Tag Archive for Syarat Administrasi CCIP

FAQ CCSIP dari Kojack

Seorang adek kelas di IPB, Gito Gunawan, beberapa hari yang lalu mengajukan pertanyaan – pertanyaan seputar program CCSIP dari AMINEF kepada saya. Karena saya pikir artikel ini akan berguna bagi orang – orang yang juga ingin mendaftar program CCSIP maka saya putuskan untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan itu dengan sebuah artikel di blog ini. Spesial untuk Gito dan untuk semua yang ingin mendaftar program CCSIP, inilah FAQ seputar CCSIP versi Kojack.

  1. Ada brapa kali seleksi? dan brapa lama keputusan diumumkan dari seleksi terakir?

    Proses seleksi program CCSIP cukup singkat. Hanya ada seleksi berkas kemudian dilanjutkan dengan seleksi wawancara dan test TOEFL. Berdasar pengalaman dan pengamatan saya, tingkat keberhasilan lolos ke Amerika lebih ditentukan dari hasil wawancaramu.

     

  2. Per batchnya diambil brapa kandidat untuk dibrangkatkan?

    Ini bergantung dana yang dimiliki CCID. Pada angkatan saya (2010) dan junior saya (2011) Indonesia mendapat jatah sekitar 50 orang.

     

  3. Di persayaratannya kan disebutkan: “Programs may range from six months to two years in duration and may result in either a certificate or an Associate Degree.” berdasarkan apa varietas programnya?

    Setahu saya, sekarang CCID hanya menawarkan program satu tahun.

     

  4. Juga dibilang :”Applicants with a Bachelor’s degree are eligible if they are applying in a field different from the field of their degree and have relevant work experience in the field for which they are applying.” apa ini keharusan? yg lolos program emang background kerjanya beda dari study s1 nya kah?

    Untuk pelamar yang sudah punya degree S1 emang diharuskan melamar ke program yang berbeda dengan majornya dulu. Contoh, misalnya adalah seorang lulusan jurusan teknik nuklir :p tetapi bekerja di bidang jurnalistik maka saya bisa mendaftar ke jurusan media untuk program CCSIP ini.

     

  5. Yg dicover program apa aja? allowance nya kalau bisa tahu brapa per bulan?

    Semua kebutuhan hidup kita di cover program, mulai dari buku kuliah sampai tempat tinggal. Sedangkan untuk makan dan hiburan kita mendapat jatah uang saku antara $450-700 bergantung konsorsium dan lokasi tempat kita tinggal (2010).

     

  6. Mungkin ada tips yg bisa kojack bagikan?

    Rajin – rajin baca blog ini dan tanya – tanya ke para alumni program ini. Kalau tanyanya baek – baek dan mereka sedang dalam mood yang baek pasti mereka mau bantu. Terus juga, persiapkan diri dan applikasi dari jauh – jauh hari.

Terimakasih banyak. Semoga 6 jawaban saya ini bisa membantu kesuksesan para pembaca dalam mendaftar program CCSIP selanjutnya. Oh ya, sambil promosi, untuk kamu yang suka artikel ini jangan lupa klik tombol facebook share di kiri atas sehingga teman – teman yang lain juga bisa tahu.

Kojack

Selesai

Kojack diwawancara (1)

Weee….

Saya nich harusnya belajar buat night class tapi kok hawanya masih pengen nulis. Mungkin gara gara kopi yang saya minum kali ya… jadi bersemangat! (red : ga bisa tidur tepatnya)

Well, maraton postingan saya akan dimulai lagi. Kali ini dengan topik “wawancara di AMINEF untuk program CCI”.

untuk yang belum baca postingan terdahulu dalam menyiapkan diri mendaftar beasiswa maka silahkan buka ini

Sebagai pembukaan posting pertamax. Setelah mengirimkan semua aplikasi lengkap, jika kamu beruntung maka sekitar bulan desember maka kamu akan memperoleh email seperti ini :

Surat serupa juga akan datang buat kamu di rumahmu via jasa kurir tiki. Jadi, buat kamu yang sedang apply program ini, selamat dag dig dug der dech.

Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (5)

melanjutkan posting sebelumnya disini

maka langkah pertama yang saya lakukan adalah membuat list logistik yang sekiranya bakal saya butuhkan.

