Archive for Story

Ride for Life – Cerita Senior – Senior Liberty

Mungkin karena seminggu kemarin ritme kerja saya diganggu oleh bencana banjir Jakarta, mungkin juga karena cuaca berawan yang digelayuti ketidak pastian membuat saya menjadi lebih sentimentil, tetapi yang jelas tulisan ini terinspirasi dari kegigihan para mengendara motor dalam mengarungi “danau” Jakarta dan  juga jasa motor tunggangannya untuk bertahan sebisa mungkin dari kondisi ekstrim ini untuk mengantarkan empunya mencari penghidupan.

Jika saya lihat kebelakang, sejak saya memiliki Surat Izin Mengemudi motor adalah alat transportasi utama saya. Kadang mobil sempat mengambil alih peranan motor tapi itupun tidak pernah dalam jangka waktu yang lama, dan inilah galery motor – motor yang telah berjasa mengantarkan saya tumbuh dan berkembang dari ABG menjadi seorang manusia dewasa yang mandiri.

Honda Grand 1995

Honda Grand 1995

 

Motor pertama saya, saya masih ingat pertama kali belajar mengendarai motor menggunakan honda grand ini. Motor dengan kubikasi 100 cc ini memang terkenal bandel dan irit walau dalam keadaan standar tidak begitu nyaman untuk dibawa kencang. Lha, untuk mencapai 100 km/jam saja ngos – ngosan ditambah lagi sistem rem yang double tromol bikin hati dag – dig dug kalau harus melakukan pengereman mendadak pada kecepatan “cukup tinggi”, satu hal yang sangat menolong saat itu adalah karakter mesinnya yang ganas dalam engine break. nasib terakhir: dijual dengan harga pasaran yang masih wow.

Read more

CB 150 R di Mata Penunggang CBR 150

Disclaimer: 
tulisan ini bersifat opini dan blog ini menghormati hak setiap orang untuk mengemukakan pendapat sebesar hak orang lain untuk tidak mempedulikan pendapat tersebut.

 

Kakak Beradik, CB 150R dan CBR 150

Masih segar di ingatan kita di 2011 AHM meluncurkan line up motor sport premiumnya, CBR 250 dan adiknya CBR 150 yang di datangkan secara CBU dari Thailand. CBR 250 dijual di rentang harga 40 – 50 juta dan adiknya CBR 150 dirilis ke pasar indonesia dengan barendol 33 juta OTR. Harga yang cukup wow bagi kebanyakan orang karena tadinya banyak yang memprediksikan bahwa CBR 150 akan di lepas di angka 20-an juta guna bersaing dengan sang raja market share motor sport 150 cc Indonesia, Yamaha Vixion.

Apakah AHM tidak tertarik bermain di pasar sport 150cc yang terus tumbuh? Read more

CBR 150 – Ganti Sein

Sein Original CBR

Dua bulan berjalan rasanya gatel juga bawa motor standar ting – ting, pengen mulai sekikit modifikasi biar tampil beda, tetapi konsepnya tetap mengutamakan fungsionalitas dan safety dari motor itu sendiri. Dua bulan mengendarai motor ini, PR pertama saya adalah sein. Read more

CBR 150 – Review Bulan Pertama

Liberty

Pertama kali mengendarai Liberty terasa aneh. Maklum, sebelumnya setiap hari saya ditemani Yamaha Mio dalam menaklukan rimba ibu kota. Membandingkan CBR 150 dengan sebuah Yamaha Mio tentunya tidak adil. Tapi bagaimana lagi, hanya itu motor yang saya punya. Jadi tidak apa – apalah ya.

Hal pertama yang bikin kaget dari Liberty adalah dimensinya. Tentu saja dimensinya yang lebih panjang dari mio membuat saya gelagapan karena otomatis manuver Liberty tidak selincah si Mio, terutama dalam melibas kemacetan atau jalan tikus yang berupa gang – gang sempit.

Kejutan lain adalah posisi mengendarainya dan tinggi motor ini. Dengan postur tinggi saya yang 170 cm, jika menggunakan Mio saya bisa menapakan kedua kaki dengan mantap setiap motor berhenti; Mengendarai Liberty saya harus sedikit jinjit. Dan, tentu saja faktor jinjit mengurangi tingkat keseimbangan saya dalam berkendara. Read more

Liberty, Sebuah Cerita

Liberty adalah CBR 150 generasi fuel injection dengan varian Merah, Putih, Biru (CBR 150fi RWB). Motor ini mulai menapaki karirnya di jalanan Jakarta per Oktober 2011. Saat di pinang, di Oktober 2012 Liberty baru menempuh jarak 4000 km. Jarak tempuh yang sangat sedikit untuk motor seusianya, maklum Liberty ini lebih banyak di simpan oleh pemilik sebelumnya.

Read more

CBR 150 Fi – Liberty

Pernah ngga dulu saat masih muda (bau kencur kata orang – orang) kamu mengucapkan kalimat ini:

“Seandainya aku sudah kerja aku mau beli … sendiri”

Titik-titik itu adalah benda atau jasa yang ingin sekali kamu miliki, untuk menyamakan bahasa, mari kita sebut titik – titik itu sebagai impian masa muda.

Apa impian masa mudamu?

Setiap orang memiliki impiannya sendiri ada yang ingin punya sebuah smartphone keren, ada yang ingin memiliki rumah, ada yang ingin memiliki mobil, ada yang ingin berkeliling Indonesia bahkan menjelajah dunia.

Untuk saya? salah satu impian masa mudaku adalah sebuah Motor Sport.

Naif memang, tapi itulah janji yang dibuat remaja laki – laki belasan tahun dan terus dipelihara sebagai sebuah mimpi. Masih ingat saat itu saya bermimpi memiliki sebuah Ninja 150R. Secara, itu motor lokal paling keren dimasa saya muda. Sayang keadaan ekonomi tidak memungkinkan untuk memiliki motor tersebut.

Read more

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.