Archive for Fotografi untuk pemula

Pelajaran Fotografi 13: My Gears

Sebenarnya artikel ini tidak bisa dibilang sebagai pelajaran fotografi juga sich karena artikel ini intinya memaparkan lagi peralatan apa saja yang saya punya. Hampir semua peralatan ini sebenarnya sudah pernah saya munculkan pada video blogging pertama saya.

Jadi sebenarnya artikel ini saya persembahkan untuk kamu yang kebetulan tidak dikaruniai internet dengan kecepatan super atau untuk kamu yang sudah tidak berteman lagi dengan yang namanya buffering  :mrgreen: .

Here we go!

_________________________________________________________

Kamera

Sony Alpha SLT-A33

Kamera pertama dari Sony yang menggunakan teknologi kaca Translucent. Bisa mengambil tujuh gambar dalam satu detik (Ga’ pernah dipake), ISO 12800 (ga’ pernah dipake), Auto HDR (juga ga’ pernah dipake), Panorama shoot (jarang dipake). Nah, kalau begitu apa donk fitur yang paling sering saya pake dari kamera ini? Fitur yang kebayakan saya pake di kamera ini adalah fitur dasar untuk fotografi karena saya adalah tipe yang lebih suka mengolah gambar di komputer daripada di kamera. Alasan utama saya dulu memilih kamera ini adalah kemampuan videonya yang bisa diandalkan dan ukurannya yang relatif lebih kecil dibanding kamera DSLR konvensional. Saya juga jatuh hati dengan Electronic View Finder (EVF) yang dimiliki kamera ini. Read more

Pelajaran Fotografi: 4 Tips Mulai Belajar Fotografi

Saya ingat hari – hari pertama saya memiliki kamera DSLR 6 bulan lalu. Saat itu saya bingung darimana sayaMy "First DSLR" harus mulai belajar menguasai kamera saya ini, maklum saya tidak punya guru atau teman yang bisa mengajari saya tentang dunia fotografi. Sedangkan pengaturan di kamera DSLR lebih komplek dibanding point and shoot camera yang sering saya gunakan. :p

Jadi untuk kamu yang kebetulan menghadapi kondisi yang mirip seperti yang pernah saya alami atau kamu yang baru membeli kamera DSLR dan ingin belajar tentang fotografi maka inilah empat tips yang dapat saya share untuk membantu kamu memulai mempelajari dunia fotografi: Read more

Pelajaran Fotografi 12: White Balance

Grauk!!!

Sumpah, nich laptop jadi luemot…. Yach setelah di bebani dengan berbagai applikasi yang bertumbuk  beberapa bulan kebelakang sepertinya windows saya sudah “tua” dan perlu di install ulang…. Huff….

Omong – omong, cukuplah intermeso out of topic-nya. Sambil menunggu saya mem back up data, bolehlah kita ngobrol – ngobrol tentang white balance. Masih dalam metode Q&A, check this out!

Btw, untuk yang mau versi panjang lebar tentang white balance, saya merekomendasikanmu membaca artikel dari Digital Photography School. Untuk yang pengen versi singkatnya dan males translate, silahkan baca detail catatan log belajar saya ini.

Apa itu white balance?

Sebuah fungsi kalibrasi dalam kamera yang membantu kamera mengenali warna. Read more

Pelajaran Fotografi 11: JPEG VS RAW?

Jika kamu baru saja belajar fotografi dengan berbekal kamera DSLR seperti saya, maka mau tidak mau kamu akan dihadapkan pada dua pilihan dalam menyimpan gambar. Pilihan itu adalah menyimpan gambar dalam format RAW atau JPEG.

Berdasarkan pencarian saya di dunia internet sepertinya artikel dari Digital Photography School dan Digital SLR Guide,  mampu menjelaskan secara detail dan mendalam tentang perbedaan dua format ini. Buat kamu yang rada males baca dalam bahasa Inggris dan pengen versi singkatnya, silahkan baca artikel saya ini ya.

Apa Itu RAW dan JPEG?

Keduanya adalah format penyimpanan gambar yang ditawarkan kamera DSLR atau high end procumer. Read more

Pelajaran Fotografi 10: Metering

Horay!

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, kompensasi berpindahnya “agama” dari Olympus menuju ke Sony adalah saya harus mengulang semua yang telah saya pelajari selama sebulan dengan kamera lama saya. Pertama, saya harus membaca lagi buku manual baru setebal 203 halaman. Kedua, saya harus belajar dan membiasakan diri lagi dengan layout kamera baru karena banyak pengaturan di kamera baru ini yang beda atau bahkan tidak ada di kamera lama saya :(. Ketiga, saya harus mengenal lagi karakteristik kamera saya ini, dan tentu saja ini perlu waktu yang tidak sebentar.

Salah satu fitur yang membuat saya bingung di kamera baru ini adalah fitur metering-nya. Karena itu dalam posting kali ini mari kita belajar bersama tentang metering.

Apa itu metering?

Setelah membaca berbagai artikel, secara simple saya mengartikan metering adalah Read more

Pelajaran Fotografi 9: Kenapa DSLR?

Artikel ini harusnya saya bahas di awal tetapi karena baru inget maka tak apalah saya bahas di bagian ke sembilan dari pelajaran fotografi. Seperti kata pepatah, terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali. ;-)

Dengan semakin “murah”nya harga kamera DSLR, saat ini semakin banyak yang latah ramai – ramai beli DSLR. Salah satu dari orang latah itu adalah saya :p ;

Kalau ditanya: “Jack kenapa sich elo beli DSLR?