Kurang lebih, list saya adalah seperti ini :

  1. Pacar :mrgreen:
  2. Buku TOEFL
  3. MP3 Player

List yang aneh ya? tapi saya membuat list ini bukan tanpa alasan lho… yok mari dibahas.

1. Pacar

Mungkin kamu bertanya tanya, kenapa saya butuh pacar untuk belajar bahasa inggris? Ha… sepertinya tidak ada hubungannya, padahal sebenarnya ini berhubungan erat. Kalau saya sedang sibuk seperti ini saya membutuhkan seseorang “asisten” yang bisa multi tasking. Dia haruslah cukup pintar untuk mengikuti pace saya, dia juga harus cukup berbesar hati untuk dijadikan prioritas kedua, dia juga harus punya fisik yang prima karena bakal sangat sering saya minta tolong kesana kemari, dan dia harus cukup sabar untuk menjadi tempat keluh kesah saya serta mampu menguatkan hati saya untuk terus maju :idea: . Nah, sekarang bisa dilihat kan kenapa pacar penting buat saya? :mrgreen:

berita baiknya adalah, pacar saya sekarang sudah memenuhi semua kualifikasi tersebut. Sedikitnya, dia bisa menggantikan peran tutor dan mentor yang tidak bisa saya nikmati. Walau dia juga kurang jago dalam bahasa inggris tapi pacar saya itu adalah motivator saya, dia selalu menyemangati saya untuk jangan menyerah dan membantu saya.

Hebat kan pacar saya itu? :mrgreen:

2 Buku TOEFL,

saya ingat waktu itu saya menghabiskan waktu berhari – hari di depan internet untuk memutuskan buku mana yang akan saya beli. Mengingat, buku TOEFL tidaklah murah jadi saya tidak mau salah beli. Walaupun, pada prakteknya saya sempat salah beli buku…. tapi kemudian saya mendapatkan buku yang cukup enak untuk saya gunakan. Penampakan bukunya adalah sebagai berikut :

soal buku yang salah beli itu sepertinya tidak etis dibahas disini :mrgreen:  ntar dikira mencemarkan nama baik. (red : pengarangnya sich pengarang lokal).

Saya merekomendasikan buku ini karena memang kontennya terstruktur, peningkatan level dari satu sesi ke sesi lain juga smooth sehingga lebih nyaman bagi saya untuk belajar. Didalam buku ini juga terdapat 6 keping CD (red : koreksi kalau salah ya) yang berisi soal-soal untuk bab listening.

Dimana saya memperoleh buku ini? saya peroleh dari hunting di pusat perbelanjaan shopping Jogja (red : sekarang ganti nama ya?) bersama ayah. Saya ingat dulu setelah perdebatan yang sengit dengan  alm.ayah (red : karena emang mahal), dan tawar menawar yang alot dengan penjual akhirnya berpindahlah kepemilikan buku ini ke tangan saya ;-) .

oh, kalau ngomongin ini jadi keinget almarhum ayah….. :| jadi sedih…

tapi, lanjooootttt!!!!

3. MP3 player

kenapa saya butuh gadget satu ini? karena saya menggunakannya untuk melatih dan membiasakan kuping saya dengan bahasa inggris. Dulu, alih alih mendengarkan lagu dari band Indonesia :mrgreen: macam Ice Tea  Twelve saya memilih mendengarkan brita yang saya Download dari VOA. berita itu dilengkapi script sehingga membantu saya mengikuti apa yang diucapkan oleh pewarta. Pokoknya waktu itu berhari hari kuping saya disiksa oleh berita berita itu dech, tiap berangkat-pulang kuliah dan tiap istirahat. bukan kontennya yang saya simak, tapi feeling-nya yang saya cari. :mrgreen:. andai saya masih punya linknya pasti saya share. Maaf ya… Linknya hilang.

Oh ya, berita baik untuk saya adalah saya tidak perlu beli MP3 player saya karena “si butut” mampu mengakomodasi kebutuhan saya ini. btw, ini dia penampakan si butut waktu masih baru dulu  :mrgreen:

Si Butut »

Sebagai Rangkuman, Tips dari sayadari postingan ini adalah :

1. Cari supporting

Cari seseorang yang bisa menguatkanmu secara real time, bisa pacar, keluarga atau sahabat. Kamu juga bisa menemukan Supporting man di tempat tempat kursus profesional :idea: . lebih mantep lagi kalau kamu bisa menemukan seseorang yang dwi fungsi. selain sebagai supporting man, juga sebagai partner atau tutor berbahasa inggris.

