Tag Archive for Beasiswa

Kojack Diwawancara AMINEF

Teman, tahukah engkau jika sebuah sebuah berita baik yang manis seperti gula sebenarnya adalah awal dari sebuah perjuangan yang berdarah – darah? supaya tidak bingung mari aku contohkan, dulu waktu aku masih di TK nol kecil, saat menulis dan membacapun belum lancar, aku mendapat berita baik dari ayah bahwa aku akan di sunat. Saat itu terbayang bahwa betapa manisnya disunat. bakal ditengok semua orang, bakal dapet kado dari orang tua, bakal dapet salam tempel dari semua orang. Amboi, bahagianya. Read more

Yang Muda yang Nguber Beasiswa

Pagi Dunia,

Yang muda yang bergaya , karena itu untuk kamu yang masih muda (ex: Dibawah semester 7 termasuk SMA) tetapi punya impian bisa sekolah ke luar negeri ada beberapa tips dari saya. (red:hehehe… beberapa hari ini demen banget ngasih tips)

Read more

Tips Berkunjung ke Amerika

Untuk pembaca yang ingin berkunjung ke Amerika baik waktu yang singkat ataupun untuk waktu yang lama, saya punya beberapa tips yang sebaiknya kamu perhatikan.

#Surat – surat

Pastikan semua surat – surat penting seperti izin tinggal dan passport tertata dalam satu tempat sehingga jika ditanyakan kamu tidak gelagapan. Ini sangat penting di keimigrasian yang terkenal super – duper ketat itu.

Read more

7 Tips Esensial Mendapatkan Beasiswa ke Luar Negeri

Untuk kamu yang masih semangat untuk mencari beasiswa ke luar negeri. Saya ingin membagikan sedikit tips yang telah saya buktikan sendiri keampuhannya, dan berhasil membawa saya menggapai impian (#lebay).

 

Read more

Reverse Culture Shock

Let’s make a fast post!

Pastinya kamu pernah denger tentang culture shock atau gegar budaya, tetapi pernahkah kamu mendengar tentang reverse culture shock?

Jika culture shock adalah stress yang terjadi saat kita pindah ke daerah atau kebudayaan baru maka reverse culture shock adalah stress yang terjadi saat kembali ke daerah asal. Dalam kasus saya, culture shock terjadi tahun lalu saat saya datang ke Amerika sedangkan reverse culture shock terjadi minggu – minggu ini dimana saya harus menyesuaikan diri lagi dengan kehidupan di Indonesia.

Bentuk reverse culture shock sendiri bisa macam – macam, mulai dari gejala susah tidur, susah makan, tampak tidak bahagia sampai depresi berat. Sama seperti pada culture shock, parah tidaknya gejala yang muncul bergantung pada tingkat stress yang terjadi. Berdasarkan pengamatan saya, orang – orang yang sulit beradaptasi, tertutup atau pembual cenderung mengalami gejala yang lebih parah dibanding orang yang berpikiran terbuka dan iklas.

 

Show »

Note:

Q: Reverse culture shock yang paling berat buat Kojack apa sich?

A: Menyesuaikan dengan smoking habits. Well, untuk yang satu ini saya berani bilang bahwa orang indonesia bukanlah bangsa yang punya tenggang rasa tinggi. untuk yang satu ini, bangsa indonesia ada bangsa Bar – Bar

FAQ CCSIP dari Kojack

Seorang adek kelas di IPB, Gito Gunawan, beberapa hari yang lalu mengajukan pertanyaan – pertanyaan seputar program CCSIP dari AMINEF kepada saya. Karena saya pikir artikel ini akan berguna bagi orang – orang yang juga ingin mendaftar program CCSIP maka saya putuskan untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan itu dengan sebuah artikel di blog ini. Spesial untuk Gito dan untuk semua yang ingin mendaftar program CCSIP, inilah FAQ seputar CCSIP versi Kojack.

