 30 jam. Hahaha… ternyata gosip yang sebelumnya saya dengar kalau system keamanan disana ketat banget itu bener.

Kedua, keluar dari bandara O’hare (horay sampai juga ke US!) langsung shock karena jam 8 malem masik kayak jam 4 sore WIB. Penjemput saya bilang kalau summer emang siangnya panjang, dan keterkejutan saya berlanjut dengan hari – hari ngga bisa tidur dua minggu setelahnya karena matahari baru mau pergi jam 10 malam dan udah nongkrong lagi di langit mulai jam 3 pagi.

Ketiga, pertama kali makan di Amerika tuch di Wendy’s dan ngga habis makan sebiji medium burgernya. Pengalaman pertama merasakan porsi makan Amerika yang segede gaban! (Red: 10 bulan kemudian satu large burger belum kenyang, musti nambah kentang goreng baru kenyang :p )

Keempat, menghabiskan waktu yang menyenangkan selama summer. Mulai belajar mengerti kebudayaan lain. Sempat syok ama perbedaan gaya anak IPB dan summer style ala Amerika. Mulai mengembangkan kemampuan berbahasa inggris untuk kehidupan sehari – hari maupun untuk keperluan akademik. Setiap hari ke kampus mulai jam 8 pagi ampe jam 5 sore terus tiap akhir pekan diajak jalan – jalan. Berita besarnya: The Culture shock began...

Kelima, the summer classes ended. sedih saat temen – temen summer harus pergi ke Green Bay…

Therefore, do you think you know what I did last summer? Hemm, I don’t think so.

For the next post, I’ll share about the fall! Met with Andrea Hirata!

Selesa

Berkemas

Seorang dosen favorit saya bilang :

Aria, It’s not the destination in life that matters, it’s the trip itself.”

Well, saya jadi merenung dan benar juga kata dia. Hidup yang sudah dilewati ternyata bukan tentang saya pernah pergi kemana dan apa yang telah saya capai tetapi tentang bagaimana perjalanan saya mencapai tempat itu. Begitu juga kehidupan yang menanti di depan, bukan tentang kembali ke Indonesia untuk menyombong kesemua orang bahwa saya pernah dapet beasiswa ke Amerika karena, dengan segala kerendahan hati, di Indonesia pasti lebih banyak orang yang punya kualifikasi lebih dibanding saya untuk mendapat beasiswa ini. Ya, benar kembali ke Indonesia bukan lagi untuk menunjukan ke dunia apa yang bisa saya lakukan. Bukan lagi tentang pembuktian diri, bukan lagi tentang me against the world.

Sekarang adalah waktunya untuk berbagi. Berbagi ilmu yang diperoleh serta berbagi pengalaman yang dimiliki untuk memotivasi orang lain bergerak maju. Karena pada akhirnya pemenang sejati bukanlah orang yang paling kaya atau punya posisi tertinggi, tetapi pemenang sejati adalah orang yang maju kedepan dan bahagia bersama orang lain.

Indonesia, I got enough from you. It’s time to share; it’s time to back to a small place called home.

 

Aria

Sepotong Cerita yang terlewatkan dari Kedai Kopi Menara Hancock


Jika kamu pernah membaca bukunya Andrea Hirata yang judulnya Cinta Dalam Gelas maka kamu pastinya tahu bahwa bagi orang Indonesia, khususnya orang melayu, kopi itu adalah minuman sosial. Rasa dan aromanya bisa berubah – ubah sesuai mood orang yang meminumnya. Teori itu mungkin berlaku bagi orang Indonesia yang suka menghabiskan waktunya berjam – jam di warung kopi untuk menggosip, merenung, meratap atau sekedar berbagi kesulitan hidup dengan sesama. Bagaimana dengan di Amerika?

Read more

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.