2. Beli Buku yang Bonafit

Berdasarkan pengalaman saya, nyesel juga kalau salah beli buku :cry: sayang uangnya eu…. (red : harga satu buku bisa buat makan 1 minggu :cry: ) Buku yang kamu pelajari akan menjadi elemen penting, terlebih jika kamu harus belajar sendiri untuk test TOEFL.

3. Gunakan Berbagai Media

Be Creative!!! sekarang teknologi sudah maju! Gunakan berbagai media yang akan memudahkanmu belajar. KUNJUNGI BLOG INI TIAP HARI!!! (red : promosi… he3)

4. Konsisten

Jika kamu sudah menetapkan metode belajarmu dan jadwal belajarmu maka lakukan dengan konsisten. Percaya dech, ini ga akan mudah… dulu saya menetapkan waktu belajar saya adalah sebelum subuh, dan jujur pada awalnya semangat, sampai tengah – tengah mulai dech… Bolong-bolong :razz: tapi saya cukup konsisten kok :mrgreen: . no body perfect kan? jadi bolong 1-5 hari dalam 2 bulan masih di tolerir lah…. :mrgreen:

well, dengan metode -metode itu akhirnya saya bisa menyuntikan tambahan 50 point pada hasil test TOEFL-ITP saya, sambil menyelesaikan kuliah dan skripsi saya.

Nah, sekarang  jika saya yang punya nilai “D” dalam tata bahasa ini bisa. Kenapa kamu tidak?

Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (4)

Saya bukanlah orang yang jago dalam bahasa inggris, sungguh.
Saya juga bukan orang yang diberkati bakat linguistik yang besar dalam menguasai bahasa. Ya, paling tidak jika parameternya penguasaan bahasa ibu (red : Bahasa Indonesia) maka cukuplah nilai “D” di transkrip saya menjelaskan kemampuan saya dalam tata bahasa. :|(red : walau beberapa tahun kemudian saya menang beberapa lomba karya tulis sich :twisted:)

Tapi kawan, saya punya jurus simpanan yang saya yakin akan menjadi modal  berharga untuk belajar bahasa inggris. Modal saya itu sebenarnya simple yaitu : saya tahu saya tidak pintar, maka itu saya mau belajar. Sebelum dimasak, modal dasar itu saya rendam dulu dengan sesuatu yang disebut Konsistensi untuk mendapatkan tekstur yang lembut. Guna menguatkan rasa, tak lupa saya tambahkan  sedikit sifat  dasar saya yang over confidence. Tahukah kawan, sedap nian kombinasi tiga hal itu dalam menolong saya mempelajari bahasa Inggris. :mrgreen:

Kembali ke pokok bahasan. seperti yang kita tahu bersama dalam posting sebelumnya bahwa salah satu syarat dari program CCIP memiliki nilai TOEFL ITP > 500. Well, jika menilik hasil test TOEFL ajaib saya yang hanya 467 dan saat itu sudah bulan september/oktober maka saya hanya punya 2-3 bulan untuk “mennyuntikan” 33 point sekaligus menyiapkan persyaratan lain seperti essay, translate ijazah dll. :roll: .

Sungguh, jika memungkinkan. Saat itu saya ingin mengikuti kurus bahasa Inggris. Minimal, jika saya mengikuti kursus itu maka saya akan memiliki seseorang yang bisa menjadi mentor saya. Seseorang yang bisa memberi petunjuk dalam menyusuri labirin bahasa inggis, membantu saya mengoreksi kesalahan-kesalahan saya, seseorang yang akan mengajarkan aturan – aturan grammar runyam yang selama ini tidak saya pedulikan, dan tentu saja seseorang yang akan menyemangati saya saat saya mulai “muak” belajar bahasa inggris intensif. Tetapi apa mau dikata, berhubung disaat yang sama saya juga harus kejar setoran menyelesaikan beberapa mata kuliah yang terkatung – katung (red : akibat sempat cuti akademik) plus saya harus mulai mengerjakan skripsi saya. Ditambah lagi dengan letak geografis kampus saya yang jauh dari peradapan (red : udik) dan kondisi lalu lintasnya yang Bogor banget (red : macet dan serabutan) membuat saya memutuskan untuk tidak mengikuti les bahasa inggris.