  1. Ada brapa kali seleksi? dan brapa lama keputusan diumumkan dari seleksi terakir?

    Proses seleksi program CCSIP cukup singkat. Hanya ada seleksi berkas kemudian dilanjutkan dengan seleksi wawancara dan test TOEFL. Berdasar pengalaman dan pengamatan saya, tingkat keberhasilan lolos ke Amerika lebih ditentukan dari hasil wawancaramu.

     

  2. Per batchnya diambil brapa kandidat untuk dibrangkatkan?

    Ini bergantung dana yang dimiliki CCID. Pada angkatan saya (2010) dan junior saya (2011) Indonesia mendapat jatah sekitar 50 orang.

     

  3. Di persayaratannya kan disebutkan: “Programs may range from six months to two years in duration and may result in either a certificate or an Associate Degree.” berdasarkan apa varietas programnya?

    Setahu saya, sekarang CCID hanya menawarkan program satu tahun.

     

  4. Juga dibilang :”Applicants with a Bachelor’s degree are eligible if they are applying in a field different from the field of their degree and have relevant work experience in the field for which they are applying.” apa ini keharusan? yg lolos program emang background kerjanya beda dari study s1 nya kah?

    Untuk pelamar yang sudah punya degree S1 emang diharuskan melamar ke program yang berbeda dengan majornya dulu. Contoh, misalnya adalah seorang lulusan jurusan teknik nuklir :p tetapi bekerja di bidang jurnalistik maka saya bisa mendaftar ke jurusan media untuk program CCSIP ini.

     

  5. Yg dicover program apa aja? allowance nya kalau bisa tahu brapa per bulan?

    Semua kebutuhan hidup kita di cover program, mulai dari buku kuliah sampai tempat tinggal. Sedangkan untuk makan dan hiburan kita mendapat jatah uang saku antara $450-700 bergantung konsorsium dan lokasi tempat kita tinggal (2010).

     

  6. Mungkin ada tips yg bisa kojack bagikan?

    Rajin – rajin baca blog ini dan tanya – tanya ke para alumni program ini. Kalau tanyanya baek – baek dan mereka sedang dalam mood yang baek pasti mereka mau bantu. Terus juga, persiapkan diri dan applikasi dari jauh – jauh hari.

Terimakasih banyak. Semoga 6 jawaban saya ini bisa membantu kesuksesan para pembaca dalam mendaftar program CCSIP selanjutnya. Oh ya, sambil promosi, untuk kamu yang suka artikel ini jangan lupa klik tombol facebook share di kiri atas sehingga teman – teman yang lain juga bisa tahu.

Kojack

Selesai

The Unforgettable Summer

Well, finally, I’m home…

Itu adalah kalimat saya yang saya ucapkan di hati, saat saya membuka pintu gerbang rumah. Hemm, petualangan satu tahun di negeri antah berantah itu akhirnya secara resmi berakhir. Setelah dua minggu di rumah, sekarang waktunya membuat log apa saja yang berkesan selama di Amerika, mulai dari summer alias musim panas.

Di satu sisi summer 2010 akan saya kenang sebagai masa – masa berat untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, kebudayaan dan cara hidup baru. Tetapi, di sisi lain summer 2010 akan saya kenang akan kebahagian dan keceriaan dari teman – teman baru yang baek – baek dan asik – asik(red: walau beberapa nyebelin sich)

Pertama, saya datang ke Amerika dengan disambut oleh prosedur NSEERS yang bikin pegel karena disuruh duduk doank dua jam setelah penerbangan 30 jam. Hahaha… ternyata gosip yang sebelumnya saya dengar kalau system keamanan disana ketat banget itu bener.

Kedua, keluar dari bandara O’hare (horay sampai juga ke US!) langsung shock karena jam 8 malem masik kayak jam 4 sore WIB. Penjemput saya bilang kalau summer emang siangnya panjang, dan keterkejutan saya berlanjut dengan hari – hari ngga bisa tidur dua minggu setelahnya karena matahari baru mau pergi jam 10 malam dan udah nongkrong lagi di langit mulai jam 3 pagi.