Ini beberapa alasannya:

  1. Kualitas gambar yang lebih baik. Tanpa dipungkiri, ini adalah alasan utama saya, dengan ukuran sensor yang lebih besar, kualitas lensa yang lebih baik dan processor yang lebih cepat maka kulitas gambar yang dihasilkan oleh sebuah kamera DSLR memang lebih baik (tetapi dikompensasi dengan harga yang lebih mahal di banding pocket kamera).
  2. Kontrol yang lebih luas. Daya tarik utama dari DSLR adalah tawaran atas kontrol yang lebih luas. Sistem DSLR menawarkan berbagai pengaturan yang ga’ ada matinya.

Nah, ditunjang dengan budget yang kebetulan mencukupi, itu dua alasan saya menginvestasikan daya dan tenaga saya pada sebuah sistem DSLR DSLR. Bagaimana dengan anda?

5 Aksesoris dibawah $10 yang “Harus Dimiliki” Para Pengguna DSLR

Memilih aksesoris bagi pengguna DSLR bergudget cekak seperti saya bukanlah hal yang gampang. Seperti yang kita tahu bersama, hobby fotografi bukanlah hobby yang murah. Uang yang harus dikeluarkan untuk sebuah kamera DSLR saja sudah mencekik kantong, itu belum lagi ditambah dengan berbagai aksesoris yang harganya mahal – mahal. Untuk itulah diperlukan kejelian dalam memilih aksesoris apa saja yang benar – benar perlu untuk dibeli dan mana yang merupakan aksesoris yang sifatnya kebutuhan sekunder.

Sebagai sesama pemula, maka berikut adalah lima aksesoris yang saya sarankan untuk dimiliki bagi para penghobi fotografi. Read more

Pelajaran Fotografi Ke Delapan : Mengenal Mode Dial

Mode Dial adalah sebuah fitur pengaturan yang jamak di kamera DSLR atau kamera pin point high end. Mode Dial membantu kita untuk menyesuaikan setting kamera sesuai model yang ingin di potret. Bagi yang bingung seperti apa bentuk mode dial, inilah dia penampakannya :

Dalam memahami fungsi – fungsi kamera digital, saya membagi mode pemotretan menjadi tiga kelompok yaitu mode auto, semi manual dan full manual. Yok, kita pelajari satu satu :

Mode Auto

Saya rasa ini adalah mode yang paling banyak digunakan oleh para pemilik kamera SLR pemula. Mode ini juga jamak terdapat pada kamera saku. Dalam mode ini kita sepenuhnya menyerahkan pengaturan ISO, Aperture, Shutter speed, white balance, flash dan parameter yang lain kepada kamera.

Menimbang kepraktisannya, saya rasa ini mode ini adalah mode yang paling sering digunakan oleh para pengguna kamera DSLR for fun dan orang yang baru mulai.

Mode auto dibagi menjadi beberapa mode lain guna menyesuaikan obyek yang ingin di potret. Untuk lebih jelasnya mungkin kita bisa simak bersama tabel berikut :

Logo

Mode

Penjelasan

AUTO Mode full auto dimana fotofrafer menyerahkan seluruh kendali pada kamera.

PORTRAIT Mode yang disesuaikan untuk memotret wajah. Aperture akan membesar untuk memperoleh kedalaman gambar yang dangkal

LANDSCAPE Mode yang disesuaikan untuk memotret pemandangan. Aperture akan mengecil untuk memperoleh kedalaman gambar dan lebih banyak detail.

MACRO Mode yang disesuaikan untuk memotret dalam benda – benda kecil secara close up

SPORT Mode yang disesuaikan untuk memotret benda yang bergerak. Shutter speed secara otomatis akan di setting dalam kecepatan tinggi

NIGHT + PORTRAIT Mode yang disesuaikan untuk memotret dalam cahaya yang terbatas. Aperture akan membersar, ISO akan naik dan shutter speed akan melambat dalam mode ini.

saya banyak menggunakan mode auto pada minggu pertama saya memegang kamera SLR saya. Saya cukup puas dengan hasil yang saya peroleh ,tetapi tidak berapa lama saya merasa jika tetap menggunakan mode auto terus – menerus maka tidak ada bedanya dengan menggunakan kamera pocket. Karena itulah saya mulai mencoba mengeksplorasi pengetahuan saya ke mode semi manual dan manual yang menawarkan pengaturan yang lebih kompleks dari sebuah kamera DSLR.

Mode Semi Manual

Logo

Mode

Penjelasan

P

PROGRAM SHOOTING Mirip dengan fitur auto tetapi kamu bisa merubah ISO dan shutter speed dan aperture

A

APERTURE PRIORITY SHOOTING Aperture bisa diatur secara manual. Kamera akan mengatur parameter lain secara otomatis.

S

SHUTTER PRIORITY SHOOTING Shutter speed bisa diatur secara manual. Kamera akan mengatur parameter lain secara otomatis.

pada mode semi manual kamu bisa mengontrol paling tidak satu parameter. Sebenarnya pada mode ini kamu masih bisa mengatur parameter yang lain. Sebagai contoh pada mode aperture priority shooting kamera saya masih memperbolehkan saya mengatur ISO dan white balance secara manual selanjutnya kamera akan membantu saya mengatur shutter speed secara otomatis.

Mode Semi Manual

Logo

Mode

Penjelasan

M

MANUAL SHOOTING Semua pengaturan bisa diatur secara manual

pada mode manual kita dibebaskan mengatur semua pengaturan di kamera kita. Mode ini menawarkan kompleksitas dan tantangan yang sangat tinggi bagi kamu yang benar – benar ingin menekuni dunia fotografi. Sejauh ini saya belum terlalu sering menggunakan mode manual karena keterbatasan pengetahuan saya tetapi dengan seiringnya waktu maka saya pasti akan melangkah kesana.

Semoga membantu, ditunggu sepiring kripik pedasnya untuk terus memperbaiki tulisan ini :)

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.