*****

Ada beberapa konsekuensi dari keputusan yang saya ambil. Konsekuensi utama tentu saja saya akan kehilangan kesempatan mengakses fasilitas mentoring dan tutoring yang disediakan tempat les. Konsekuensi kedua adalah saya akan belajar “sendiri“. Sendiri yang saya maksud disini adalah benar – benar sendiri. Maaf kata, tapi mengingat kondisi lingkungan saya yang didominasi orang – orang yang  sangat fasih berbahasa jawa-sunda-batak-makasar dan Indonesia tanpa saya bisa temukan orang – orang berbahasa inggris maka saya benar – benar ditempatkan di posisi “saya harus belajar sendiri“.

Setiap pilihan pasti punya dua sisi ; sisi positif dan negatif. Sebenarnya, ada juga beberapa kelonggaran yang saya peroleh seperti saya akan mendapat lebih banyak kebebasan untuk mengatur waktu belajar saya dan metode belajar saya. Walaupun sebenarnya kelonggaran itu tidak bisa disebut sebagai nilai tambah juga karena saat itu saya benar blank dengan cara dan metode belajar yang harus saya gunakan.

Oh ya, berhubung saya rada sibuk dengan kelas disini dan sepertinya postingan ini bakal panjang maka postingan ini akan saya bagi menjadi dua artikel. Agak melenceng dari rencana sich, tapi ga apalah… positingan selanjutnya akan berupa share dan tips metode belajar yang saya tempuh. :mrgreen:

Thanks for reading,

Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (3)

Empat Ratus Enam Puluh Tujuh, yaps 467.”

Itu merupakan nilai yang saya peroleh dari Test TOEFL Prediction Ajaib yang saya ikuti. Sebenarnya bukanlah nilai yang buruk, paling tidak jika dibandingkan dengan teman – teman saya lang lain. Terlebih, memang saya mengikuti test itu tanpa persiapan apapun dan tujuan saya memang “hanya” untuk mengukur dimana posisi bahasa inggris saya.

Nah, mungkin kamu bertanya,”Dengan nilai segitu kok kamu bisa daftar CCIP?”. Seperti yang kita tahu bahwa salah satu syarat CCIP itu harus punya nilai TOEFL>500.”kok bisa?”

Begini teman, setelah saya niatkan mendaftar CCIP tentu saja saya mengambil prediction TOEFL test lain yang tentu saja tidak seajaib test sebelumnya sebagai alat ukur kemampuan diri saya.Saya mengambil prediction TOEFL test di UPT Bahasa IPB  yang mereka sebut  sebagai Placement test. Awalnya sich saya ikut itu karena ini merupakan syarat ikutan les buat mendongkrak TOEFL saya, tapi karena beberapa alasan maka saya batalkan keinginan ikutan les itu. Untuk metode belajar TOEFL, akan saya bahas di posting berikutnya.

Oh ya, Prediction TOEFL Test yang kedua ini lebih menyenangkan dan menurut saya nilai yang diperoleh lebih bonafit dan akurat dibanding yang pertama. Ya, secara biaya yang saya keluarkan juga lebih banyak (Red : Rp.50.000,- tanpa makan siang) sehingga nilai yang saya peroleh juga lebih bisa dipercaya. nah, mungkin kamu penasaran, berapa nilai yang saya cetak di test ini? nantikan posting saya selanjutnya tiga hari dari sekarang. :mrgreen:

Kojack Menyiapkan Bahasa Inggris (1)

Seperti yang sudah kita tahu bersama, bahwa kita ini sudah belajar bahasa inggris semenjak SMP sampai SMA dan ditambah lagi dengan tiga sks wajib saat kuliah. Dengan menghabiskan waktu tujuh tahun lebih, kenapa masih saja bahasa inggris menjadi momok bagi saya saat mendaftar sebuah beasiswa?

:mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Sebuah pertanyaan yang menggelitik untuk membuka posting saya selanjutnya tentang proses mempersiapkan diri melamar beasiswa CCIP. Posting ini akan bercerita tentang pengalaman saya “kejar setoran” belajar bahasa inggris untuk mendongkrak nilai TOEFL saya dalam dua bulan. Oh ya, supaya anda tidak bingung dalam mengikuti post ini silahkan baca juga artikel saya yang lain di blog ini, terutama artikel “Bahasa Inggis + Beasiswa + Kojack” dan “Kojack Mempersiapkan Syarat Administrasi”

Seperti yang saya bilang, petualangan mengejar beasiswa saya dimulai dengan sebuah “keisengan” untuk mengikuti test TOEFL prediction murah yang di bundle dengan seminar AMINEF di IPB. Waktu itu saya sendiri kurang nggeh apa itu AMINEF, jadi niat saya ikut seminar itu hanyalah ikut tes TOEFL prediction (red : tiketnya Rp. 20.000,-, murah kan?) untuk mengetahui kemampuan bahasa inggris saya tanpa belajar.

Saya masih ingat try out itu dibuka dengan berapi – api dan hangat oleh dua pembawa acara yang sepertinya masih mahasiswa juga. Semangat yang cukup kontras dengan dinginnya suhu ruangan yang gila – gilaan dan  satu jam molornya waktu mulainya acara dari jadwal aslinya. Mahasiswa dan mahasiswi itu tampak klimis dengan setelan formal yang serba matching, ditambah dengan gaya dandanan yang tampaknya sangat “terurus”, potongan rambut yang rapi dan gaya, serta senyum khas tuntutan pekerjaan tanpa dibayarnya itu yang selalu terkembang pada semua orang. :mrgreen:

Acara dilanjutkan dengan sesi membosankan oleh seorang bapak gendut yang menjelaskan tentang TOEFL dengan gaya sales peralatan rumah tangga. Suhu yang dingin akibat AC yang terlalu kencang, ceramah membosankan yang didramatisir layaknya dongeng anak – anak ditambah posisi duduk saya yang kebetulan ada di belakang engan sukses mengantarkan saya pada sebuah kondisi yang sering disebut sebagai ngantuk yang tak tertangguhkan. Satu hal yang sempat menarik minat saya adalah bagaimana bapak itu mampu mengkonversi nilai TOEFL Prediction jualannya dan nilai TOEIC menjadi kemungkinan nilai TOEFL-ITP dengan persamaan matematika canggih yang namanya “persamaan saya rasa…”. Benar – benar presentasi yang canggih luar biasa di depan para mahasiswa yang katanya adalah “intelektual muda berotak encer”. Hebat bukan buatan bapak itu.

Dengan terkantuk – kantuk, sayup – sayup saya mendengar bapak itu menyudahi gaya presentasi sales peralatan rumah tangganya dan mulai berubah gaya menjadi sales produk Multi Level Marketing yang mulai menawarkan mimpi – mimpi yang bisa diraih oleh prospeknya jika “join” (red : kenapa ga “bergabung” aja? Karena “join” terdengar lebih renyah dan import. Bukannya bisnis ini adalah bisnis pencitraan?) dengan “waralaba”-nya. Bagi saya sich, perubahan gaya ini berarti menandakan bahwa presentasi ini akan segera selesai dan waktunya pindah ke sesi berikutnya.

Sesi berikutnya adalah presentasi tentang AMINEF. Seorang wanita setengah baya maju untuk berpresentasi. Perbedaan dari presentasi sebelumnya adalah ibu ini terlihat sangat terdidik dari cara dia menyampaikan presentasi yang mirip dengan cara dosen mengajar di kelas. Persamaan dari presentasi sebelumnya adalah saya tetap ngantuk.

Ibu ini menjelaskan secara garis besar bagaimana berkuliah di US dengan biaya sendiri (red : saya tidak tertarik dengan bab ini karena saya tidak punya uang yang cukup) serta beasiswa Fulbright yang tersedia untuk indonesia (red : yang ini saya tertarik). Kali ini dengan mata lebih segar saya bisa menyimak ibu ini mengakhiri presentasinya dan ini berarti acara berpindah ke sesi yang ditunggu yaitu tes TOEFL prediction.

Bersambung…..

Lanjutan Artikel ini hanya bisa di dibaca oleh kamu yang telah meninggalkan komentar dan bergabung pada Kojack’s Fan di Facebook

Kojack Mengisi Formulir CCIP dan Membuat Essay

Untuk kamu yang memutuskan/tertarik apply beasiswa CCIP, langkah pertama tentu saja membaca syarat ketentuan ini :

Syarat Ketentuan »

The Bureau of Educational and Cultural Affairs of the United States Department of State is pleased to announce the Community College Initiative Program.  This new international educational exchange program enables individuals from Brazil, Egypt, Indonesia, Pakistan, Turkey and South Africa to study at a community college in the United States to develop professional skills.