Ketiga, pertama kali makan di Amerika tuch di Wendy’s dan ngga habis makan sebiji medium burgernya. Pengalaman pertama merasakan porsi makan Amerika yang segede gaban! (Red: 10 bulan kemudian satu large burger belum kenyang, musti nambah kentang goreng baru kenyang :p )

Keempat, menghabiskan waktu yang menyenangkan selama summer. Mulai belajar mengerti kebudayaan lain. Sempat syok ama perbedaan gaya anak IPB dan summer style ala Amerika. Mulai mengembangkan kemampuan berbahasa inggris untuk kehidupan sehari – hari maupun untuk keperluan akademik. Setiap hari ke kampus mulai jam 8 pagi ampe jam 5 sore terus tiap akhir pekan diajak jalan – jalan. Berita besarnya: The Culture shock began...

Kelima, the summer classes ended. sedih saat temen – temen summer harus pergi ke Green Bay…

Therefore, do you think you know what I did last summer? Hemm, I don’t think so.

For the next post, I’ll share about the fall! Met with Andrea Hirata!

Selesa

Gegar Budaya / Culture Shock

Sebenarnya apa sich yang terjadi dengan saya?

Berbanding terbalik dengan rajinnya aktifitas Gunung Merapi belakangan ini, otak saya sekarang malas sekali diajak beraktifitas, hawanya otak ini ingin berhibernasi seperti pohon Maple di depan kamar.

Saat ini boro – boro menyusun rencana – rencana gila seperti mengikuti kompetisi, traveling ke tempat – tempat antah berantah, atau menyusun rencana hidup jangka panjang. Sekedar menulis sebuah artikel bermutu untuk blog saja, lelahnya bukan main. Seolah – olah telah terbentuk kubah magma yang menyelimuti otak saya. Kubah magma itu menyumbat ledakan lava yang bernama kreativitas dan motivasi. Sungguh, hidup saat ini sangat membosankan sekali. :|

Mungkinkah ini bagian dari sebuah culture shock? Saya belum tahu. Ngomong – ngomong, apa itu culture shock?

Dalam bahasa Indonesia fenomena ini diterjemahkan sebagai gegar budaya. Fenomena yang lazim ditemui para perantau yang tinggal di tempat baru dengan budaya baru. Semakin berbeda budayanya, semakin parah efek yang bisa di timbulkan oleh gegar budaya ini.

Yang dimaksud budaya itu apa?

Budaya yang saya maksud disini adalah cara hidup. Didalamnya termasuk nilai – nilai yang di anut, makanan, pakaian, bahasa, bahkan iklim dan cuaca.

Oh iya, harga – harga juga bisa menyebabkan gegar budaya lho. Saya sich menyebutnya shopping shock. Nanti dech saya bahas di postingan yang lain. :)

Apa sich efeknya?

Efeknya bisa macam – macam, mulai dari tekanan psikologis sampai dengan penyakit fisik. Intinya sich, gegar budaya ini merupakan pemicu awal stress. Nah stress ini jika tidak di kelola dengan baik bisa menurun menjadi penyakit fisik seperti jerawat, gangguan pencernaan, pusing, typus sampai liver.

Seberapa jauh saya harus pindah tempat tinggal untuk merasakan gegar budaya?

Ini relatif untuk tiap – tiap individu. Ada yang baru merasakan gegar budaya saat tinggal di negara antah berantah dengan kultur yang sangat berbeda, ada merasakannya dengan tinggal di negara tetangga yang masih se rumpun, ada yang merasakannya saat tinggal di pulau lain di indonesia, bahkan saya kenal beberapa orang yang mengalaminya bahkan hanya karena pergi ke kota lain.

Bagaimana cara menghindari culture shock?

Tidak bisa di hindari, tetapi masih bisa di kelola. Caranya bagaimana? Saya belum tahu. Karena itu saya akan datang ke konferensinya pada tanggal 17 November besok.

Terimakasih membaca tulisan saya dikala suntuk ini, semoga bisa membantu kamu – kamu yang berencana tinggal di tanah rantau.

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.