Eligible fields are Business Management and Administration; Tourism and Hospitality Management; Health Professions, including Nursing; Media; Information Technology; Agriculture; and Engineering Science.

ELIGIBILITY

To apply to the program, candidates must:

  • Have completed a secondary school education; D1, D2, D3 and S1
  • Preference will be given to High School Diploma
  • Applicants with a Bachelor’s degree are eligible if they are applying in a field different from the field of their degree and have relevant work experience in the field for which they are applying.
  • Applicants with MA or PhD degrees are not eligible to participate.
  • Have relevant work experience in the field in which they are applying;
  • Have English language skills that provide a basis for enrolling in academic coursework following approximately 6 months of intensive English language study in the U.S.;
  • Submit a complete application; and
  • Minimum Institutional TOEFL score 500 or TOEIC score 650 atau IELTS 5.0 (only scores less than 2 years old are valid).

U.S. PROGRAM

The Community College Summit Initiative Program will provide funding for round-trip airfare to the U.S.; a living allowance during English language, academic, and practical training program components; tuition costs; health insurance; and cultural enhancement activities.  Students will be hosted in groups by community colleges competitively selected to participate in the program.  Programs may range from six months to two years in duration and may result in either a certificate or an Associate Degree.  Students are required to return home at the end of their program and may not transfer to a four-year U.S. academic institution.

SUBMISSION OF APPLICATIONS

AMINEF is administering this program on behalf of the Bureau of Educational and Cultural Affairs of the United States Department of State.  Please return to AMINEF your complete application package (original application and two copies) by the application deadline that includes:

  • Completed application form.
  • Copy of your most recent, less than two years old, TOEFL/TOEIC/IELTS score report.
  • Copy of high school diploma (English translation).
  • Copy of identity document (KTP or passport).

Please send the application package to AMINEF Office, Gedung Balai Pustaka, 6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720 NO LATER November 1, 2010.

For additional information, contact [email protected].

We do not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to American Indonesian Exchange Foundation.

syarat ketentuan ini dikutip dari sini

Setelah membaca syarat dan ketentuan tersebut dengan seksama, maka langkah berikutnya yang harus diambil adalah mengunduh formulir aplikasi di sini. Formulir tersebut tersedia dalam format MS Office 2003. Ini merupakan formulir pendaftaran resmi dari AMINEF untuk program CCIP, jadi jangan sampai tertukar dengan formulir dari program lain, tampilan aplikasi itu adalah sebagai berikut :

GDE Error: Unable to load profile settings

Lanjut ke pembahasan konten, disana bisa kamu lihat bahwa formulir ini dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu formulir identitas diri, formulir essay dan formulir application certification statment (ACS). Sekarang mari kita bahas masing – masing bagian tersebut sesuai dengan pengalaman saya.

1. Identitas diri

Menurut saya ini bagian yang relatif mudah untuk diisi. disitu kamu hanya disuruh untuk mengisikan identitasmu. Informasi yang harus diinformasikan disini antara lain, nama, alamat, jenis kelamin, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, dll. Oh ya, disini kamu ditanya apakah kamu pernah pergi ke luar negeri?Jika memang belum pernah (red : seperti penulis) maka jangan ragu untuk menuliskan none. oh ya, sebelum mengisi, baca petunjuk dengan seksama dan tolong diingat bahwa kamu tidak boleh mengkosongkan kolom dari aplikasi ini karena aplikasimu akan dianggap belum lengkap. Jika memang tidak ada informasi yang bisa kamu tuliskan di kolom tersebut maka tulis saja : none.

2. Formulir Essay

Nah, inilah bagian yang paling tricky dan membingungkan bagi banyak orang. Kamu harus mampu membuat essay yang mampu meyakinkan pemberi beasiswa. Pertanyaan yang diajukan antara lain adalah : “kenapa anda merasa diri anda akan menjadi kandidat yang baik?” sampai dengan “apa yang akan anda bagikan pada amerika?” dll. Mayoritas penanya yang menghubungi saya baik via internet, email atau facebook bertanya tentang bagian ini, dan beberapa dari mereka meminta saya mengirimkan aplikasi saya kepada mereka. Tetapi, jawaban saya selalu sama. “maaf saya tidak bisa mengirimkan aplikasi saya pada anda. ;-), tapi silahkan anda buat essay anda dan saya akan dengan senang hati memberi masukan pada essay anda ” jadi jika anda ingin saya mengirimkan aplikasi saya maka jawaban yang serupa akan saya berikan pada anda :idea: .

Saran saya untuk kamu adalah, belajarlah menulis. Kita sudah belajar menulis sejak SD tapi menuangkan apa yang ada dalam otakmu pada sebuah keyboard secara terorganisir akan sangat berbeda tantangannya dengan sekedar memindahkan kalimat “ini ibu budi” di papan tulis ke bukumu seperti waktu SD dulu :mrgreen: . Saran kedua adalah, pahami posisimu. Tempatkan mindset-mu bahwa kamu menulis untuk membuat pemberi beasiswa percaya pada kapasitasmu, bukan untuk kepuasan batinmu :idea: . Saran ketiga, open mind. Pelajari hal – hal baru, mintalah testimonial pada para alumni atau grantee sebelumnya, karena dari situlah kamu akan memahami “medan perang” yang akan kamu hadapi. (red : ini filosofi tentara yang sangat berguna. Maju perang tanpa persiapan = setor nyawa)

3. Application Certification Statment (ACS)

Aplikasi ketiga adalah Application Certification Statment (ACS). Ini adalah aplikasi yang paling mudah diisi. Kamu cukup mengisi tanggal dan membubuhkan tanda tangan maka, ta da! aplikasimu selesai.

Selamat sekarang kamu sudah sedikit banyak mengerti tentang cara mengisi formulir beasiswa CCIP. Jika kamu suka dengan artikel ini maka tolong tinggalkan komentar di blog ini, karena komentar bagi blogger seprti saya tak ubahnya adrenaline yang akan menyemangati saya untuk lebih produktif :idea:  .

Kojack Mempersiapkan Syarat Administrasi

Mempersiapkan persyaratan administrasi merupakan tahap awal dalam apply beasiswa CCIP, tapi ini bukan tahap sembarangan. Kesalahan dalam tahap ini akan menghapus segala pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan biaya. Kuncinya adalah baca dengan teliti apa saja syarat yang diminta oleh beasiswa itu karena masing – masing beasiswa punya syarat yang berbeda. Jika bingung dengan apa saja yang diminta maka jangan segan – segan bertanya pada pihak pemberi beasiswa. Biasanya mereka welcome pada pertanyaan kok.

Dalam kasus saya, saya mendaftar untuk program CCIP. Menurut website AMINEF, persyaratan mendaftar program ini adalah :

Persyaratan Minimum »

PERSYARATAN

Untuk mendaftarkan diri, peserta harus:

  • Telah lulus SMA; D1, D2, D3 dan S1
  • Prioritas diberikan kepada lulusan SMA
  • Pelamar yang lulus dengan S1 boleh mendaftar asalkan bidang studi S1 mereka berbeda dengan program CCIP yang akan mereka daftar dan relevan dengan pekerjaan mereka sekarang.
  • Pelamar yang mempunya ijasah S2 dan S3 tidak boleh mengikuti program ini
  • Mempunyai pengalaman kerja di bidang yang relevan dengan program yang mereka inginkan;
  • Memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang cukup untuk mengikuti program yang merupakan mata kuliah di tingkat akademis dengan program Bahasa Inggris intensif selama 6 bulan di Amerika;
  • Menyerahkan formulir pendaftaran yang sudah diisi; dan
  • Minimum Institutional TOEFL score 500 atauTOEIC score 650 atau IELTS 5.0 (score yang berlaku harus kurang dari 2 tahun).

dan jika dibatasi hanya masalah dokumenadministrasi maka persyaratannya adalah seperti ini :

Syarat Administrasi »

  • Mengisi formulir pendaftaran
  • Membuat esai
  • Sertifikat TOEFL-ITP dengan minimum score 500
  • Translate Ijazah (red : zaman saya diminta, ga tahu sekarang)
  • Biasanya dari empat point itu yang menjadi momok adalah nomor dua dan tiga. Sedangkan yang sering bikin bingung adalah nomor satu dan empat. Kesimpulannya, semua point bikin confuse. :mrgreen:

    Untuk penjelasan dan cerita tentang cara mengisi masing – masing aplikasi akan saya tulis pada posting saya selanjutnya.

    Cheers!!! Happy hunting!


    Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.